
π·π· Assalamualaikum warrahamtaullahi wabrakatuh....maaf yaaπππ,baru bisa up lagi...soalnya jaringan di daerah author lebih senang menari nari plus muter muter kaya komedi puter.Kalau jaringan di daerah readersku bagaimana???kalau sama berarti kita senasibππ
Ok...kita lanjut lagi yaa.Jangan lupa like,komen n syukur kalau dikasih voteβββππππ
***
" Iya Kak,Itu Fandi sahabat Kakak.Dia perwakilan dari Jakarta "Jawab Syifa singkat.
"Oohh..dia sebentar lagi selesai.Pasti dia akan melanjutkan S2 nya lagi "
" Adek nggak tau Kak..soalnya Adek nggak bicara banyak dengan Fandi.Adek cuma ketemu waktu lomba sama waktu diundang mengisi acara Talk Show "Tutur Syifa.
" Hmm..kakak bangga loh dek,liat Adik sama sahabat Kakak jadi orang hebat " Ujar Nurul sumringah.
"Hmmm.." Syifa tidak menanggapi pernyataan Nurul.Dia tidak terlalu tertarik membahasnya.
"Kak...Adek boleh titip uang buat Mamah sama Papah nggak...???Tanya Syifa pada Nurul untuk mengalihkan pembicaraan.
"Uang ???" Beo Nurul
"Uang buat apa dek ??"
__ADS_1
"Kemarin kan adek dapat bonus dari lomba...jadi rencananya bonus itu mau adek kirim buat Mamah sama Papah.Biar Papah bisa benerin rumah sama beli ladang atau sawah.Kalau Ladang atau sawah Papah luas,otomatis hasil panennya juga banyak " Tutur Syifa panjang lebar.
Nurul menatap haru pada adik kesayangannya.
" Dek..Kak Irman sudah pernah coba kasih Papah modal buat beli sawah,tapi Papah menolak.Papah malu,jangan sampai memanfaatkan anak anaknya katanya." Ujar Nurul.
"Ini beda Kak..itu kan uang anak mantunya.Jelas Papah sungkan Kak.Kalau ini uang hasil jerih payah anaknya sendiri Kak...bukan memanfaatkan anak,tapi sepantasnyalah anak membahagiakan orang tuanya ketika ada kemapuan "Tutur Syifa lagi untuk membujuk Nurul agar mau membujuk orang tuanya untuk menerima pemberian dari Syifa.
" Iya dek,nanti Kakak coba ngomong ke Mamah dan Papah ".
"Kalau begitu adek minta nomor rekening Kakak,boleh ??nanti adek kirim ke rekening Kakak saja "
Nurul mengambil ponsel dari saku rok panjangnya.Dia melihat nomor rekening yang tersimpan di memori kontak ponselnya.
"Iya Kak...ini nomornya " Ujar Syifa sambil menyebutkan angka angka nomor kontaknya.
Nurul mengetik angka angka yang di sebutkan Syifa,lalu mengirimkan nomor rekeningnya pada Syifa.
" Ting.."Bunyi notifikasi sms masuk di ponsel Syifa.
Syifa melihat ponselnya,lalu mengetik.
__ADS_1
"Sudah Kak..adek sudah transfer lewat aplikasi " ujar syifa.
"Ting..." Nurul melihat notifikasi di layar ponselnya,lalu terbelalak.
"Masyaa Allah..ini banyak sekali dek...nanti untuk kamu bagaimana??Kakak tidak enak dengan suamimu " Cecar Nurul pada Syifa.Dia melihat jelas angka nominal tranferan dari Syifa sebesar RP.300.000.000.
" Tenang Kak...untuk adek masih ada.Kalau Kak Maliq Insyaa Allah dia nggak apa apa.Orang ATM dia saja nggak pernah adek pake dia marah marah..." Ucap syifa sambil terkekeh.
" Eeh...kenapa kamu nggak pake ATM suamimu,trus belanja pake apa ??"
"He..he..ada deh.."Canda Syifa sambil me gedipkan matanya sebelah.
Nurul tambah penasaran. "Dek,,jawab Kakak..uang dari mana ?"
"Itu Kak..setiap minggu adek dapat jatah uang tunai sebesar 1 juta tapi kadang lebih di kasih Mamah Kak Maliq.Sebenarnya Adek sungkan,tapi adek takut Mamah tersinggung,jadi adek terima saja.
"Masyaa Allah dek...mertuamu baik banget.."
Syifa mengangguk."Baik pake banget Kak..hee..he.. "Ujar Syifa terkekeh.
" hmm itu kan semua jumlah bonus kamu yang kamu transfer.Berarti habis dong bonusmu dek..."
__ADS_1
"Nggak habis semua Kak,soalnya Pak Gunernur ngasih reward ke adek sebesar 50 juta.Jadi itu adek masih simpan di rekening adek.Jadi Kakak jangan khawatir.Adek nggak bayar semester juga Kak,adek dapat beasiswa."Terang Syifa pada Nurul.