
"Blaam.."Maliq membanting pintu mobil lalu melajukan kendaraannya di atas rata rata.
Syifa berlari dan langsung masuk ke dalam kamar dan menghempaskan tubuhnya di sofa.Hatinya perih dibentak oleh Maliq.Ditangkupnya wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil terisak pilu.Bayangan sorot mata kebencian dari Maliq terus berputar di benaknya.
"Ada apa dengan Kak Maliq..kenapa dia seolah olah sangat membenciku??apa salahku??padahal tadi dia baik baik saja?".Gumam Syifa di sela sela isak tangisnya.Dia bingung dengan sikap Maliq yang tiba tiba berubah drastis.
"ceklek"..tiba tiba pintu dibuka dari luar.
"Mamah boleh masuk,Sayang?".
"Iiya..masuk saja Mah..."Syifa buru buru menghapus air matanya lalu tersenyum ke arah Mamah.
__ADS_1
Mamah berjalan ke arah Syifa dan duduk di samping Syifa
"Syifa.."Lirih suara Mamah sambil mengelus kepala Syifa yang tertutup dengan jilbabnya.
"Iya Mah..!!"Ujar Syifa sambil mendongakan kepalanya menatap tatapan sendu Mamah.
"Syifa mau berjanji satu hal ke Mamah??"
"Berjanji apa Mah?"Tanya Syifa sambil mengerutkan keningnya bingung.
"Ada apa sebenarnya Mah??"Syifa semakin bingung dengan pertanyaan pertanyaan Mamah.
__ADS_1
Dengan berat hati Mamah menceritakan apa yang dia ketahui tentang Maliq dan Linda.Syifa sudah tidak terkejut lagi.Tapi dia tidak bisa berdusta bahwa hatinya sangat perih mendengar cerita Mamah.Dia memang belum jatuh cinta dan tidak tau jatuh cinta itu seperti apa.Tapi sebagai seorang perempuan yang mengetahui suaminya mencintai wanita lain,hatinya sangat sakit.
"Jadi berjanjilah Nak..Syifa tidak akan meninggalkan Maliq".Suara Mamah menghibah,memohon pada Syifa,setelah selesai menceritakan semuanya pada Syifa.
Wajah Syifa kaku.Dia tidak tau harus menjawab apa pada Mamah.Seketika hening.Tatapan Syifa kosong menatap ke depan.
"Syifa tidak bisa menjanjikan apa apa...Mah....Syifa hanya manusia biasa.Tapi yang pasti Syifa akan berusaha menjadi manusia yang tidak egois dalam menyikapi perkawinan Syifa.Syifa akan berjalan sesuai dengan kehendak Allah.Syifa akan bertahan semampu Syifa untuk bertahan"Ucap Syifa sambil tersenyum lembut,..ditatapnya wajah Mamah dengan berjuta kepedihan.
"Maafkan Mamah Sayang..anak Mamah telah menyeretmu ke dalam lubang kepedihan"Isak Mamah pilu,air matanya deras mengalir di pipinya yang mulai menampakan garis garis halus.
"Kenapa Mamah harus minta maaf pada Syifa.Tidak ada yang salah di sini Mah,tidak Mamah,tidak Kak Maliq ataupun siapa.Kita hanya sedang di uji sampai dimana keimanan kita pada Allah..dan sampai dimana keyakinan kita untuk menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah.Kita,khususnya Syifa sedang menjalani proses takdir Mah...apakah Syifa akan lolos dari ujian ini dan akan menjemput hikmahnya,ataukah Syifa akan menjadi manusia kufur yang akan merutuki takdir.Kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar semoga dapat melalui ini semua dengan ikhlas"Tutur Syifa sambil menggenggam tangan Mamah dengan lembut.
__ADS_1
"Masyaa Allah..Sayang,,ternyata Syifa sangat bijaksana.Walau umur Syifa masih belia tapi pemikiran Syifa sudah sangat dewasa.Maafkan Mamah Sayang seakan memaksakan kehendak Mamah pada Syifa"Mamah meraih tubuh Syifa dan mendekapnya penuh kasih sayang.
"Ya Allah...jangan pisahkan menantuku ini dengan anakku Maliq,dia wanita sholeha"Doa Mamah di dalam hati diciumnya dengan lembut kepala Syifa sambil menitikkan air matanya.