
" Dek...itu..kenapa tadi waktu Bu Ati ketuk pintu,lama baru dibuka ?? " Tanya Maliq lembut.Dia heran,tidak biasanya Syifa seperti itu.
" Adek tadi lagi berendam di kamar mandi sambil pake headset.Jadi suaranya tidak kedengaran " Jelas Syifa sambil tersenyum ke arah Maliq.
" Ooh..Bu Ati panik loh,dek...dia khawatir adek kenapa napa.Apa lagi Kakak,sangat panik.Kakak khawatir,adek ngambek mendengar omongan Kakek semalam !! " Ucap Maliq sambil mengelus kepala Syifa yang tertutup khimar.
Syifa hanya terkekeh. " Maaf !! sudah bikin orang khawatir ".
" Sebenarnya bukan cuman ngambek.Hari ini,maunya langsung pulang kampung,kalau saja aku tidak mendengar apa rencana si ular betina itu " Ucap Syifa,tentunya hanya di dalam hati.
Maliq mengelus lembut kepala Syifa yang tertutup khimar" Khimarnya boleh dibuka ya,dek !!?? di sini tidak ada orang lain juga ."
" He..he..kebiasaan Kak !! " Syifa membuka khimarnya hingga rambut hitam panjangnya terlihat dengan sempurna.
Maliq melepas ikat rambut Syifa hingga rambut hitam halus itu tergerai menguarkan aroma wangi shampoo.
Aroma itu sontak menaikan libido Maliq. " Dek...boleh yaa?? " Suara serak Maliq berbisik di telinga Syifa.
Syifa tersipu mendengar permintaan Maliq.Syifa mengerti apa yang diinginkan Maliq saat ini.Dia hanya mengangguk kecil.Jujur saat ini,Syifa juga sangat merindukan Maliq setelah sebulan lebih mereka tidak bertemu.
Syifa dengan ikhlas membatalkan puasa sunnahnya karena tidak ingin berdosa menolak kewajibannya.
" Dek...!! Kakak mau ambil baju ganti dulu di kamar Kakak " Ujar Maliq saat keluar dari kamar mandi.Dia hanya memakai handuk sebatas pinggang,hingga dada dan perut *sixpack*- nya terpampang dengan jelas.Rambutnya basah karena habis keramas.
Syifa yang sedang menyisir rambut di depan cermin seketika langsung terperangah." Eeh...nanti adek temani.Nanti pakaian Kakak pindahin semua ke kamar sini saja !!"
Maliq melongo." Tidak perlu di temani,dek.Kakak hanya ambil baju ganti saja dan Kenapa bukan adek saja yang pindah ke kamar Kakak.Sandra biar tidur di kamar tamu "
" Jangan...!! adek harus temani Kakak...nanti Sandra mencuri kesempatan lagi " Timpal Syifa sambil cemberut.
" Adek tidak mau juga harus pindah ke kamar Kakak.Biar Kakak yang pindah ke sini " Imbuhnya tegas.
Maliq terkekeh." Ayo !!! Istri siapa sih posesif banget.Tapi bikin makin sayang !! " Ledek Maliq sambil merangkul bahu Syifa mengajak ke kamarnya.
" *Maaf,Kak..mungkin ini membuatmu tidak nyaman.Tapi hanya ini jalan satu satunya agar Kakak tidak terjebak dalam kubangan dosa yang digali oleh manusia licik itu.Aku istrimu,aku wajib menjauhkanmu dari maksiat.Dia tidak halal untuk kau sentuh* !!" Batin Syifa.
Maliq merangkul bahu Syifa dengan mesra.Mereka berjalan menuju kamar Maliq.
" Tok..tok..tok...Sandra !!,buka pintunya !! " Seru Maliq sambil mengetuk pintu kamar yang di tempati oleh Sandra.
__ADS_1
Sandra yang sedang bermain ponsel di atas ranjang,sontak berdiri dan bersorak dalam hati.Dalam benaknya,Maliq datang mengunjunginya untuk meminta maaf atas kejadian tadi.
Sebelum membuka pintu,dia merapikan penampilannya terlebih dahulu.Dia berniat akan menggoda Maliq agar bisa bercinta dengannya.
" Hhmm...aku terlihat lebih cantik dan lebih seksi dari anak kecil itu " Gumam Sandra percaya diri.
" Ceklek.." Sandra membuka pintu dengan menyunggingkan senyuman termanisnya untuk menggoda Maliq.
" Deg.!!." ternyata ekspektasi tidak sesuai bayangannya.Maliq berdiri di depannya dengan sangat menggoda pandangan Sandra,tapi ada Syifa bergelayut manja di lengan Maliq dengan wajah datarnya.Seketika itupun senyumnya langsung memudar berganti dengan wajah penuh kekesalan.
" Maliq !! " Desis Sandra lirih.Hatinya perih melihat rambut basah Maliq ditambah lagi Maliq hanya berbalut handuk dengan tubuh terekspos sempurna.Dia sudah bisa membayangkan kegiatan apa yang terjadi sebelumnya.
" *Aku yang pengantin baru,tapi kenapa aku yang merana* " Geram Sandra dalam hati
" Maaf,aku mau ambil pakaianku !! " Ujar Maliq sambil melengos masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Syifa yang tak melepas dekapan mesranya di lengan Maliq.
" Maliqq !! apa apaan ini ?? aku juga istrimu.Ini tidak adil.Kenapa kamu pindahkan semua pakainmu di kamar Syifa ?? " Pekik Sandra mendengar perintah Maliq pada Ati.
" Maaf,Sandra..aku tidak menginginkanmu untuk jadi istriku.Aku sangat mencintai Syifa.Aku menikahimu hanya karena desakan Kakek.Jadi jangan paksa aku harus menerimamu sebagai istri yang sesungguhnya " Tutur Maliq tanpa menatap wajah Sandra.
Sandra terisak." Tega kamu, Maliq.Kamu mempermainkan pernikahan.Aku akan mengadukanmu pada Kakek !! " Ancam Sandra pada Maliq.
" Aku mohon Sandra..jangan bikin suasana jadi tambah runyam.Cukup saja aku menganggapmu sebagai saudaraku,tidak perlu kau menuntutku untuk menjadikanmu sebagai istriku yang sebenarnya.Hatiku tidak bisa dipaksakan untuk bisa berhubungan denganmu.Aku akan menanggung biaya hidupmu sampai kau menemukan laki laki yang benar benar mencintaimu " Maliq mencoba membujuk Sandra agar tidak melibatkan Kakeknya.
" Aku tidak terima atas penghinaanmu ini Maliq...aku yakin Syifa sudah mempengaruhimu.Aku tetap akan mengadukan hal ini pada Kakek " Pekik Sandra lagi sambil terisak.
" Sandraaa !! jangan pernah menyalahkan Syifa dalam hal ini.Bukankah dari awal kau sudah tau penolakanku.Dari awal sudah aku tegaskan padamu dan Kakek bahwa aku tidak bisa menikahimu.Tapi kau dan kakek tetap bersikeras memaksaku.Jadi jangan coba coba mengkambing hitamkan Syifa !! " Maliq berteriak geram pada Sandra.Emosinya semakin memuncak mendengar kata kata Sandra.
__ADS_1
Syifa dan Sandra terjengkit kaget mendengar teriakan Maliq yang menggelegar." Jangan coba coba menguji kesabaranku,Sandra !! aku bukanlah laki laki alim yang tidak bisa bertindak kasar pada wanita.Aku bukan orang yang mempunyai stok kesabaran yang banyak !! " Geram Maliq lalu mengatupkan bibirnya menahan emosi yang kian memuncak.
Syifa mengelus bahu Maliq dengan lembut untuk menenangkannya.
Sandra semakin terisak mendengar kata kata Maliq seolah menusuk nusuk hatinya.Perih, sangat perih mendengar semua itu.
Syifa menarik lengan Maliq untuk keluar dari kamar itu.Dia tidak ingin pertengkaran Maliq dan Sandra terus berlanjut.Dia takut,Maliq akan bertindak kasar pada Sandra.
Maliq keluar dari kamar sambil mendengus kesal setelah sebelumnya berkata " Berhenti memanfaatkan Kakek untuk memenuhi kemauanmu,Sandra.Atau aku akan melupakan bahwa kau itu seorang perempuan !! ancam Maliq sambil menatap tajam ke arah Sandra.
Syifa merasa iba pada Sandra." *Sebenarnya aku kasihan padamu.Tapi aku tidak mengijinkanmu menjebak suamiku* " Batin Syifa sambil melirik sekilas pada Sandra yang menundukan kepalanya sambil terisak.
Maliq dan Syifa meninggalkan kamar Sandra dengan wajah Maliq yang masih menyimpan kekesalan.
" Maaf,dek...Kakak sudah membuatmu kaget tadi !!" Ucap Maliq pada Syifa.Dia sempat melihat Syifa mengelus dadanya tadi saat dia berteriak membentak Sandra.Saat ini mereka sudah berada di dalam kamar Syifa kembali dan sedang duduk di balkon kamar.
" Semoga tidak mempengaruhi dede bayi " Imbuhnya lagi sambil mengelus lembut perut Syifa.
Syifa hanya menggeleng pelan." Lain kali..bicarakan semuanya dengan kepala dingin dan bahasa yang lembut.Tidak perlu berteriak seperti tadi.Nanti didengar sama dede bayi dan dia akan meniru semua yang di perbuat oleh orang tuanya " Ujar Syifa lembut tanpa bermaksud menggurui Maliq.
" Maaf...Kakak belum bisa mengendalikan emosi " Sesal Maliq.
" Hmm..Kak !!.Adek rindu Mamah dan Papah !! " Syifa mencoba mengalihkan pembicaraan.Dan memang dia sedang merindukan kedua orang tuanya.Dia ingin mengunjungi mereka.
" Adek mau menjenguk mereka ??" Tanya Maliq mengerti apa yang diinginkan oleh istrinya.
Syifa mengangguk." Ok...Insyaa Allah lusa kita pergi !!" Ujar Maliq sambil mengelus kepala Syifa yang bersandar di bahunya.
" Benaran Kak ?? Makasi Hubby !!" seru Syifa antusias lalu memelum Maliq dengan penuh kasih.
__ADS_1
Maliq terkekeh gemas lalu mengecup kening Syifa dengan mesra. " *Yaa Allah ..terima kasih telah memberikan kesempatan padaku untuk bisa bersama sama dengannya lagi* " Gumam Maliq dalam hati.