
"Insyaa Allah,kita akan sempatkan bertemu setiap minggu..ok"Ujar Syifa pada Gladis.
"Iya deh...tapi Aku senang loh...keinginan kamu bisa tercapai,sekali lagi selamat yaa."
"Terima kasih Gladis".Kedua sahabat itu kembali berpelukan.
***
Jam 3 tepat..Syifa selesai mengikuti mata kuliah terakhirnya hari ini.Dia pulang diantarkan oleh Gladis.
"Terima kasih Dis,sudah repot mengantarkanku.Kamu tidak mampir dulu??"Ujar Syifa setelah turun dari mobil Gladis.
"Lain kali aja yaa..soalnya Aku mau jemput Mami di bandara.Mami baru pulang dari Bali"...
"Oo..ok.hati hati di jalan ya..."Pekik Syifa melambaikan tangannya pada Gladis.
Gladis membunyikan klakson mobilnya tanda pamit.
"Hhfft...rasanya penat sekali hari ini,tapi Alhamdulillah...Allah mudahkan semuanya"Gumam Syifa sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum..."pekik Syifa memberi salam.Kebetulan pintu rumah tidak di kunci hingga memudahkan Syifa untuk masuk tanpa menunggu orang membukakan pintu.
"Waalaikum salam warrahmatullahi wabrakatuh"Jawab Ati yang muncul dari arah dapur.
"Eeh..Nak Syifa,sudah pulang Nak??"
"Iya bu"Syifa meraih tangan Ati lalu mencium tangan wanita paruh baya itu.Ati terharu,baru kali ini dia melihat seorang majikan yang sangat sopan pada pembantunya.
__ADS_1
"Kayanya Kak Maliq tidak keluar ya bu??"Tanya Syifa pada Ati,dia melihat mobil Maliq terparkir di garasi mobil.
"Iya Nak...katanya lagi kurang enak badan tadi saja minta di antarkan teh ke dalam kamar.Tapi nggak mau makan".
"Astagfirullahualdzim...Kak Maliq sakit??jadi belum makan dari pagi,Bu??"Tanya Syifa panik.
"Iya,Nak...sudah saya antarkan makanan tapi di suruh bawa lagi sama Tuan"
Bergegas Syifa naik ke atas untuk menemui Maliq.
"Ceklek"
"Kak Maliq,Aku masuk Yaa.."
Kamar Maliq gelap..gorden belum disingkap,lampu mati.
Perlahan Syifa mendekat ke arah tempat tidur Maliq.Dia meletakan tasnya di atas nakas.
"Kak...Kakak sakit??"Tanya Syifa sambil meraba kening Maliq.
"Astagfirullah...Kakak demam"Syifa panik.Buru buru dia kembali ke dapur dan membuat bubur untuk Maliq.
Setelah bubur sudah masak..gegas Syifa naik lagi ke atas menuju kamar Maliq.
Syifa menyingkap gorden kamar Maliq,dan membuka jendela agar udara segar bisa masuk.
"Kak...Kakak makan dulu yaa...!!Bujuk Syifa sambil menepuk pipi Maliq pelan.
__ADS_1
"Eeghhmm...kepalaku pusing Syifa..aku nggak pengen makan"Keluh Maliq sambil memicingkan matanya.
"Makan sedikit saja Kak..Kakak belum makan dari pagi..nanti setelah itu minum obat penurun panas"bujuk Syifa lagi..
Syifa menyodorkan sendok yang berisi bubur ke mulut Maliq.
"Aaa...sedikit aja Kak"
Dengan terpaksa Maliq memakan bubur yang disuapkan Syifa ke mulutnya.
"Sudah,cukup Syifa..Aku sudah kenyang"Tolak Maliq setelah dia memakan buburnya beberapa sendok.
"Oo...iya Kak..Aku telpon Mamah yaa...minta tolong panggilkan dokter"
"Hmmm"
"Boleh Aku pinjam Hp Kak Maliq buat nelpon Mamah??
Maliq terperanjat...Dia baru sadar bahwa Syifa tidak memiliki HP.
"Iya pakai saja,itu hpnya"tunjuk Maliq ke atas nakas.
Syifa meraih Hp Maliq..Lalu mencari nomor Mamah...
"Hallo...Assalamualaikum Mah..."Sapa Syifa setelah Mamah mengangkat teleponnya.
"Ya Waalaikum salam...Ini Syifa ya??"Tanya Mamah setelah mengenali suara Syifa.
__ADS_1
"Iya Mah...