Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
157


__ADS_3

" Tring " Bunyi notifikasi sms banking Syifa berbunyi.


Syifa meronggoh saku gamisnya.Dilihatnya sekilas layar ponselnya.


" Masyaa Allah...ini pasti transferan dari Mamah". Gumam Syifa.


Syifa segera mencari nomor kontak Mamah Maliq.


" Hallo,Assalamualaikum Warrahamtullahi Wabarakatuh Mah !!" Ucap Syifa setelah panggilannya diangkat oleh Mamah Maliq.


"Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh.Apa kabarmu,sayang!!"


"Alhamdulillah baik Mah...Kalau Mamah apa kabar ??"


"Alhamdulillah..baik juga nak.Kamu lagi ngapain,sayang ??"


" Ini mau siap siap sholat subuh,Mah..."


" Ooh..Iya,di sana masih gelap ya kan yaa??di sini sudah mau pukul 11 "


" Iya Mah !!.Ngomong ngomong,terima kasih transferannya Mah...padahal uang jajan Syifa yang bulan kemarin saja belum Syifa pake mana transfernya banyak banget lagi".Ujar Syifa sungkan.


" Iya sama sama,Nak...!! kamu tidak perlu sungkan Nak.Itu sudah menjadi kewajiban Maliq untuk menafkahimu.Dan Mamah sebagai orang tua Maliq harus melakukan itu.


Syifa hanya tertunduk lesu mendengar nama Maliq disebut oleh Mamah." Kak Maliq " Batin Syifa.Ada rasa yang berdenyut perih ketika mendengar nama itu.


"Sayang...!!!kamu masih di situ kan??"


"Ahh...i..iya Mah..."


"Oh ya,sayang..mungkin bulan ini Mamah belum bisa datang menjenguk kamu.Soalnya Mamah masih ada urusan.Nggak apa apa kan,Nak ???"


" Iya..nggak apa Mah.Dengan Mamah menelpon saja,Syifa sudah sangat bersyukur"


" Ok.Sayang...Mamah tutup dulu Yaa...nanti lanjut lagi.Kamu siap siap sholat Nak"


" Oh Iya...Skali lagi trima kasih Mah..."


" iya sama sama Nak...baik baik di sana yaa.Jaga kesehatanmu.Assalamu Alaikum"


" Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh "...


Syifa menutup panggilannya.Ia menatap layar ponselnya."Kenapa perasaanku nggak enak yaa.Aku mendengar suara Mamah tidak seperti biasanya.Semoga Mamah baik baik saja.Aamiin." Gumam Syifa gusar.




Di Indonesia...



Maliq termenung di depan jendela kantornya.Matanya menatap lurus kedepan.Tatapannya kosong.



" Syifa...di mana kamu ?? sudah enam bulan kamu pergi.Tak sedikitpun aku mendapatkan kabar tentangmu" Batin Maliq.



" Tok..tok..tok " Tiba tiba pintu diketuk dari luar,membuyarkan lamunan Maliq.



" Iya masuk...!!" Ujar Maliq tanpa membalikan badannya.



"Ceklek "...



"Haii...Bro!!" Pekik seseorang yang baru masuk.


__ADS_1


Maliq membalikan badannya. " Eh..Will..apa kabar " Ujar Maliq tanpa semangat.



" Astagaa...lesu amat Bro " Ucap Willy sambil duduk di sofa.



Maliq tersenyum kecut lalu berjalan mendekat ke arah Willy.



" Gimana,sudah ada kabar dari istrimu??" Tanya Willy sambil menatap Maliq prihatin.



Maliq menggeleng lesu."Belum...dia menghilang bak ditelan bumi.Aku sudah mencari sampai di kampung halamannya.Terpaksa aku terus terang pada kedua orang tuanya apa yang sebenarnya terjadi "



" Apa ??? Pasti kamu dimarahi sama mertuamu kan ??"



Maliq tertunduk lesu lalu menggeleng pelan." Mereka orang yang baik.Mereka tidak menunjukan kemarahan mereka padaku,tapi sorot mata mereka padaku menyimpan kekecewaan yang mendalam ".



" Aku malu,Will.Aku telah menyia nyiakan anak mereka.Dan mereka tidak sedikitpun menunjukan kemarahannya.Malah mereka menasehatiku dengan penuh kasih sayang" Imbuh Maliq lagi.



" Yang sabar,Liq..aku yakin kamu pasti akan bertemu dengan istrimu segera" Ucap Willy sambil menepuk bahu sahabatnya memberikan semangat.



" Tring " Ponsel Maliq yang terletak di atas meja tiba tiba menyala dan berbunyi.




" *Hehh..foto di ponsel Maliq sepertinya aku tidak asing dengan wajah itu* " Batin Willy.



Maliq meraih ponselnya." Hff...Linda.Tidak bosan bosannya menggangguku " Gerutu Maliq lalu meletakan kembali ponselnya.



"Maliq...itu foto yang di ponselmu,sepertinya tidak asing.Aku seperti pernah melihatnya " Ujar Willy sambil mengernyitkan keningnya.



" Jangan mengada ngada Will..itu foto istriku.Kamu belum pernah bertemu dengannya " Sanggah Maliq pada Willy.



" Boleh aku melihatnya..aku ingin mastikannya "



" Modus...!! tidak boleh!! aku tidak akan memperlihatkannya padamu.Fotonya di sini tidak berhijab.Ini aku ambil diam diam tanpa sepengetahuannya" tegas Maliq pada Willy.



" Ha..haa...haa..masa memfoto istri sendiri harus diam diam".Willy tergelak mendengar pengakuan Maliq.



" Tapi benaran Liq,sepertinya aku pernah melihat istrimu itu ".kekeh Willy meyakinkan Maliq.



" Ckk..aku tidak percaya,dia itu gadis tertutup dan tidak mau berkomunikasi dengan orang asing.

__ADS_1



" Ok.untuk meyakinkan,aku akan minta kirim fotonya dulu dari kekasihku.Sepertinya dia itu sahabat dari tunanganku "



Segera Willy menelpon Gladis untuk meminta foto Syifa dengan Gladis .



Beberapa saat kemudian Gladis mengirimkan fotonya dengan Syifa.



" Liq...ini istrimu bukan???" Tanya Willy sambil menyodorkan ponselnya pada Maliq.



Maliq meraih ponsel Maliq.Tubuhnya seketika menegang setelah melihat gambar gadis berhijab yang sedang berpelukan dengan seorang gadis berwajah bule.



" Masyaa Allah...ii ini Syifa,iya benar ini istriku Will " Pekik Maliq gagap.Raut mukanya seketika ceria dan menatap Willy dengan tatapan berbinar.



" Dan yaa...gadis ini adalah gadis yang sama datang ke rumahku,sebelum Syifa pergi " Imbuh Maliq.



" Itu tunanganku.Mereka bersahabat. " Ucap Willy.



" Haa...berarti tunanganmu tau keberadaan Syifa..??" Cecar Maliq pada Willy.



" Tidak tau " Ucap Willy sambil menatap Maliq dengan intens.



" *Ternyata kamu adalah laki laki itu Maliq.Maaf,aku belum bisa memberitahumu.Aku harus bicara dulu dengan Gladis* " Batin Willy.



" Jangan bohong kamu Will..tidak mungkin kekasihmu tidak tau keberadaan Syifa.." Desak Maliq pada Willy.



" Nanti aku tanyakan pada tunanganku...kalau memang dia tau keberadaan istrimu,aku akan menelponmu " Ujar Willy.



" Iya..Will,semoga tunanganmu punya info mengenai istriku " Desah Maliq penuh harap.



Willy berdiri dari tempat duduknya,dan melirik jam di pergelangan tangannya.



" ok Bro..aku pamit dulu,aku ada meeting dekat dekat sini makanya aku mampir.Nanti kalau ada info,aku akan menghubungimu " Ujar Willy sambil beranjak dari ruangan Maliq.



" Ok Will...semoga kamu bisa kasih aku kabar gembira " Ucap Maliq.



Willy terkekeh." sabar bro...kalau sudah waktunya bertemu,pasti akan bertemu " ujar Willy sambil menepuk pelan bahu Maliq.



" Hfff...semoga ada kabar baik dari Willy " Gumam Maliq sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.Dia duduk kembali di sofa setelah kepergian Willy.

__ADS_1


__ADS_2