
Syifa menatap nanar bulan sabit yang separuhnya tertutup awan.Sinar bulan itu semakin tenggelam di tengah ramai cahaya lampu yang mendominasi keramaian kota.
Dia berdiri membebankan bobot tubuhnya di pembatas balkon hotel sambil bersedekap dada.Malam ini Syifa dan Maliq memutuskan menginap di hotel sesuai rencana mereka tadi siang.
Sepulang dari kantor Maliq tadi,mereka langsung menuju hotel tanpa pulang dulu ke rumah.Kata Maliq pada Syifa" Anggaplah kita lagi honey moon yang tertunda ".
" Apa aku cerita yang sebenarnya saja pada Kak Maliq ?? tapi apa Kak Maliq akan mempercayaiku ?? aku takut Kak Maliq mengganggapku hanya memfitnah Sandra !".Gumam Syifa sambil mendesah gelisah.
" Dek...ngapain di situ ??udara malam tidak baik untuk ibu hamil,dek !! " Tiba tiba suara bariton Maliq membuyarkan lamunan Syifa.
Seketika Syifa menoleh menatap ke arah Maliq yang sedang menghampirinya tanpa membalikan badannya.
" Sudah selesai mandinya,Kak ?? " tukas Syifa tanpa menanggapi ujaran Maliq.
Maliq tersenyum mesra pada Syifa lalu mengulurkan tangan kekarnya memeluk pinggang Syifa dari belakang lalu mengusap pelan perut Syifa yang masih rata.
" Ngapain melamun di sini, hmm ??" Bisik Maliq sambil mengecup kepala Syifa.Syifa hanya tersenyum samar.Dia menghirup dalam dalam aroma maskulin yang menguar dari tubuh Maliq.
" Kak...kalau adek cerita sesuatu yang sifatnya sensitif,apa Kakak percaya sama adek??" Tanya Syifa mirip dengan sebuah gumaman.
Maliq mengernyitkan dahinya lalu menaikan tangannya merengkuh bahu Syifa dan membalikan badannya hingga posisi mereka saling berhadapan.
" Adek mau cerita apa,sayang ??" Ujar Maliq lembut sambil menatap wajah Syifa dengan intens.
Syifa menunduk lalu menghela nafasnya berat.
__ADS_1
" Apa Kakak percaya sama adek ??" Tanyanya lagi untuk meyakinkan dirinya.
" Adek adalah istri Kakak.Artinya belahan jiwa Kakak.Hampir empat tahun kita menikah sudah lebih dari cukup untuk Kakak mengenali siapa adek.Walaupun hampir empat tahun itu tidak sepenuhnya kita bersama,Insya Allah Kakak akan percaya dengan belahan jiwa Kakak" Ujar Maliq sambil menatap dalam dalam netra Syifa yang sedang menatapnya juga.
Syifa terkekeh kecil lalu kembali membalikan badannya membelakangi Maliq.
" Ini tentang Sandra Kak !! " lirih suara Syifa.
Maliq masih diam menunggu kelanjutan ucapan Syifa.Dia kembali mengetatkan pelukannya di pinggang Syifa.
" Kenapa dengan Sandra,dek ??" Ujar Maliq kemudian setelah sesaat Syifa diam.
" Dia hamil !! " Ucap Syifa to the point dengan nada datar.
Maliq tersentak.Seketika dia melepaskan pelukannya lalu membalikan badan Syifa menghadapnya kembali.
Syifa terkikik geli di dalam hati.Dia tidak menyangka reaksi Maliq seperti itu. " Siapa juga yang bilang dia itu hamil anakmu,Kak !! Batinnya.Dengan susah payah ditahannya agar dia tidak tertawa.Dia menatap Maliq dengan tatapan tajam.
" Dek..!! Adek percaya sama Kakak kan ?? " Tanya Maliq lagi masih dengan suara paniknya.Dia semakin khawatir melihat tatapan dingin dari Syifa.
Syifa menggeleng pelan lalu melangkah melewati Maliq ke arah kursi yang ada di balkon.
Maliq frustasi." Aarggh...ini pasti akal akalan Sandra !! Geram Maliq sambil melangkah menyusul Syifa.
Maliq berlutut di hadapan Syifa.Digenggamnya tangan mungil yang ada dipangkuan Syifa lalu dikecupnya bertubi tubi.
__ADS_1
" Dek..!! jangan diam dong !! Sumpah demi Allah..Kakak tidak pernah berhubungan dengan Sandra "Rengek Maliq dengan wajah yang memelas.
Syifa membuang pandangannya lalu mendesah pelan.
" Apa yang Sandra ceritakan padamu,dek ?? Kakak mohon jangan percaya padanya !! "
Syifa masih tetap bisu.Entah kenapa hatinya merasa terhibur melihat kepanikan Maliq.
" Ok..baiklah.Lebih baik kita pulang menemui Sandra, dan Kakak akan buktikan bahwa Kakak tidak pernah menyentuhnya !!" Ujar Maliq dengan nada geram.Dia beranjak dari tempatnya dan menarik tangan Syifa untuk pergi.
" Kak..!! adek belum selesai bicara loh..!! Ucap Syifa lembut dan menepis pelan tangan Maliq yang menariknya.
Maliq kembali berlutut di depan Syifa. " Kak..ayo duduk dulu di kursi !!.Kita bicarakan ini pelan pelan tanpa emosi " Imbuh Syifa lagi.
Maliq menarik kursi di sebelah kursi Syifa dengan posisi berhadapan.
" Adek percaya kan sama Kakak ?? " Maliq mengulang pertanyaanya dengan suara memelas.
Seketika Syifa menatap netra elang Maliq yang sedang menghujam padanya." Bukankah kata Kakak tadi,Kakak sudah sangat mengenal siapa adek ??" Ungkap Syifa retoris.
" Kata Kakak..adek belahan jiwa Kakak.Artinya Kakak tau seperti apa benak adek saat ini " Imbuhnya lagi.
Maliq hanya terpaku menatap Syifa yang sudah berhasil membuatnya panik.
" Kalau begitu..selesaikanlah pembicaraanmu.Sebenarnya apa yang coba adek ceritakan " Ucap Maliq lesu.
__ADS_1
Syifa terkekeh pelan. " Sandra memang hamil.Tapi adek tidak mengatakan bahwa itu anak Kak Maliq.Kak Maliqnya saja yang terlalu overthinking " Cibir Syifa.
" Oh.." Maliq ber-oh ria seperti orang bodoh.Lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Dia salah tingkah.