
"Maliq nggak kenapa napa sayang...dia cuman kecapean saja.Berikan dia vitamin dan makan teratur Insyaa Allah segera baikan"Tutur Mamah pada Syifa,dia tidak perlu mengkhawTirkan Maliq,dia yakin Syifa akan merawat Maliq dengan baik.
"Oh..ya Syifa,Kamu tidak punya hp?"Selidik Mamah.
"Mmmh...itu,Syifa belum sempat beli..Kak Maliq sudah menyuruh Syifa untuk beli HP tapi Syifa selalu lupa,soalny sibuk di kampus he..he..."Ujar Syifa berbohong.Padahal Maliq tidak pernah sekalipun mencari tau kebutuhnnya.Jangankan memeperhatikan HP Syifa,menanyakan Syifa ke kampus naik apa saja tidak pernah di tanyaKan Maliq.
"Maafkan Syifa Mah...harus berbohong.Syifa cuma tidak mau Mamah tambah marah pada Kak Maliq".Batin Syifa merasa bersalah pada Mamah.
Mamah mengernyitkan keningnya.Dia tau Syifa sedang berbohong menutupi kesalahan Maliq.Syifa menunduk salah tingkah.
"Maliq keterlaluan,istrinya terpaksa harus berbohong untuk menutupi kesalahannya.Semoga Maliq tidak menyesal suatu hari nanti"Geram Mamah di dalam hati.
"Yah sudah..Mamah balik dulu yaa.sudah sore,jangan khawatir Maliq nggak apa apa.Nanti hubungi Mamah kalau ada apa apa"Ucap Mamah lembut pada Syifa sambil membelai kepala Syifa yang tertutup hijab.
__ADS_1
"Mamah naik apa Mah??"Tanya Syifa sambil menengok keluar,dia tidak melihat mobil ataupun motor terparkir di luar.
"Jalan kaki...rumah cuman dekat gini kok ..."
"Oh..Iya hati hati di jalan Mah..."Ujar Syifa sambil meraih tangan Mamah dan mencium punggung tangan Mamah.
"Iya,Mamah pamit yaa sayang...Assalamualaikum.!!."Ujar Mamah sambil berjalan ke luar rumah.Syifa mengantar Mamah sampai di pintu pagar dan masuk setelah bayangan Mamah sudah hilang di tikungan jalan kompleks.
"Astagfirullah...Aku belum sholat Ashar"Syifa terkejut..gegas dia masuk ke dalam kamarnya untuk melaksanakan Sholat Ashar.
"Ada apa Bu Ati..?"Tanya Syifa pada Bu Ati yang sedang berdebat dengan seorang wanita yang memunggungi Syifa.
"Ini Nak Syifa...ee"Belum sempat Ati meneruskan kata katanya untuk menjawab majikannya,wanita itu berbalik menghadap ke arah Syifa.
__ADS_1
"Hai Syifa...Aku kemari mau jenguk kekasihku ,Maliq"Ujar Linda datar sambil tersenyum sinis pada Syifa.
"Minggir...dengan kasar di dorongnya tubuh Ati yang menghalangi jalannya, dan membuka pintu kamar Maliq lalu masuk tanpa memeperdulikam Syifa yang masih terkejut dengan kehadirannya.
"Hai..sayang...kamu sakit apa?kenapa nggak ngabarin aku lebih awal sayang..."Ujar Linda manja sambil duduk di tepi tempat tidur Maliq.Diaraihnya tangan Maliq lalu dikecupnya dengan mesra.
"Aku nggak apa apa,cuman kecapean aja"Suara Maliq masih lemah menanggapi ucapan Linda.
"Astagfirullah...Bu Ati,Bu Ati bisa ke dapur saja"Titah Syifa pada Ati.Dia tidak ingin Bu Ati melihat aib suaminya.
"Iiya...Nak Syifa saya permisi"
Syifa masuk ke dalam kamar dengan tatapan yang dingin.
__ADS_1
"Maaf Linda,saya akui kalian saling mencintai.Tapi setidaknya bersikaplah sebagai wanita yang berakhlak dan mempunyai martabat.Sebab ini kamar orang yang sudah mempunyai istri dan kita bukan hidup di negara barat yang bisa seenaknya menyetuh seseorang yang bukan pasangan halalnya"Ucap Syifa datar penuh ketegasan.