
Syifa mengelus punggung tegap Maliq lalu menegakan tubuh suaminya itu. " Ijinkan aku menempati kamar tamu.Aku ingin mengikuti saran dari dokter " Ucap Syifa seraya bangkit dari tempat duduknya.
Sontak Maliq berdiri. " Kakak juga pindah ke kamar tamu yaa,dek..!? Bujuk Maliq mencoba peruntungan lagi.
Syifa menatap datar wajah Maliq. " Kamarnya kecil,kak..!! kakak pasti tidak nyaman " Ujar Syifa lalu melanjutkan langkahnya keluar dari dalam kamar.
" Dek...kakak boleh yaa tidur dengan adek di kamar tamu ?? " Maliq mencekal lengan Syifa berhasil menghentikan langkahnya.
" Yaa, dek yaa ?! " Maliq memohon dengan wajah sendu.
Syifa menghirup udara dengan perasaan sesak." Biarkan aku sendiri dulu,kak !! "
" Atau kakak bikin lift saja biar adek tidak usah pindah di kamar bawah " Ujar Maliq lagi mencoba membujuk istri kecilnya itu.
Syifa menggeleng, memutar bola matanya jengah lalu melanjutkan langkahnya tidak peduli dengan bujukan Maliq.
" Dek...!! " Maliq mengejar langkah Syifa tapi tak sedikitpun diperdulikan oleh istrinya itu.
" Bu Aty...aku boleh minta tolong ?? " Ucap Syifa pada Aty seraya mendekat ke arah asisten rumah tangganya yang sedang mencuci piring ketika dia sudah sampai di dapur.
" Iya..boleh ,Nak Syifa !! Nak Syifa mau minta tolong apa ?? " Ujar Ati seraya mengangguk hormat pada majikannya itu.
__ADS_1
" Aku minta tolong pindahkan barang barangku ke kamar tamu.Dokter menganjurkan agar aku tidak naik turun tangga dulu untuk sementara " Tutur Syifa lalu menarik kursi mengambil tempat duduk di meja makan.
" Oo..iya,Nak !! nanti saya pindahkan setelah selesai saya mencuci piring "
" Mau saya bikinkan susu,Nak ?? " Tanya Bu Aty yang melihat Syifa duduk di meja makan dengan wajah letih.
" Tidak usah Bu..!! biar aku yang buatkan susu " Tiba tiba Maliq datang menimpali ucapan Aty.
" Oo..iya, pak !! " Ucap Aty kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Syifa yang melihat kedatangan Maliq,langsung berdiri dari tempatnya dan dengan langkah tertatih masuk ke dalam kamar tamu.
" Dek..kakak masuk, yaa ?! kakak bawa susu untuk adek !! " Seru Maliq setelah sebelumnya mengetuk pintu kamar dahulu.
" Ceklek !! " ternyata pintu tidak terkunci.Perlahan Maliq masuk ke dalam kamar.Netranya menangkap sosok Syifa yang berbaring memebelakangi pintu masuk.
" Dek..!! adek tidur ?? " Ucap Maliq dengan suara lirih nyaris tidak terdengar.
Syifa bergeming.Hanya suara dengkuran halus yang terdengar lembut di telinga pria berbadan tegap tersebut.
Maliq meletakan gelas berisi susu di atas nakas lalu berjalan mengitari ranjang dan menjatuhkan bobot tubuhnya berlutut di hadapan Syifa yang tertidur.
__ADS_1
Ditatapnya lekat lekat wajah cantik milik sang istri.
" Secepat itu adek langsung tertidur,dek ?? apa hari yang adek lalui kemarin begitu melelahkan ?? maafkan kakak,dek..!! kakak selalu mengulangi kesalahan yang sama.Seharusnya kakak memang tidak pantas lagi mendapat maaf dari adek "
" Kakak ikhlas, kalau adek marah pada kakak.Tapi kakak mohon jangan pergi dari kakak !! hidup kakak akan hancur bila adek pergi meninggalkan kakak !! " Maliq menyusut airmatanya yang kembali mengalir.Dikecupnya dengan lembut pucuk kepala istrinya lalu beranjak dan bergabung dengan Syifa di atas pembaringan.
Dipeluknya tubuh mungil istri tercintanya dengan gerakan hati hati agar tidak membangunkan istrinya itu.
Syifa sudah terjaga ketika suaminya berlutut di hadapannya.Perlahan cairan bening merembes dari sudut matanya yang terpejam.Dia mendengarkan setiap untaian kata yang keluar dari mulut suaminya itu.
" Iya kak, aku capek melawan rasa sesak di dadaku.Maafkan aku juga belum bisa menyesuaikan dengan dirimu.Pola fikir kita sangat berbeda.Aku wanita yang sangat kaku dan sangat tidak menyenangkan untuk jadi pendampingmu.Aku sadar itu Kak !! beri aku waktu, jika sampai saatnya kita tidak bisa menyatukan pola fikir kita,aku akan belajar melupakanmu kak !! " Batin Syifa pilu mengiringi tetesan air matanya yang terus mengalir.
Sesaat kemudian,setelah Syifa mendengar dengkuran dari suaminya.Dia bangkit perlahan dan meninyingkirkan lengan Maliq yang melingkar di pinggangnya dengan hati hati.
" Ternyata kakak juga kelihatan sangat lelah.Apa dia tidak tidur semalam ?? lihatlah lingkaran hitam di bawah matanya terlihat sangat jelas" Gumam Syifa memindai wajah tampan suaminya.
Maliq memang belum istrahat sama sekali dari kemarin.Dia sibuk mencari Syifa sampai larut malam.Dan tadi pagi pagi sekali dia kembali melanjutkan pencariannya sampai Sandra menelponnya,mengatakan bahwa Syifa sudah pulang.
" Jujur Kak..aku sangat merindukanmu.Aku rindu dipeluk olehmu " Bisik Syifa seraya mengecup kening suaminya dengan sangat lembut.
" Aah...ada apa denganku..kenapa aku tidak bisa menyimpan kemarahan untuknya lama lama !! " Desah Syifa kesal dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Syifa membenarkan jilbabnya yang berantakan lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Maliq yang masih terlelap dengan damai setelah sebelumnya meneguk habis susu yang disediakan oleh suaminya.Dia ingin mandi,terpaksa dia kembali ke kamarnya dengan Maliq karena pakaiannya masih ada di dalam kamar itu.