
"Kenapa diam hmm??!!" Imbuh Willy.
Linda terpaku."Awas yaa kalian berdua,,aku pasti akan adukan pada Uncle Jems " Ujar Linda geram merasa dipermainkan oleh Gladis dan Willy.Seketika dia membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari Willy dari Gladis.Samar telinganya masih mendengar gelak tawa Gladis dan Willy mengejeknya.
***
Syifa,Maliq dan Hendra masih serius dengan pekerjaan mereka masing masing di ruangan yang sama.
Maliq mengangkat wajahnya dan melirik ke arah jam tangannya. "Sepertinya untuk hari ini kita cukupkan dulu.Insyaa Allah kita lanjutkan besok,ini sudah malam"Ujar Maliq tiba tiba memecah kesunyian.
Syifa mendongakkan kepalanya menatap Maliq. Dirapikannya kertas kertas yang berserakan.
"Hhfftt..akhirnya pulang juga " Batin Syifa.
"Drrtt...
"Drrtt.."Tiba tiba ponsel Maliq bergetar.
"Hallo.."
__ADS_1
........
" Oo...iya,kamu tunggu di situ saja.Aku sudah selesai kok.15 menit lagi aku ke situ "
Maliq segera merapikan tas kantornya dan memakai jas yang tergantung di belakng kursinya.
Syifa berdiri meraih tasnya "Saya duluan Pak..."Pamit Syifa sambil berjalan keluar dari ruangan Maliq.
Maliq hanya mengangguk sekilas karena sedang mengetik di layar ponselnya.
Hendra berdiri menunggu Maliq keluar.
Syifa berdiri di depan kantor sambil memperhatikan jalanan. "Semoga masih ada taxi yang lewat " Gumam Syifa sambil merapikan jilbabnya.
"Ke jalan Ww..no xxx ya pak !!tapi sebelumnya kita singgah di swalayan dulu ya pak.." Ujar Syifa pada sopir taxi setelah duduk di dalam mobil.
"Siap non " Sahut sopir taxi sambil menjalankan mobilnya.
"Hendra,kemana Syifa ?? Tanya Maliq pada Hendra.Saat ini mereka sudah berada di parkiran kantor.Maliq lebih senang menyetir sendiri ke kantor.Dia menggunakan jasa sopir hanya ketika perjalanan jauh atau saat dia merasa kurang sehat.
__ADS_1
"Sudah pulang,Pak.!!."
"Astagaa...kenapa tidak bilang.Dia naik apa ??"Ujar Maliq khawatir.
"Saya kurang tau juga,Pak..soalnya dia langsung pergi tadi saat kita masih dalam ruangan " Jelas Hendra.
"Kenapa kamu tidak mencegahnya,ini sudah malam.Dia seorang perempuan nanti ada apa apa...arggh..."pekik Maliq panik.
Hendra hanya menunduk merasa bersalah."Iya juga,kenapa aku tidak mencegahnya tadi.Ini kan sudah malam "Batin Hendra merasa menyesal.
"Tapi,,kok Pak Bos panik sekali begitu yaa..??!!biasanya juga banyak karyawan perempuan yang lembur nggak pernah tuh ditanyain sama pak Bos "Ujar Hendra ,yang jelas hanya di dalam hatinya lagi.
Sementara itu Syifa singgah dulu di swalayan untuk berbelanja bulanan.Syifa memilih milih kebutuhan rumah dan kebutuhan pribadinya.Dia memakai ATM tabungan Maliq untuk membayar belanjaannya.Sejak Maliq memarahinya tempo hari karena tidak memakai ATM pemberian Maliq,terpaksa Syifa menggunakannya untuk belanja keperluan rumah.
***
Maliq yang panik mencari Syifa,langsung memacu kendaraannya menyusuri jalan menuju rumahnya.Dia lupa Linda sedang menunggunya di mall.Linda menelponnya tadi untuk menjemputnya di mall.Linda mengatakan pada Maliq bahwa mobilnya lagi di pinjam sama sepupunya untuk mengantar istrinya lahiran.
"Ckk...itu anak pergi nggak bilang bilang.Kalau ada apa apa di jalan,nanti aku juga yang disalahkan sama Mamah."Gerutu Maliq sambil memperhatikan jalanan yang mulai sepi.Dia memasuki jalan yang kompleks nya sepi dan minim penerangan karena pohon di tepi jalan yang sangat lebat.
__ADS_1
"Ckiit..."Tiba tiba Maliq menginjak rem mobilnya mendadak.Dia melihat tiga orang berpakaian serba hitam dan memakai masker wajah berwarna hitam juga, berdiri di tengah jalan yang sepertinya sengaja menghalangi mobil Maliq.
"Ckk...siapa sih mereka ??" Gerutu Maliq sambil menatap nanar ke arah tiga orang yang menghalangi jalannya.