Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
77


__ADS_3

Syifa terlonjak kaget mendengar bentakan Maliq."Maaf Kak,Aku nunggu Kakak untuk makan malam bersama".


Maliq mengernyitkan keningnya...lalu masuk ke dalam walk in closed.


Selesai memakai pakaiannya,Maliq langsung berjalan ke luar kamar tanpa menoleh pada Syifa.Syifa berlari keluar dari dalam kamar Maliq,dilihatnya Maliq sudah duduk di meja makan.Gegas Syifa melayani Maliq untuk makan malam.


Suasana ruang makan sepi,hanya suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring yang terdengar.


"Hhmm...Kak".Tiba tiba suara Syifa memecah kesunyian.


Maliq hanya melirik sekilas ke arah Syifa tanpa menyahuti.


"Aku mau minta ijin ikut kegiatan kampus"Lanjut Syifa ragu ragu.Seketika Maliq menghentikan kegiatannya,lalu menatap Syifa dengan tajam.Dia menunggu kelanjutan kata kata Syifa.


"Apa boleh Kak??".

__ADS_1


Maliq masih diam tanpa tanggapan.


"Aku harus mengikuti kegiatan di Jakarta selama seminggu"Ujar Syifa lagi sambil tertunduk.


"Terserah...kamu mau kemana,aku tidak perduli..memangnya aku nggak punya kerjaan apa...mau urus urusan tidak pentingmu??"Bentak Maliq...lalu meletakkan sendok makannya dengan kasar hingga menimbulkan suara denting yang sangat keras.Maliq berdiri kemudian berlalu dari meja makan.


"Astagfirullahualdzim...."Syifa mengelus dadanya..dia sangat terkejut melihat reaksi Maliq.Hatinya sakit mendengar kata kata yang meluncur dari bibir suaminya itu.


Syifa berlari mengejar Maliq...


"Heeeh..apa pedulimu,kalau kamu mau pergi..pergi saja.Nggak usah merasa kalau aku itu peduli denganmu.Berangkat saja sana...kalau perlu nggak usah balik balik lagi,biar aku secepatnya bisa menikahi Linda..."Maliq mendelik ke arah Syifa yang menurutnya sangat mengganggu.


"Tess...."tanpa Syifa sadari air matanya jatuh di pipinya yang mulus.Seorang Syifa yang pantang mengeluarkan airmata di depan orang lain,ternyata tak sekuat itu mendengar ucapan pedas Maliq.


"Baiklah Kak...aku pamit ke Kakak..bukan berarti aku merasa orang penting bagi hidup Kak Maliq,tapi di sini aku memposisikan diriku sebagai seorang istri yang hormat pada suaminya.Tapi jika hal ini sangat mengganggu Kakak,...Aku minta maaf atas ketidak nyamanan Kakak..."Ucap Syifa dengan nada yang terdengar tenang.Namun,tatapan sendunya tersirat sejuta luka."Maafkan Aku Kak,kalau sudah bikin Kakak terganggu"Perlahan Syifa berbalik lalu pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


"Cih...pergi sana...!!muak aku melihatmu"Gerutu Maliq dan masih sempat terdengar di telinga Syifa...


"Yaa Allah...kuatkan Aku..anugrahkanlah Aku kesabaran yang lebih banyak lagi"Gumam Syifa sambil duduk di tepi ranjangnya.


***


Keesokannya..setelah menunaikan sholat subuh,Syifa bergegas menyiapkan sarapan untuknya dan Maliq.Walaupun dia tidak yakin apakah Maliq akan menyantap masakan yang disediakannya atau tidak,dia tetap menyediakan sarapan untuk Maliq.Usai menyiapkan sarapan,Syifa naik ke lantai dua untuk membangunkan Maliq.Dibukanya pintu kamar Maliq lalu masuk.Disingkapnya tirai jendela kamar Maliq sehingga cahaya bebas masuk.


"Kakk...bangun Kak..sudah pagi"Seru Syifa ragu ragu.Dia takut Maliq akan mengamuk lagi.Tapi jika dia tidak membangunkan Maliq,pasti Maliq akan menyalahkannya lagi...kalau Maliq sampai terlambat ke kantor.


"Kaak...apa Kakak tidak ke kantor??"Lirih suara Syifa,tapi diberanikannya dirinya sedikit menggoyang tubuh atletis Maliq.


"Euhmm".Maliq menggeliatkan badannya.Matanya memicing menyesuaikan cahaya yang tertangkap netranya.


Perlahan Syifa menjauh dari ranjang Maliq.

__ADS_1


"Maaf Kak...kalau Aku mengganggu tidur Kakak.."


__ADS_2