Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
184


__ADS_3

Sesosok tubuh mungil berkhimar panjang turun dari pesawat.Langkah anggun dan teratur membawa tubuh mungil itu menjauh dari pintu bandara.Wajahnya yang putih bersih tertutup oleh masker.Sebuah kaca mata hitam bertengger di hidung bangirnya menyembunyikan tatapan tajam terkesan dingin itu.


" Alhamdulillah...akhir aku sampai di tanah airku.Kak Maliq...aku datang !! " Gumam Syifa sambil tersenyum sumringah.


" Nak...kita akan bertemu dengan Abi " Syifa mengusap lembut perutnya yang masih datar.


Syifa segera menaiki taksi bandara menuju rumah Maliq.



Syifa termenung di balkon kamar yang dulu ditempatinya.Tatapannya kosong menatap awan yang berarak.Hari beranjak mendekati senja.Hari ini menjadi senja ketiga yang dilewati Syifa di tanah airnya.



Sudah tiga hari Syifa menanti kepulangan Maliq dari kampung halaman Kakeknya.



Saat pertama kedatangan Syifa.Dia pergi ke rumah mertuanya,dan ternyata mertua beserta penghuni lainnya juga sedang berkunjung ke rumah Kakek Maliq.



Sayup sayup adzan maghrib berkumandang.Menyeru seisi alam untuk bersujud pada penciptanya.Perlahan Syifa beranjak dari tempatnya untuk segera melaksanakan kewajibannya.



" Shadaqallahul adziim.." Syifa mengakhiri lantunan ayat sucinya dan segera menutup kitab suci umat muslim tersebut.Selepas sholat Isya tadi,Syifa memutuskan membaca Quran untuk mengusir kesepiannya.



Syifa menajamkan pendengarannya ketika mendengar berisik suara mobil dari luar.Dan sepertinya bukan hanya satu mobil,tapi lebih.



Gegas Syifa melepas mukena lalu mengenakan khimarnya yang sebelumnya melipat mukena dan meletakannya di atas nakas.



" Siapa yang datang ?? semoga itu Kak Maliq " Gumam Syifa.Dia tidak ingin buru buru keluar.Dia ingin memastikan dulu bahwa Maliq yang datang.Dia ingin memberikan kejutan untuk Maliq.



" Akh...kenapa aku berdebar debar.Aku terlalu merindukan Kak Maliq " Syifa mendekap dadanya yang berdebar kencang.Seuntai senyum manis tersungging di bibir merah alaminya.Dia membayangkan pertemuan yang manis dengan Maliq,suaminya.



Sayup dia mendengar percakapan orang ramai di lantai bawah." Sepertinya itu bukan cuman Kak Maliq.Ada banyak orang " Gumam Syifa.



" Maliq..jaga Sandra dengan baik.Perlakukan dia selayaknya istrimu.Kakek tidak mau mendengar jika kau membedakannya dengan istri pertamamu !! "



" Deg... !! Syifa tersentak mendengar ucapan menggema dari suara laki laki di lantai bawah yang menyebut nama suaminya.Seketika senyum manisnya luntur "


__ADS_1


" Astagfirullah...apa aku tidak salah dengar ?? "



Perlahan Syifa menarik handle pintu dan membuka daun pintu kamarnya dengan gerakan selembut mungkin.Dadanya berdebar kencang.Kakinya bergetar seakan tidak mampu menahan bobot tubuhnya.



" Ino..adalah ponakan kesayangan Kakek.Dia telah menitipkan Sandra pada Kakek.Sekarang Sandra sebatang kara dan dia adalah tanggung jawabmu.Sekali lagi perlakukan dia dengan baik !!! "



" Jdarr "



Syifa yang telah berdiri di undakan tangga paling atas,seperti tersambar petir mendengar setiap kalimat yang diucapkan oleh laki laki yang menyebut dirinya Kakek.



Syifa mengedarkan pandangannya menatap nanar ke arah orang orang yang sedang duduk di ruang keluarga.Mereka tidak menyadari kehadiran Syifa.



Maliq duduk tertunduk dengan lesu.Di sampingnya ada Sandra bergelayut dengan manja di bahunya.



Syifa merasakan perih menyusup ke dalam hatinya melihat pemandangan itu.




Mamah nampak juga tertunduk lesu .Wajahnya seolah menggambarkan kepasrahan tidak jauh beda denga raut wajah Maliq.



Dan orang lain..ada Ayin,Dewi Kakak Maliq tertua, dan adik laki laki Maliq yang belum Syifa ketahui siapa namanya.Karena dia tinggal di kota yang berbeda dengan Maliq,alhasil Syifa tidak mengenalnya.Dia hanya mengenalinya dari foto keluarga yang ada di ruang keluarga Mamah Maliq.Mereka semua tersenyum ceria.Sepertinya mereka tengah sangat berbahagia.



" Kenapa harus aku,Kakek ?? aku sudah memiliki istri.Kenapa bukan Attar.Dia masih bujang !! " Pekik Maliq frustasi sambil menghempaskan tangan Sandra lalu menyugar rambutnya dengan kasar.



" Maliq...!! kenapa kamu tidak menghargai Kakek ??!! kata siapa Attar itu bujang.Dia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah.Dia tidak bisa memutuskan pertunanganannya.Tunanganya itu anak petinggi polisi.Lagian juga kamu sudah resmi jadi suami Sandra,jadi percuma hal ini dibahas lagi " Kakek berteriak membentak Maliq dengan suara menggelegar.



" Kakek tidak mengenal istrimu dan keluarganya.Kakek tidak punya beban pada mereka.Andai istrimu tidak menerima kehadiran Sandra,lepaskan dia.Beri dia modal agar setelah dia bercerai denganmu hidupnya tidak susah " Ucapan frontal dari Kekek sukses membuat Maliq dan Mamah terpekik kaget.



" Astagfirullah....!! " Maliq dan Mamah beristigfar serentak.


__ADS_1


Tubuh Syifa terhuyung ke belakang.Pijakannya rapuh.Perlahan dengan langkah tertatih Syifa membalikan badannya dan melangkahkan tungkainya yang lemah menuju kamarnya.Ditutupnya dengan pelan daun pintu kamar agar tak menimbulkan bunyi, tak lupa menguncinya dari dalam.



Syifa merebahkan tubuh mungilnya di atas kasur dan menarik tubuhnya hingga meringkuk seperti bayi di dalam kandungan.Air matanya luruh membasahi kasur tempat tidurnya.



" Ya Allah...cobaan apa lagi yang Kau anugrahkan padaku.Aku tidak akan mengeluh,Ya Allah...aku hanya mohon limpahkanlah padaku kesabaran dan keikhlasan yang berlimpah " Gumam Syifa di sela isakannya yang tertahan seiring dengan kesadarannya yang perlahan menghilang.



Syifa pingsan.Dia sangat shock menerima kenyataan yang baru saja disaksikannya.



Keesokan harinya...


" Tok..tok..tok ...Nak Syifa !!! buka pintunya.Ini sudah siang !! " Pekik Ati dari luar.Dia khawatir pada Syifa yang sedari pagi tidak keluar dari kamarnya.Syifa melewatkan sarapannya dan sekarang sudah waktunya makan siang.


Ati belum sempat memberitahu Maliq tentang Syifa.Dia ingat pesan Syifa,bahwa dia akan memberikan kejutan untuk Maliq.


" Tok..tok..tok...Nak Syifaa !! " Ati terus menggedor pintu kamar Syifa.


" Ada apa,Bu Ati?? Ibu memanggil siapa ?? " Tiba tiba suara Maliq menginterupsi kegiatan Ati dari bawah tangga.Maliq baru pulang mengantar Kakek dan Neneknya ke rumah Mamahnya.Semalam Kakek dan Nenek Maliq sengaja menginap di rumah Maliq.Mereka ingin memastikan bahwa Sandra akan tidur sekamar dengan Maliq.


Seketika Ati membalikan badannya dan melihat pemandangan di depannya.Sandra bergelayut manja di bahu Maliq.


" Kasihan Nak Syifa " Batin Ati seolah ikut merasakan keperihan yang akan dialami Syifa nanti.


" Heii..Bu Ati !! ada apa ?? kenapa kamu menggedor gedor kamar Syifa.Memangnya itu kamar ada penghuninya ???itu pintunya kan tidak ditutup. " Ujar Maliq pelan sambil melambaikan tangannya di depan wajah Ati membuyarkan lamunannya.Maliq belum menyadari kehadiran Syifa.


" Iya nih..pembantu berisik.Suaramu kedengaran sampai di luar,tau !! " Bentak Sandra pada Ati.


" Sandra...!! jaga mulutmu.Bu Ati lebih tua darimu.Walau dia pembantu kau harus menghormatinya !!! " Bentak Maliq sambil mendelik ke arah Sandra.


Sandra terkejut dibentak oleh Maliq.Wajahnya cemberut dan sontak melepaskan tangannya dari lengan Maliq.Dia berlalu menuju kamar sambil menghentakan kakinya.


" Braak..!! " Sandra menghempaskan pintu dengan keras.


" Sandraaa !!! pekik Maliq dengan geram.Rahangnya mengeras menahan kekesalannya.


" Pak...!! " Panggil Ati ketika melihat Maliq hendak beranjak menyusul Sandra.


Maliq mengurungkan langkahnya " Ada apa, Bu Ati ??"


" Itu..ss sebenarnya, Nak Syifa ada di dalam kamarnya.Dia datang sudah tiga hari yang lalu.Dan hari ini dia belum keluar dari kamarnya sejak dari tadi pagi " Ujar Ati gagap dengan nada khawatir.


" Appaaa ?? Syifa ada di sini ??? Pekik Maliq terkejut.


🌷🌷🌷🌷


Author mau tanya buat para reader.Sebaiknya cerita ini mau dilanjutin atau tidak.


Kalau tidak dilanjutin silahkan komen apa alasannya.Kalau mau dilanjutin komen juga apa alasannya.Biar author bisa koreksi tulisan author.


NB : Komen pake hati yaa...😊😊soalnya hati autor sensitif...πŸ™ˆπŸ™ˆ

__ADS_1


__ADS_2