Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
156


__ADS_3

"Bee..aku penasaran,sebenarnya kamu itu umur berapa sih??" Tanya Evren.Saat ini dia sudah berada di apartemen Syifa.Mereka lagi duduk santai di balkon kamar Syifa.


" Dua puluh mau dua satu " Jawab Syifa singkat sambil mengunyah snack yang dibawa Evren tadi.


"What..??pantas imutnya kebangetan.Tapi,herannya aku, kamu itu sudah sarjana.Kamu pasti ambil program akselerasi,iya kan ?"


Syifa mengangguk." Aku dari Sekolah Menengah Atas sudah mengandalkan beasiswa sampe sekarang.Kalau bukan beasiswa mungkin aku tidak ada di sini..he..he.." Jelas Syifa sambil terkekeh.


"Oooh...Evren ber oh ria sambil manggut manggut".


"salut.Luar biasa.Hanya orang yang berotak encer yang bisa menyelesaikan kuliahnya dalam waktu singkat !!" Imbuh Evren sambil mengacungkan dua jempolnya.


Syifa hanya tersenyum sekilas,setelahnya kembali mengarahkan tatapannya ke arah laptop yang di pangkunya.


"Hfft...bee !!!.Boleh nggak kita santai dulu sejenak tanpa embel embel kerja tugas.Refreshinglah!!!..kamu serius amat.Itu tugas kan belum diserahkan minggu ini juga,kita masih punya waktu sebulan ".Gerutu Evren sambil menatap ke arah Syifa,bibirnya mengkerucut.


Syifa terkekeh,sambil mengangkat wajahnya " Aku punya target,Insya Allah aku ingin bisa selesai S2 hanya setahun.Aku rindu orang tuaku "Ujar Syifa mirip dengan sebuah gumaman.Sorot matanya tiba tiba sendu, tatapannya kosong.


Evren melirik sekilas ke arah Syifa. " Belum juga sebulan di sini,sudah rindu orang tua.Kaya yang sudah tahunan nggak ketemu " Ujar Evren mencebik ke arah Syifa.


Syifa hanya menarik nafasnya dengan berat." Nyatanya memang aku sudah lama tidak ketemu Mamah sama Papah.Entah bagaimana kabar mereka sekarang " Batin Syifa tanpa menyahut sindiran Evren.


" Hmm..gadis kutub..kaku,ngga asyik..tapi aku suka berteman dengannya.Aku suka dengan sifatnya yang apa adanya.Aku nyaman berteman dengannya ".Gumam Evren dalam hati.


" Bolehkah aku memanggilmu kakak ??tidak etis rasanya aku hanya memanggil namamu,sedangkan umurmu lebih tua dariku.Lagi pula aku sangat merindukan kakakku " Ucap Syifa tiba tiba memecah keheningan.Syifa menatap Evren dengan lembut.Tatapannya menyimpan sejuta kerinduan yang terpendam.


Evren tersentak dengan permintaan Syifa" He..he..boleh..!!tapi, ada syaratnya " Ujar Evren terkekeh.


Syifa menatap Evren sambil mengernyitkan keningnya."Syarat ??" beo Syifa.


"Heem...punya syarat..." Ujar Evren sambil menatap Syifa dengan tatapan usil lalu mengangguk kecil


"Syaratnya adalah..." Evren menggantung ucapannya.Dia mau lihat mimik Syifa yang penasaran.


Syifa menatap Evren dengan datar." Yah..sudah kalau tidak mau aku panggil kakak.Maaf mungkin buatmu tidak nyaman !!".


" Astagaa...bee...!!kenapa sih hidupmu serius amat.Aku bercanda kali.." Pekik Evren.


"Aku sangat senang kalau kamu mau memanggilku kakak.Aku tuh anak bungsu,nggak pernah dipanggil kakak" Imbuh Evren sambil beringsut memeluk Syifa dengan erat.


Syifa tersenyum " Makasih Kak !!"


Syifa dan Evren berpelukan.


" Ting tong "...Bel apartemen Syifa berbunyi..


"Siapa yang datang,Bee...???"


Syifa menggedikan bahunya "nggak tau !!" Ujar Syifa sambil berdiri hendak keluar dari kamar.


" Aku liat dulu yaa Kak !!"


"Ceklek..."


Syifa melongokan kepalanya melihat ke luar saat pintu apartemen terbuka.


" Ehh..nggak ada siapa siapa !!" Gumam Syifa sambil memutar lehernya mencari orang yang memencet bel tadi.


Tiba tiba netra Syifa membentur setangkai mawar merah yang tergeletak di depan pintu.


" Mawar merah " Desis Syifa lalu memungut setangkai mawar tersebut.


" Bunga cantik,untuk gadis yang cantik.Selamat malam cantik !!!💘💘💘" Eja Syifa membaca tulisan yang tergantung di tangkai mawar.


Syifa akan menutup pintu apartemen,sekilas dia menangkap siluet seseorang berdiri dekat pintu apartemen tetangganya.

__ADS_1


" Qenan " Desis Syifa sambil mengernyitkan dahinya.


Qenan yang menyadari bahwa Syifa sedang melihat ke arahnya langsung memberikan senyum terbaiknya untuk Syifa.


" Braak " Syifa menutup pintu tanpa membalas senyum Qenan.


" Dasar pengganggu !!!" Gerutu Syifa tanpa sadar membawa masuk bunga yang dipungutnya di depan pintu tadi.


"Siapa Bee..." Pekik Evren sambil berjalan menuju ke arah Syifa.


" Orang usil " Ujar Syifa datar tanpa ekspresi.


" Loh..itu bunga dari mana ??"


Syifa menyodorkan mawar tersebut pada Evren.


Evren menyambut setangkai mawar tersebut sambil mengernyitkan dahinya.


" Itu dari orang usil tadi.Nemu depan pintu" Ucap Syifa mengerti tatapan Evren.


"Ooh..tapi pengirimnya nggak ada di depan ?? ciiee artinya itu dari pengagum rahasia " Ledek Evren pada Syifa.


Syifa melewati Evren tanpa menanggapi ledekan Evren lalu masuk kembali ke dalam kamar.


" Astagaa...anak itu benar benar gadis yang kaku " Gumam Evren.




Tidak terasa Syifa sudah enam bulan berada di Jerman.Hari harinya dihabiskan untuk belajar.Dia bertekad di dalam hati,dia ingin menyelesaikan pendidikannya hanya dalam kurun waktu setahun.



Selama enam bulan itu juga dia harus merasa jengah menghadapi gangguan dari Qenan yang semakin hari menunjukan kegilaannya.Tiap hari Syifa harus mendapatkan buket bunga di depan pintunya.




Seperti hari ini,dia harus menarik nafasnya kesal.



" Astagfirullah...kenapa aku harus bertemu dengan manusia seperti ini " Gumam Syifa geram.



Diraihnya sebuket bunga tersebut lalu berjalan menuju apartemen Qenan.Hari ini buket bunganya memang cuman satu,tapi ukurannya super jumbo.Sampai sampai tubuh mungil Syifa tenggelam di balik buket bunga tersebut saat membawanya.



Syifa meletakan buket bunga tersebut lalu di depan pintu lalu menekan tombol bel apartemen Qenan.



Setelah sekian lama menunggu pintu apartemen Qenan terbuka.



" Ceklek " Pintu apartemen Qenan dibuka dari dalam seiring keluarnya seorang remaja cantik berwajah bule.



" Haii...!!" Sapa remaja itu pada Syifa sambil tersenyum ramah.

__ADS_1



" Eeh...haii !!" Ujar Syifa terkejut.Dia tidak menyangka orang lain yang akan membuka pintu apartemen Qenan.



" Woow...!!Kakak mencari Kak Qenan yaa..!!" Tanya remaja tersebut setengah terpekik sambil melirik buket bunga yang tergeletak di depan pintu.



" Kakak pacarnya Kak Qenan??..ayo mari masuk,kakak lagi mandi di dalam" Ajak remaja tersebut antusias.



" Eeh..bu ..bukan.Aku bukan pacar Qenan.Aku hanya mau kembalikan buket bunga ini " Ujar Syifa tergagap.



" Kenapa ??kenapa hatus dikembalikan ??" Tanya remaja tersebut dengan tampang bingung.



" Nggak kenapa napa.yaa..sudah aku pamit dulu " Ucap Syifa datar sambil membalikan badannya beranjak dari apartemen Qenan.



Remaja tersebut hanya melongo di tempatnya.Dia bingung.



" Kaaak Qenan...!!!" Pekik remaja tersebut memanggil nama Qenan,sepeninggal Syifa.



Qenan berlari dari dalam mendengar pekikan adiknya.



" Ada apa sih dek..." Tanya Qenan pada adiknya.



" Nih...ada buket bunga " Ujar remaja tersebut sambil menunjuk buket bunga jumbo yang tergeletak di depan pintu.



" Ehh...dia mengembalikannya,biasanya dibuang di tempat sampah " Gumam Qenan sambil terkekeh.



" Appaa Kak ?? kakak sering mengirim bunga untuk gadis berwajah datar itu??"



" Ooh..dia kemari tadi ?? Tanya Qenan balik tanpa menjawab pertanyaan adiknya tadi.



" Iya...kayanya dia lagi marah kak.Siapa gadis itu??apa dia pacar kakak ??" Cecar remaja itu pada Qenan.



" Semoga akan jadi kekasih kakak.." Ujar Qenan sambil tersenyum senyum.


__ADS_1


" Ishh...kakak tidak jelas ..!!" Gerutu remaja itu sambil meninggalkan Qenan yang masih tersenyum senyum tidak jelas.


__ADS_2