Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
52


__ADS_3

Maliq menoleh ke arah sumber suara.


"Mah..kapan Mamah datang Mah??ngapain Mamah di situ,duduk di tempat gelap"Pekik Maliq melihat Mamahnya sedang duduk di sofa ruang keluarga sementara lampu di ruangan itu mati.


Mamah sambil berdiri.


"Ganti pakaianmu,setelah itu Mamah tunggu kamu di ruang kerja Mamah".Ucapnya dengan datar.Tatapan Mamah pada Maliq sangat dingin.


"Ada apa mah?"Tanya Maliq bingung,tidak biasanya Mamahnya menunggunya pulang kerja.


Mamah tidak menghiraukan pertanyaan Maliq.Dia berjalan ke arah ruang kerjanya seakan menegaskan kepada Maliq bahwa dia menunggu Maliq untuk datang ke ruang kerjanya.


"Hhffft...ada apa dengan Mamah..tidak biasanya sikapnya begini"Gumam Maliq sambil menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.Lampu Kamar masih menyala terang.


Maliq mengarahkan pandangannya ke arah sofa tempat di mana Syifa tidur seperti biasanya.Dia melihat Syifa tertidur masih memakai mukena sambil memeluk Al-Quran.Kakinya menjuntai kebawah.Posisi tidurnya sangat tidak nyaman.Maliq mendekat ke arah Syifa.Dipandanginya wajah polos yang sedang terlelap itu.


"Sungguh damai tidurmu,seakan tidak ada beban di dalam hidupmu.Kau wanita sholeha,tidak pernah sekalipun kulihat Kau melupakan kewajibanmu sebagai muslim.Sebenarnya Aku malu denganmu Syifa."Gumam Maliq sambil memperhatikan wajah Syifa dengan intens.Diraihnya Al-quran di tangan Syifa lalu diletakannya dia atas nakas.Perlahan dilepaskannya mukena yang dikenakan Syifa,lalu diangkatnya tubuh Syifa ke ranjang dan di baringkannya Syifa dengan hati hati.


Maliq melangkah ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan terburu buru.Dia ingat Mamahnya sedang menunggunya sekarang.

__ADS_1


***


"Tok..tok..tok"Maliq mengetuk pintu ruang kerja Mamah.


"Masuk"Suara Mamah terdengar berat dari dalam ruangan.


Maliq mendorong pintu lalu masuk.Maliq melihat Mamahnya menatapnya dengan datar.Dia duduk di depan Mamahnya.


Hening..


hening...


hening..


"Haa..."Maliq mengangkat wajahnya menatap mata Mamah yang menatapnya dengan sorot penuh kekecewaan.


"Kenapa Mamah bertanya seperti itu pada Maliq??"Ujar Maliq menanggapi pertanyaan Mamah.


"Jangan pernah menjawab pertanyaan dengan pertanyaan Maliq Ahdan!!"Pekik Mamah tegas.Suaranya datar tapi penuh penekanan.

__ADS_1


Maliq terkejut.Maliq sangat tau jika Mamah memanggil namanya dengan lengkap berarti Mamah sedang sangat murka.


"Aa..apppa maksudnya ini Mah..Maliq tidak mengerti".Maliq sangat gugup menyikapi kemarahan Mamah.


"Hari ini kamu kemana?"


"Aku ke kantor Mah...ini baru pulang."Jawab Maliq.


"Apa kamu merasa tidak ada yang perlu kamu bicarakan dengan Mamah?".Tanya Mamah lagi pada Maliq.Tatapan semakin tajam menghujam ke arah Maliq.


"Maliq makin bingung,kemana arah tujuan pertanyaan Mamah"Keluh Maliq sambil tertunduk.Dia tidak berani mengangkat kepala untuk sekedar menatap ke arah Mamahnya.


"Ok...sekarang Mamah akan memperjelas pertanyaan Mamah".


"Kapan Linda kembali dari pelariannya?"


"Deggg".Maliq terkejut,didongakannya kepalanya menatap ke arah Mamahnya.


"Kenapa??kamu terkejut??Mamah sudah mendengar dan melihat semua apa yang terjadi di taman cafe tadi sore,MALIQ"Suara Mamah datar.Dia sengaja menekan suaranya saat menyebut nama Maliq.

__ADS_1


Maliq semakin terkejut mendengar pernyataan Mamah.Rohnya terasa berpisah dengan raganya.Mulutnya hanya menganga tanpa bisa mengeluarkan suara untuk menjawab pertanyaan Mamah.Dia tidak menyangka Mamah bisa mendengar percakapannya dengan Linda tadi.Maliq merasa belum waktunya untuk menjelaskan pada Mamah perihal hubungannya dengan Linda.Dia masih menunggu waktu yang tepat.Tapi ternyata Mamah sudah mengetahuinya.


__ADS_2