
" Hallo,Mah..!! kok belum nyampe juga dari tadi ?? " Maliq kembali menelpon Mamahnya.Dia kesal Mamahnya belum nyampe nyampe juga dari sejam yang lalu.Padahal kan jarak antara rumahnya dan rumah Mamah tidak sampe lima menit perjalanan.
" Sebenarnya ada apa sih,Nak..?? Kayanya Mamah belum bisa ke situ. Soalnya kakek sama nenekmu baru nyampe tadi jam tujuh.Tidak enak harus langsung ditinggal pergi.Mamah ke sananya nanti sore yaa, Nak..!! " Jawab Mamah dengan nada penyesalan.
" Hmm..kebetulan.Ada baiknya,aku ajak saja Sandra ke rumah Mamah." Batin Maliq.
" Kalau begitu,aku saja yang ke rumah Mamah.Aku sudah rindu juga sama kakek dan nenek " Ujar Maliq antusias.
" Baiklah..Mamah tunggu yaa..!! ajak Syifa sekalian nak..!! "
" Nanti diliat Mah..!! " Maliq merasa ragu membawa Syifa ke rumah Mamah.Dia takut Syifa tertekan dengan sikap keluarganya.
" Yaa..sudah Mamah tutup ya nak...Assalamualaikum !! "
" Waalaikum salam warrahamatullahi wabarakatuh "
Maliq memasukan ponselnya ke saku celana pendeknya setelah selesai menelpon Mamahnya." Siap siap.. !! kita ke rumah Mamah.Ada kakek sama nenek baru nyampe tadi di rumah Mamah " Ucap Maliq datar mengajak Sandra pergi ke rumah Mamahnya.
Sandra sumringah." Haa..kakek sudah nyampe ?? oke..aku siap siap dulu " Pekik Sandra senang.Seolah dia mendapatkan jackpot.Seketika Sandra berlari menuju kamarnya.
Maliq menautkan keningnya." Pasti ada yang sedang direncanakannya lagi !! "Gumam Maliq menatap punggung Sandra yang berlari menjauh dari hadapannya.
" Dek..!! Kakak mau ke rumah Mamah.Adek mau ikut ?? " Tanya Maliq pada Syifa yang sedang memasukan pakaian yang sudah disetrika oleh Ati ke dalam lemari.
" Tapi..." Maliq menjeda ucapannya.
" Tapi kenapa,Kak ?? " Syifa mengernyitkan keningnya lalu berbalik menatap Maliq.
" Mm..ada kakek sama nenek di sana " Ucap Maliq lirih.Sebenarnya dia tidak ingin mengajak Syifa ke sana.Dia hanya ingin segera menyelesaikan permasalahannya dengan Sandra.Tapi,dia tidak ingin menyinggung perasaan Syifa kalau tidak mengajak Syifa pergi.
Syifa terkekeh kecil." Menurut Kak Maliq..adek harus ikut atau tidak ?? " Syifa sangat mengerti roman Maliq.Dia tau Maliq tidak ingin mengajaknya ikut.
__ADS_1
" Dek..Kakak mau pergi bersama Sandra.Kakak ingin segera menyelesaikan masalah kakak dengan Sandra " Ujar Maliq tanpa menjawab pertanyaan Syifa.
" Ya..sudah.Kakak pergi saja.Tapi,adek boleh jalan sama gladis ?? " Ucap Syifa ragu ragu.Tadi pas Maliq lagi bicara dengan Sandra,Gladis menelponnya untuk mengajaknya jalan jalan pantai.Sebenarnya dia mengajaknya bersama Maliq.
" Jalan ke mana ?? " Tanya Maliq posesif.
" Ke pantai katanya.Kak Will ngajakin " Kata Syifa dengan nada ragu.
" Apa ?? kalian mau jalan tanpa kakak ?? tidak..tidak !! tungguin kakak dulu baru kita pergi sama sama !! " final Maliq.
Syifa mendongakan kepalanya menatap Maliq." Tapi,nanti Kak will dan Gladis akan kelamaan nungguin " Cicit Syifa.
" Insyaa Allah Kakak tidak akan lama,begitu Kakak selesai bicara dengan kakek,kakak langsung pulang..okey !!?.Lagian..adek mau pergi dengan sepasang suami istri,trus adek ngapain di situ.Mau jadi obat nyamuk,hmm ?? " Maliq menjawil mesra hidung bangir Syifa lalu mengecup pipi istrinya dengan lembut.
" Iya deh...tapi kakak yang telpon kak Will...!! adek nggak enak harus menyuruh mereka nungguin kita " Ujar Syifa dengan wajah cemberut.
" Iya..nanti kakak telpon Willy ".
Sandra sedang mandi di kamar mandi
" Kakek memang terbaik..baru juga ditelpon kemarin,langsung datang.Kakek memang sangat sayang padaku " Gumam Sandra gembira.
Sandra mandi sambil bersenandung.Moodnya pagi ini benar benar sangat baik.
" Tapi...ini perut semakin hari semakin buncit.Sebentar lagi aku tidak bisa menyembunyikan kehamilan ini walaupun aku memakai stagen." Sandra mematut dirinya di cermin dalam kamar mandi.Sandra mengelus pelan perutnya yang sudah membuncit.
" Aargghh..kenapa juga harus pakai hamil segala " Sandra berteriak frustrasi.
" Hmm..terpaksa aku pakai kaos longgar sama celana longgar biar ini perut nggak kentara " Gumam Sandra sambil memilih pakaiannya dalam lemari." Lupakan dulu penampilan modis,biar berpenampilan gembel saja dulu..demi suksesnya sebuah drama " Sandra mengukir smirk devilnya.
" Trus ini wajah..nanti aku make over biar keliatan nyata kalau aku itu istri yang diabaikan.Dan jadi istri yang dijajah oleh istri pertama " Sandra mengaplikasikan make upnya membuat matanya berkantong seolah dia sangat tersiksa diperlakukan tidak adil oleh Maliq.
__ADS_1
" Kakek..!! mari saksikan drama cucumu ini ..haha..haa "
Di kamar Syifa..
Maliq memeluk posesif pinggang Syifa dari belakang dan menyusupkan kepalanya di balik jilabab Syifa.Dia mengecup tengkuk Syifa berulang ulang.
" Kaaak..!! geli " Syifa menggelinjang lalu membalikan badannya dan memukul pelan dada suaminya.
" Aaww...sakit,dek..!! " Maliq meringis pura pura kesakitan.
" Mana ada sakit..!! adek cuma mukul pelan kok !! Kak Maliq bohong !! " Syifa memberenggut pada Maliq.Bibirnya cemberut dikerjain oleh Maliq.
" Maliq...ayo..!! " Sandra tiba tiba menginterupsi kemesraan pasangan itu.
Maliq dan Syifa tersentak." Heeh..tidak sopan !! kalau masuk kamar orang ketuk pintu dulu..jangan main nyelonong aja !! " Bentak Maliq pada Sandra tanpa melepas pelukannya di pinggang Syifa.
" Ii..iya maaf..!! Sandra tergagap.Ada perasaan nyeri menyusup di relung hatinya menyaksikan kemesraan di depan matanya.Tapi tetap saja dia melangkah masuk ke dalam kamar mendekati Syifa dan Maliq.
" Heeh..ngapain pake acara masuk lagi ?? tunggu di luar " Sentak Maliq kesal.
Sandra bergeming.Dia terpaku di tempatnya dengan tampang tak berdosa.
" Aahh...!! Maliq menggeram kesal lalu mengurai pelukannya di pinggang Syifa." Dek...kakak pergi dulu,tungguin Kakak.Jangan ke mana mana,hmm !! " Ujar Maliq lembut sambil mengecup pucuk kepala Syifa yang tertutup oleh jilbab bergonya.
Maliq melangkah keluar dari kamar tanpa menunggu Sandra.
" Kasihan yaa..walau jadi istri kesayangan suami tapi tidak diajak dipertemuan keluarga " Provokasi Sandra pada Syifa.
Syifa hanya tersenyum tipis lalu melangkah keluar kamar tanpa memperdulikan ucapan Sandra.
" Aarghh...malah dicuekin "
__ADS_1