Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
20 Visual


__ADS_3

Visual menurut author....


kalau readers tidak setuju,silahkan diimajinasikan sendiri๐Ÿ˜๐Ÿ˜



Visual Syifa si gadis introvert yang memiliki tatapan tajam...


ini visual ketika Syifa belum hijrah.Karena nanti di bab berikutnya Syifa akan hijrah.



Visual Kak Maliqnya Syifa yang angkuh...



Visual Nurul Kakak Syifa,yang selalu ceria dan humble



Visual Fandi ...pengagum berat Syifa yang selalu memendam cintanya pada Syifa



Visual Irman Suami Nurul...


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bagaimana Visualnya???

__ADS_1


kalau kurang berkenan di hati para readers....silakan berimajinasi sendiri๐Ÿ˜๐Ÿ˜โœŒโœŒโœŒ.


****


"Hai ...Fandi,,kapan kamu sampai??sudah lama???.Tiba-tiba Nurul terpekik gembira di pintu ruang tamu.Dia sangat senang bertemu dengan sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.


"Eeh...Nurul,Aku baru sampai kok sekitar lima menit yang lalu".Ujar Fandi sambil tersenyum ke arah Nurul.


"Yah...udah,Aku bikin minum dulu yaa...pekik Nurul sambil berjalan ke arah dapur.


Suasana ruang tamu kembali sunyi dengan fikiran masing-masing.


"Sepertinya pemuda ini sudah sangat kenal dengan orang tuanya Syifa"Gumam Maliq dalam hati.Dari tadi memang Maliq belum membuka suaranya sejak kedatangan Fandi.Di tatapnya tajam ke arah Fandi penuh tanda tanya.


Fandi yang merasa sedang diperhatikan seseorang,seketika melirik ke arah Maliq.


"Ini orang siapa??menatapku seperti itu.Batin Fandi.


"Saya kuliah di Jakarta tante,dan memang selama kuliah saya tidak pernah balik nanti kali ini saya balik karena sudah free...tinggal menyelesaikan skripsi".Jawab Fandi.(Sekalian mau menganjak tunangan anak tante..sambung Fandi di dalam hati).


"Ooo....hebat ya Nak Fandi,sudah mau jadi sarjana...semoga di lancarkan oleh Allah sampai wisuda nanti".Ucap Mamah Syifa.


"Aamiin..."ujar Fandi.


Tiba-tiba dari dalam Nurul membawa napan berisi segelas teh dan cemilan buat Fandi.


"Silahkan diminum tehnya Fandi,dan dimakan cemilannya".Ujar Nurul sambil meletakkan cangkir teh dia tas meja di depan Fandi.


"Iya terima kasih Nurul".ucap Fandi

__ADS_1


"Abiii...huhuu..Biii".Tiba-tiba suara rengekan bayi mendekat ke arah ruang tamu.


"Kaak...Dedenya Nyariin Kakak"kata Syifa sambil menggendong Zahrah.


"Deg.."


.itu Syifa,makin cantik saja Dia".Batin Fandi senang.Tiba-tiba saja jantungnya berdebar dengan kencang.Tapi,Syifa belum menyadari kehadiran Fandi,Dia terlalu Fokus dengan ponakannya.


Syifa menyodorkan Zahrah pada Nurul,tapi Zahrah menggeleng malah menyungutkan badannya ke arah Irman.


"Yah..udah sini sama Abi,Dede kenapa Huummm??Ujar Irman berdiri sambil meraih Zahrah dari gendongan Syifa,Lalu mencium pipi gembul Zahrah dengan gemas sambil menghapus air mata Zahrah dengan jarinya.


Syifa yang tidak menyadari kehadiran Fandi terkejut saat melihat sekilas ke arah orang yang duduk di samping Irman.


"Fa..fa..Fandi?".Ujar Syifa melongo.


"Haha...hai Syifa"Lirih Fandi terbata.


Syifa membuang pandangannya lalu membalikkan badannya sambil berlalu dari ruang tamu.


Orang yang ada di ruang tamu terdiam melihat gelagat Syifa.Nurul menggedikkan bahunya sambil menggeleng.


"Maafkan Syifa,Fandi...Dia masih seperti itu.Sesal Nurul pada Fandi.


"Iya..maafkan anak tante Nak.."sambung Mamah Syifa tidak enak dengan fandi


"Iya..ngga apa apa Nurul,Tante dari dulu kan Syifa sudah seperti itu...he..he..saya maklum"kekeh Fandi.


"Setidaknya Aku sudah melihat wajah yang kurindukan selama ini".Batin Fandi.

__ADS_1


"Benar benar gadis sombong..tapi Aku suka dia bersikap begitu pada orang lain.Soalnya Aku tidak suka Dia beramah tamah pada laki laki lain".Batin Maliq mulai posesif.


__ADS_2