Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
81


__ADS_3

🌷🌷Haii..readersku...jangan lupa bagi like n votenya yaa...author tunggu like,vote n komennya🙏🙏.


***


"Mungkin Kak Maliq pulang larut lagi,biar Aku tunggu di sini saja sambil nonton"monolog Syifa.Setelah melaksanakan sholat Isya,Syifa sengaja tidak langsung tidur..dia menunggu Maliq di ruang keluarga.


Jarum jam menunjukan pukul 10 malam,namun tanda tanda kedatangan Maliq belum ada.Syifa merebahkan badannya di sofa hingga tanpa sadar dia tertidur di atas sofa.


"Ceklek ceklek...."Suara anak kunci untuk membuka pintu terdengar dari luar.Sesaat kemudian nampak sosok tubuh Maliq memasuki pintu yang sudah terbuka.


Maliq melihat lampu ruang keluarga masih menyala dan terdengar suara televisi.


"Ck...kenapa dia tidur di situ..mau cari perhatian,pasti dia sengaja menungguku pulang" Gerutu Maliq sambil mengernyitkan keningnya.Dilewatinya begitu saja Syifa yang tertidur dengan nyenyak di atas sofa.Tak ada niatnya sedikitpun untuk membangunkan Syifa.Dia berjalan menuju kamarnya dengan tanpa beban.

__ADS_1


Keesokannya tepat jam setengah lima subuh.


Syifa terbangun dari tidurnya."Astagfirullah...Aku ketiduran di sofa,apa Kak Maliq sudah ada di rumah atau dia tidak pulang yaa?"monolog Syifa sambil berdiri.Dengan masih sempoyongan dia melangkah ke arah kamar Maliq untuk mengecek keberadaan Maliq.


Dibukanya dengan pelan pintu kamar Maliq yang tidak terkunci.Syifa melihat siluet tubuh Maliq di bawah selimut.


"Oh..dia lagi tidur..Aku pikir dia tidak pulang"Gumam Syifa sambil menutup kembali pintu kamar Maliq.Dia berjalan menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat subuh.


"Astagfirullah..makanannya mubazir.Sia sia Aku menyiapkan tapi tidak di makan".Gumam Syifa sendu...dibersihkannya meja makan dan digantikannya dengan masakan yang baru.


"Andai Kak Maliq tidak memakannya lagi,biar Aku bungkus saja dan akan kubagikan buat petugas kebersihan kompleks"Monolog Syifa.


Setelah menyelesaikan masakannya,Syifa menuju kamar Maliq untuk membangunkan Maliq dan menyiapkan pakaian kantor untuk Maliq seperti biasanya.Setelah itu dia menunggu Maliq di meja makan,dengan harapan Maliq mau sarapan bersamanya.

__ADS_1


Setengah jam Syifa duduk menunggu Maliq,tiba tiba pintu kamar Maliq terbuka dan nampak Maliq menuruni tangga.Syifa menoleh ke arah Maliq.


"Kak..Sarapan dulu"Ujar Syifa lembut sambil berdiri mendekati Maliq.Seketika Maliq berhenti dan menatap Syifa dengan tajam.


"Kalau mau sarapan,ya sarapan aja sendiri...ngapain nyuruh nyuruh orang lain sarapan.Nggak sudi Aku memakan masakanmu.Lain kali nggak usah masak untukku,biar Ati yang memasak kalau Aku mau makan di rumah.Nggak usah sok cari perhatian padaku,nggak ngaruh".Pekik Maliq sinis sambil mencondongkan wajahnya kearah Syifa.


"Astagfirullah..."Syifa menutup mulutnya terkejut ,hatinya sungguh sangat perih mendengar ucapan Maliq.Walaupun Maliq sudah sering menghina dan membentaknya,nyatanya hatinya masih sangat sakit setiap mendengar kata kata yang keluar dari mulut Maliq.


"Jadi nggak usah sok sokan masakin buat Aku,sok setia menungguku pulang kantor...nggak guna..mendingan kamu urus saja kuliahmu,biar cepat kelar"Imbuhnya lagi,sambil berbalik menuju mobilnya.


Syifa terpaku menatap kepergian Maliq.Tatapan padihnya menyimpan sejuta kepedihan berbalut kecewa.


"Hfff...kenapa Kak Maliq semakin hari semakin membenciku,padahal Aku tidak merasa punya salah padanya"..

__ADS_1


__ADS_2