
" Sandra !! ngapain kamu di sini.Kenapa masuk kamar orang tanpa permisi.Dasar tidak punya sopan ! ! Bentak Maliq geram.Diputarnya tubuhnya menghindari pelukan Sandra lalu menepis kasar tangan Sandra.Dia merasa sangat terkejut tarnyata yang memeluknya dari tadi bukan Syifa.
Syifa berjalan dengan anggun ke arah Maliq.Wajahnya datar dengan tatapan dingin menghujam ke arah Sandra.
" Dek...ini bukan seperti yang adek lihat !! " Maliq panik melihat sikap Syifa.Dia takut istri kecilnya itu salah sangka.
" Maliq !! kenapa kamu jadi panik ??aku juga istrimu,sudah hal yang wajar kita berpelukan.Kita saling merindukan setelah sekian lama tidak bertemu " Ujar Sandra provokatif.Dia ingin memanfaatkan keadaan untuk menciptakan kesalah pahaman Syifa.
" Diam kamu Sandra..!! jangan memperkeruh suasana.Aku tidak tahu kalau kau yang memelukku.Kufikir Syifa yang memelukku tadi !! " Bentak Maliq semakin geram.Wajahnya merah padam menahan emosinya yang ingin meledak.
Syifa mengikis jaraknya dengan Maliq lalu menarik lembut tangan Maliq ke arah kamar mandi." Buka kembali baju kakak !! Titah Syifa dengan nada datar.
" Haa ?? Maliq bingung tapi tetap menuruti perintah Syifa masih dengan wajah tidak mengerti.
Syifa menuntun Maliq ke bawah shower dan dinyalakannya shower untuk mengguyur tubuh Maliq.Dibalurnya Tubuh Maliq dengan sabun cair kemudian dibilasnya kembali.
" Bersihkan tubuh kakak sampai bersih !! aku tidak mau ada jejak Sandra di tubuh Kakak !!." Ucap Syifa dingin lalu meninggalkan Maliq di dalam kamar mandi.
Maliq tersenyum mendengar ucapan Syifa." Ternyata lagi cemburu !! aah...manisnya istriku kalau lagi cemburu !!"
" Kenapa masih di sini ?? " Tanya Syifa datar melihat Sandra masih terpaku di tempatnya semula.
" Haa..?? kenapa ??aku juga punya hak dengan suamiku.Aku sedang menunggu suamiku " Jawab Sandra percaya diri lebih tepatnya tidak tau malu.
" Dan kenapa kau menyuruh Maliq untuk mandi lagi ?? memangnya aku ini virus ?? " Pekik Sandra tersinggung.
Syifa mengangkat kedua bahunya." Aku tidak pernah bilang begitu !! tapi kalau kau merasa seperti itu..tidak ada yang melarang kau berperasaan seperti itu " Sarkas Syifa.
__ADS_1
Sandra mendengus kesal." Awas kau Syifa !! kita liat sampai dimana keangkuhanmu itu !! ". Batin Sandra geram.
" Yakin mau menunggu di sini ?? Syifa memicingkan matanya ke arah Sandra sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" iya lah...!! " Ujar Sandra sambil berjalan ke arah Sofa dan menghempaskan tubuhnya dengan santai di sofa empuk tersebut.Disilangkannya kedua kakinya dengan nyaman.
" hhfftt..terserah..!! " Syifa jengah lalu meninggalkan Sandra menuju kamar mandi dengan membawa handuk dan bathrobe untuknya dan Maliq.Kalau biasanya Syifa sangat menghindari untuk sekamar mandi dengan Maliq karena malu,tapi kali ini ditepisnya jauh jauh rasa malu itu hanya untuk memberi pelajaran pada madunya itu.
" Eeh..apa apaan ini ?? " Sandra mendelik melihat Syifa masuk ke dalam kamar mandi,sementara Maliq masih mandi di dalam.
" Braak..!! " pintu kamar mandi tertutup dengan sempurna.
" Balikan badan Kakak..!! Jangan menghadap ke sini.Adek mau mandi.Tapi jangan keluar sebelum adek selesai mandi !! " Suara datar Syifa memberi perintah pada Maliq.
Maliq seketika menatap bingung ke adah Syifa. " Adek mau mandi sama sama dengan Kakak ?? " Tanya Maliq antusias.
" Yaahh..Kakak kira adek mau mandi bareng Kakak " Suara Maliq dengan nada kecewa.
" Jangan macam macam,adek mau mandi !! " Syifa membelakangi Maliq lalu membuka pakaiannya satu persatu.
Dua puluh menit kemudian.Maliq dan Syifa sudah menyelesaikan ritual mandi mereka.Mereka keluar dari kamar bersama sama.Maliq hanya memakai handuk yang melingkar di pinggang.Sedangkan Syifa memakai bathrobe selutut memperlihatkan tungkainya yang putih bersih.
" Eeh...masih di sini ?? Sarkas Syifa.
Maliq mengerutkan keningnya. " Kenapa masih di sini ?? "
" Ngapain aja sih di dalam kamar mandi ?? kok lama banget !! " kesal Sandra dengan wajah ditekuk.
__ADS_1
" Pake nanya lagi..!! kira kira ngapain coba suami istri di dalam kamar mandi ?? " Ucapan frontal Maliq sukses membuat wajah Sandra merah padam.
" Maliq..aku juga istrimu.Tidak bisakah kamu menghargaiku sedikit saja " Sandra terisak pilu mengucapkan kata katanya.
" Tidak bisa..!! karena kau bukan istriku yang sesungguhnya " Tegas Maliq. " Sekarang keluar dari kamar ini,kami mau pakai baju " Imbuhnya lagi tak berperasaan.
Maliq menarik paksa tubuh Sandra." Keluar !! " Usir Maliq sambil menutup dengan kasar pintu kamar lalu menguncinya dengan rapat.
Syifa hanya tediam melihat perdebatan Maliq dan Sandra." Maafkan aku,Sandra !! ". Batinya.
" Dek...Kakak sangat suka dengan sikap adek seperti ini.Bikin gemas.Lain kali kita mandi bareng lagi yaa !! " Ucap Maliq genit sambil menaik turunkan keningnya.
" Cih..maunya.Tidak ada !! " Tegas Syifa datar lalu melangkah ke arah wardrobe mengambil pakaiannya dengan Maliq.
Maliq melingkarkan tangan besarnya di pinggang Syifa lalu mengelus pelan perut Syifa yang mulai sedikit buncit." Dede.. !!Mamah nakal tadi.Genit sama Papah " Gumam Maliq mengadu pada janin calon anaknya.
Syifa menepuk tangan Maliq. Wajahnya seketika merah menahan malu" Apaan sih..Kak !!.
" Hee..hee..memang kenyataannya seperti itu.Dan Kakak senang sekali !! "
" Kak Maliq !! " Syifa mendelik pura pura marah.
" Jangan biasakan dede bayi memanggil Papah sama Mamah...adek maunya Abi sama Umi " Rajuk Syifa manja pada Maliq.
" Oo..okey..Abi sama Umi " Sahut Maliq lalu mencium pipi Syifa dengan gemas..
" Kak Maliiiq !! "
__ADS_1