Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
84


__ADS_3

Dikampung halaman Syifa...


Cuaca hari ini cukup tidak bersahabat.Hari ini kota kelahiran Syifa diguyur hujan deras.


"Mah..sudah dua hari papah tidak bisa berangkat ke kebun.Papah khawatir tanaman jagung papah dirusak hama"Keluh Papah Syifa sambil menyesap kopi panas yang dihidangkan oleh istrinya.Mereka berdua sedang duduk di ruang tamu rumah mereka.


"Sabar Pah...mungkin waktunya Papah istrahat dulu satu dua hari.Semua ini Allah sudah mengaturnya,kita harus mensyukuri semuanya.Kita tidak boleh mengeluh,bukankah hujan adalah berkah dari Allah ..".Ujar Mamah sambil tersenyum lembut pada Papah.


"Astagfirullah...kenapa Papah jadi mengeluh...!!"Papah menepuk jidatnya sambil beristigfar.


"Terima kasih sudah mengingatkan Mah.."Imbuh Papah lagi.


Mamah meraih tangan Papah lalu mengecup punggung tangan Papah dengan lembut."Sudah tugas Mamah mengingatkan Papah jika khilaf,dan tugas Papah mengingatkan Mamah jika Mamah juga khilaf.Manusia adalah tempat khilaf dan dosa,dan kita sebagai suami istri harus saling mengingatkan".Tutur Mamah lembut sambil tersenyum manis pada Papah.

__ADS_1


Papah terharu dengan kata kata bijak Mamah."Dari dulu kamu tidak pernah berubah Mah,selalu menghadapi persoalan dengan bijaksana.Tutur katamu selalu lembut apapun situasi yang terjadi.Inilah salah satu hal yang membuat Papah selalu jatuh cinta pada Mamah"Ujar Papah sambil mencium balik punggung tangan Mamah.


Mamah tersipu."Iih...Papah sudah tua masih saja gombal,ingat umur Pah..."


"Papah tidak gombal Mah...kenyataannya memang seperti itu...he..he.."Ujar Papah terkekeh.Mamah menepuk lengan Papah dengan manja.


"Ngomong ngomong,apa kabar dengan Syifa ya pah??sejak menikah dia tidak pernah berkunjung lagi ke sini".Tiba tiba Mamah teringat dengan Syifa.Tatapan Mamah seketika jadi sendu,ada sejuta kerinduan untuk anaknya terlukis di sana.


Yap..beberapa bulan lalu,tanpa sepengetahuan Syifa.Maliq pernah mampir di rumah orang tua Syifa,saat dia sedang mengunjungi usahanya di kota B.Rencana awal sebenarnya dia akan mengajak Syifa.Tapi Linda mengancam akan meninggalkan Maliq jika Maliq selalu bersama Syifa.Alhasil Maliq tidak membawa serta Syifa,dan beralasan pada orang tua Syifa bahwa Syifa lagi sibuk mendaftar kuliah.


"Iya..pah...Mamah sangat bersyukur,Maliq menyekolahkan Syifa.sudah bisa ditebak bahwa Maliq itu sangat memperhatikan Syifa,buktinya dia memperhatikan pendidikan Syifa...semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan buat rumah tangga mereka..Aamiin"Ujar Mamah berbinar binar membayangkan Maliq yang perhatian pada anaknya.


"Aamiin..." Sahut Papah.

__ADS_1


***


Di kantor Maliq...


Saat Maliq sedang serius membaca lembar kertas di depannya.Tiba tiba...


"Surprise....."Linda masuk tanpa mengetuk pintu ruangan Maliq,ditangannya ada sebuah kue tart besar yang berukir "Happy Birthday Honey".


Maliq terkejut,...sesaat kemudian dia tersenyum bahagia ke arah Linda."Sayang...kamu ingat ulang tahunku??padahal Aku sendiri lupa dengan ulang tahunku loh..."Pekik Maliq senang.Dia berdiri menyambut kedatangan Linda.Linda menyodorkan kue ulang tahun di depan Maliq yang lilinnya telah dinyalakan.


"Make a wish honey!!"Seru Linda antusias.


Maliq meraih kue ulang tahunnya dan meletakkan di atas meja kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2