Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
232


__ADS_3

" Ara..!! Uncle boleh tanya ?? "


" Iya,Uncle mau tanya apa ?? "


" Mm..itu Umi,Mommynya Ara ?? " Tanya Tuan Adalrich ragu.


" Iya..itu Mommy Ara.Cantik kan Uncle ?? " Sahut Zahrah dengan mata mengerjap lucu.


" Oo..Iya.Umi Ara cantik.Uncle pikir itu auntynya Ara " Ujar Tuan Adalrich lemah.Entah mengapa ada rasa kecewa di hatinya mendengar bahwa Nurul sudah menikah.


" He..he..kalau aunty Ara nggak di sini.Dia tinggal jauh dari kota ini.Tapi setiap bulan aunty akan datang ke sini. " Cerocos Zahrah dengan mimik yang lucu.


" Aunty Ara juga cantik loh,Uncle..!! imut imut kaya Ara " Cerocos Zahrah dengan nada yang menggemaskan.


" Haa..haa...iye deh...Ara memang cantik dan imut- imut kaya marmut !! " Goda Tuan Adalrich terbahak.Entah mengapa dia merasa bebas dan sedikit konyol saat berbicara dengan gadis umur lima tahun di depannya itu.


" Iissh..uncle !! Ara marah nih..!! " Rajuk Zahrah dengan bibir cemberut maju lima senti.


" He..he..maaf !! uncle bercanda kok.Ara paling cantik dan imut deh..!! jangan marah yaa..nanti cantik dan imutnya hilang loh..!! " Bujuk Tuan Adalrich dengan nada menggoda.


Seketika Zahrah tersenyum. " Iya,Ara maafin deh...Ara kan anak yang baik hati suka memaafkan " Ujar Zahrah narsis.


Tuan Adalrich kembali terbahak. " Benar benar anak yang lucu.Kayanya aku semakin suka dengan anak kecil ini " Batinnya.


" Mm...Ara punya kakak atau adik ?? " Tanya Tuan Adalrich setelah beberapa saat.


Seketika Zahrah menggeleng keras. " Ara sendiri, dan tidak mau punya dede. Ara benci dede bayi.Gara gara dia,Abi tidak sayang Ara lagi.Abi pergi ninggalin Ara dan Umi " Sontak Tuan Adalrich terkejut melihat raut wajah Zahrah yang tiba tiba emosi.Ada kemarahan dan kekecewaan terpancar dari mata bening anak kecil itu.


" Haa..kenapa ?? Abi itu siapa ?? kenapa Ara benci dede bayi ?? " Cecar Tuan Adalrich pada Zahrah.


" Abi itu Daddy..Ara benci Abi, Abi sudah bikin Umi nangis.Itu gara gara Abi mau punya dede bayi , jadi Abi ninggalin Ara dan Umi " Tutur Zahrah sendu.Setitik kristal bening bergulir di atas pipi gembulnya, yang seketika dihapusnya dengan ujung jilbabnya.


Tuan Adalrich tertegun. " Artinya Umi sudah cerai dari daddynya Ara ??kasihan,anak sekecil ini harus jadi korban perceraian orang tua " Monolog Tuan Adalrich membatin.Dia iba melihat Zahrah.Anak yang tadinya sangat ceria,tiba tiba jadi murung hanya karena mengingat perceraian orang tuanya.

__ADS_1


" Ternyata di balik wajah cerianya,dia menyimpan banyak luka dan kekecewaan ".


" Ara..!! jangan nangis dong.Mungkin Abi bukannya ninggalin Ara, tapi Abi lagi sibuk." Bujuk Tuan Adalrich sambil menyentuh pipi Zahrah untuk menghapus jejak air mata di pipinya.


Zahrah menggeleng seraya menepis pelan tangan Tuan Adalrich." Kata Umi tidak boleh ada laki laki yang boleh sentuh Ara selain Abi dan kakek " Ucapnya polos.


Tuan Adalrich tersentak lalu menarik tangannya. " Maaf Ara !! Uncle tidak sengaja !! ee...uncle tidak tahu " Tuan Adalrich gelagapan.Dia merasa bersalah telah menyentuh pipi Zahrah.


" Tidak apa - apa uncle, tapi lain kali jangan di ulangi lagi yaa, uncle !! " Ucap Zahrah memperingati dengan tegas seraya melempar tatapan tajam menghunus ke arah Tuan Adalrich bak seorang gadis dewasa yang menegur pasangannya.


Tuan Adalrich terkesiap melihat tingkah Zahrah.Seketika dia mengingat seseorang melihat tatapan tajam dari Zahrah.


" Insyaa Allah,Uncle janji !! tapi kita masih bisa berteman kan ?? " Kata Tuan Adalrich dengan nada dibuat seimut mungkin.


" Haa..haaa...Uncle lucu kaya gitu !! " Zahrah terbahak seraya membekap mulutnya dengan tangannya.Seketika wajah sendu Zahrah langsung menghilang berganti dengan wajah ceria kembali.


Tuan Adalrich meringis lucu." Akhirnya dia ceria kembali.Anak yang unik,dengan seketika bisa berubah suasana hatinya " Batin Tuan Adalrich.


" Zahrah..!! Umi tunggu dari tadi, ternyata Zahrah di sini !! " Suara lembut tiba tiba mengalihkan atensi Tuan Adalrich dan Zahrah.


Nurul berjalan mendekati meja bundar tempat Tuan Adalrich dan Zahrah sedang ngobrol.


" Maaf Tuan,kalau anak saya mengganggu Tuan !! " Sapa Nurul pada Tuan Adalrich.


" Eeh...tidak apa.Malah saya senang kenal dengan anak sepintar dan lucu seperti Ara " Sergah Tuan Adalrich sedikit gugup.


" Mm..masalah tadi,maaf saya tidak sengaja menabrak nona !! " Ujar Tuan Adalrich pelan.


Nurul tersenyum tulus. " Iya, tidak apa - apa.Mungkin saya juga yang tidak fokus berjalan ".


" Deg..!! " Tuan Adalrich terkesiap melihat senyum Nurul yang sangat manis di matanya.Entah rasa apa yang sedang dirasakannya.Ini perasaan yang sama untuk kedua kalinya dengan wanita yang berbeda.Dua wanita yang memiliki paras yang sama tapi memiliki karakter yang bertolak belakang.


Wanita yang satu memiliki karakter kaku dan dingin senantiasa tertutup.Dan yang satunya adalah wanita yang hangat, ramah berwajah ceria tapi anggun berwibawa.Dua duanya mampu membuat hati Tuan Adalrich bergetar hebat.Rasa yang tidak pernah dialaminya selama hidupnya.

__ADS_1


" Astaghfirullah..!!" Tuan Adalrich beristighfar dalam hati.Dia teringat dengan nasihat guru spiritualnya.


" Aurat seorang laki laki adalah menundukan pandangannya ketika bertemu dengan lawan jenis untuk menghindari zina mata "


Seketika Tuan Adalrich membuang pandangannya ketempat lain.


Zahrah beranjak dari tempatnya.Dia berjalan menuju pantry yang terletak di sudut ruang tunggu.Pantry ini sengaja disiapkan untuk para pelanggan saat menunggu layanan di bengkel.Pantry ini menyediakan mesin pembuat kopi atau minuman lainnya,ditambah lagi cemilan yang bisa diambil sendiri oleh pelanggan.


Ruang tunggu ini di design mirip dengan caffe tapi bedanya di sini pelanggan melayani dirinya sendiri.Bisa bikin minum sendiri sesuka hatinya,ambil sendiri apa yang disediakan di sini.


Nurul membuat kopi untuk Tuan Adalrich dan secangkir teh untuknya sendiri.


" Maaf Tuan , kayanya dari tadi Tuan di sini belum minum " Ujar Nurul menyodorkan secangkir kopi ke hadapan Tuan Adalrich seraya menarik kursi untuk tempatnya duduk.


" Aah...iya,tidak perlu repot.Saya jadi tidak enak !! " Tuan Adalrich gelagapan salah tingkah.Dadanya berdebar tidak karuan.


" Panggil saja saya Adalrich,tidak usah panggil Tuan.Kesannya seperti majikan sama asisten " Kelakar Tuan Adalrich menutupi kecanggungan.


Nurul tertawa renyah. " Oke..baiklah.Kalau begitu panggil saja saya Nurul.Atau mau panggil Uminya Zahrah juga boleh " Sahut Nurul.


Tuan Adalrich mengangguk kecil tanpa menatap Nurul.


" Umi..!! Ara tidak dibuatkan minum ?? " Tiba tiba suara cempreng Zahrah memecah kecanggungan.


Sontak Tuan Adalrich dan Nurul menatap ke arah Zahrah yang sedang menatap mereka dengan tatapan menggemaskan.


" Mm..Zahrah minumnya susu.Dan susu Ara tidak ada di sini.Ara, Umi ambilin air mineral saja yaa..!! " Ujar Nurul lembut.


Zahrah menggeleng dengan bibir cemberut. " Ara mau seperti orang dewasa, duduk di caffe sambil minum teh atau kopi " Ujar Zahrah ambigu.Hal ini sontak membuat Tuan Adalrich terkekeh pelan.


" He..he...minum air putih saja ya ,sayang !! lebih sehat.Nanti umi ambilin " Bujuk Nurul sambil membelai lembut kepala Zahrah yang tertutup jilbab.


Zahrah tersenyum." Ngak usah,Umi..biar Ara ambil sendiri " Ujarnya seraya bangkit dari kursinya menuju pantry.

__ADS_1


Hati Tuan Adalrich menghangat. " Sepasang anak dan ibu yang manis " Batinnya.


__ADS_2