Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
115


__ADS_3

Perlahan ketiga orang tersebut mendekati mobil Maliq.Maliq menatap tajam kedepan.


"Siapa mereka ?"


Salah satu dari ketiga orang tersebut mengetuk kaca mobil Maliq dengan kasar.


"Keluar dari mobilmu !!!"Bentak laki laki tersebut sambil mengacungkan senjata tajam ke arah Maliq.


Maliq tidak bergeming.Dia tetap menatap waspada pada ketiga orang tersebut.


Laki laki yang mengetuk kaca mobil Maliq merasa geram karena tidak dipedulikan oleh Maliq.Dia memungut batu untuk memecahkan kaca mobil Maliq.Belum sempat dia mengayunkan tangannya mengangkat batu untuk memecahkan kaca mobil,gegas Maliq membuka pintu mobil dan keluar menghadapi ketiga laki laki berpakaian hitam tersebut.


"Bre***ek..siapa kalian ??apa mau kalian haa.." Bentak Maliq.Dia memasang kuda kuda untuk bersiap menghadapi lawan.


"Haa...haa..haa...ada nyali juga ini orang kaya keluar dari mobilnya. kirain dia akan bertahan di dalam mobil menunggu bantuan dari langit."Cibir laki laki yang ingin memecahkan kaca mobil Maliq sambil tergelak.Kedua temannya ikut tergelak juga.


"Apa mau kalian haa..??!!"

__ADS_1


"Mau kami ??ya..kami mau kau mati!!! pekik salah satu dari mereka sambil menganyunkan tendangannya ke arah perut Maliq.Maliq yang siaga dari tadi,bisa mengelak dari tendangan itu.


Maliq melompat mundur mengatur jarak dari ketiga laki laki misterius yang sedang mengepungnya.Perkelahian sengit yang tidak seimbang tidak bisa dielakkan lagi.


Setelah beberapa menit kemudian perlahan pertahanan Maliq mulai melemah karena melawan tiga orang berbadan besar tersebut.Ditambah lagi mereka membawa senjata tajam.


"Aaghh..."Maliq memekik kesakitan ketika salah satu diantara mereka berhasil memukul tengkuk Maliq yang membuat Maliq roboh ke tanah dan tak sadarkan diri.Saat laki laki itu akan menghujamkan senjata tajam di tangannya ke dada Maliq tiba tiba laki laki itu memekik tertahan.


"Bugh..."sebuah tendangan mendarat di di perutnya.


Kedua temannya melotot ke arah sosok penolong Maliq.


"Dia cewek Bos.."Bisik laki laki bertubuh agak pendek dari temannya.


Laki laki yang dipanggil Bos oleh temannya,seketika tersenyum menyeringai.


"Haaa...haa..ada kucing manis berani mendekati kita "

__ADS_1


"Pus...puss..sini..jangan nakal !!!" Ujar Laki laki yang dipanggil Bos.Tangannya mengulur ingin membelai sosok berpakaian hitam juga tapi nampak sperti jubah dalam penglihatan mereka.


Belum sampai tangannya menyentuh sosok dalam gelap itu,tiba tiba tangannya sakit seperti dipukul dengan besi.


"Aaww...sialan nih cewek,keras juga pukulannya" Gumam si Bos sambil meringis kesakitan.


Kedua temannya yang menyaksikan Bosnya dipukuli,mereka segera menyerang sosok yang diduga cewek tersebut secara bersamaan.


Sosok cewek penolong Maliq itu menangkis setiap serangan ketiga laki laki tersebut dengan tangkas bahkan lebih sering membalas serangan.


"Bugh..bugh..bugh..."sosok cewek itu terus menyerang tanpa ampun.Samar Maliq yang sudah sadar dari pingsannya mencoba mengenali sosok penolongnya.Perlahan dia mencoba untuk berdiri ingin membantu.Tapi karena fisiknya yang masih lemah membuat dia kembali jatuh terduduk di tanah.Dia melihat cewek penolongnya itu sama sekali tidak merasa kesulitan melawan ketiga laki laki yang menghadangnya tadi.


Tiba tiba."Sreet..."senjata tajam milik salah satu laki laki itu berhasil menyabet pakaian yang dikenakan oleh gadis tersebut.


"Ssshh "Desis gadis itu sambil membekap lengannya yang ikut tersabet senjata itu.


"Awass !!! "

__ADS_1


Maliq berteriak memperingati gadis penolongnya saat melihat lawan berhasil menyabet kain yang dipakai penolongnya.


__ADS_2