
"Eeh...kamu berani mengomentariku haa??!!!memang siapa kamu ??"Pekik Linda pada Syifa.Syifa tak bergeming,matanya tajam menghujam tubuh Linda.
"Linda !!Jangan bikin keributan di sini,mending kamu pergi belanja aja dulu,biar pekerjaanku cepat kelar "Ujar Maliq tegas pada Linda "
"Issh..."Linda menghentakan kakinya dengan kesal."Aku pergi dulu yaa.sayang..!! Pamit Linda pada Maliq.
"Hmmm..."Maliq mengangguk menanggapi Linda.
Linda melewati Syifa sambil melengos.Syifa tetap dengan tatapan datarnya.
"Syifa..duduk dulu !!aku akan periksa pekerjaanmu dulu "Titah Maliq pada Syifa,setelah kepergian Linda.
Syifa tidak menyahuti, tapi dia mengambil posisi duduk di sofa ruangan Maliq.Disandarkannya kepalanya yang terasa berat.Sudah seharian ini dia di depan komputer tanpa jeda,membuat kepalanya sedikit merasa pening.
Lama Syifa menunggu Maliq memeriksa laporan keuangan yang dia antarkan tadi.Perlahan rasa kantuknya menyerang tanpa ampun.Dan tanpa sadar dia tertidur di sofa.
Maliq yang lagi fokus bekerja,tidak menyadari bahwa Syifa sudah terlelap.
"Syifa ..laporanmu sudah pas dan tidak ada yang perlu di revisi "Ujar Maliq tanpa menoleh ke arah Syifa.
Maliq yang menyadari tidak ada suara dan pergerakan dari Syifa,langsung mengangkat kepalanya dan mencari sosok Syifa.
__ADS_1
"Astahfirullah..kenapa dia tidur situ,ckk ada ada saja ini anak "
Maliq berdiri menuju Syifa dan memperbaiki posisi tidur Syifa yang tidak nyaman.Diangkatnya kaki Syifa yang masih menjuntai kebawah dan direbahkannya dengan lembut tubuh Syifa agar tidak mengganggu tidurnya.
Maliq menatap intens wajah Syifa.
"Cantik 😍😍😍"
"Kau gadis penyabar dan lemah lembut meskipun sangat kaku.Pantas saja Mamah sangat menyayangimu,hingga Linda tidak punya kesempatan untuk bisa mengetuk pintu hati Mamah.Andai hatiku belum diisi oleh Linda,pasti saat ini kau telah menguasai hatiku.Hff..maafkan aku yang telah menyeretmu ke dalam dilema hidupku.Aku tau kau sangat menderita dengan sikapku,tapi aku sengaja seperti itu,agar kau tak mencintaiku yang nantinya akan membuatmu semakin menderita.Aku yakin,setelah aku melepasmu,kau akan bertemu dengan orang yang sepantasnya membahagiakanmu,bukan orang yang breng**k sepertiku.Maafkan aku Syifa..andai rasa ini bisa diatur,aku pasti memilihmu agar aku bisa membahagiakan Mamah juga.!!" Maliq bergumam pelan dan tanpa sadar menitikkan air matanya.
Maliq bangkit dari tempatnya berjongkok dan mengusap pelan cairan bening yang membasahi pipinya lalu kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Tanpa Maliq sadari Syifa terusik ketika dia memperbaiki posisi tidur Syifa.Syifa mendengar semua pernyataan Maliq.Perlahan cairan bening merembes keluar dari matanya yang masih terpejam.
"Syifa..Syifa...bangun,ini sudah sore.Sudah jam pulang". Maliq menepuk pipi Syifa dengan pelan.
Syifa menggeliatkan badannya,dan membuka sambil mengerjap ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya.Maliq yang melihat tingkah Syifa tersenyum lucu.
"Aaa..." Pekik Syifa sontak terduduk.Dia terkejut melihat wajah Maliq sangat dekat dengan wajahnya.Jidatnya membentur jidat Maliq yang menunduk saat membangunkan Syifa
"Aawww..." Pekik mereka bersamaan.Maliq mengusap jidatnya yang berbenturan dengan jidat Syifa.
__ADS_1
"Ke..kenapa Kak Maliq di sini ??" Tanya Syifa bingung,kesadarannya belum sepenuhnya kembali.
Maliq menatap kesal."Ya jelas aku di sini,ini ruang kerjaku !!" Bentak Maliq sambil berkacak pinggang di depan Syifa.
"Haa...ruang kerja ??!!Beo Syifa.Di edarkannya pandangannya menelisik setiap sudut ruangan.
"Astagfirullah...kenapa aku tidur di sini ??"
"Ha...ha...haa...baru sadar ??Hmm..kamu di sini magang,bukannya kerja malah tidur.Mau saya laporkan ke kampus,kalau kamu cuman tidur di kantor hmm?? Ujar Maliq sinis sambil terbahak.
"Maaf pak,saya ketiduran..saya janji tidak akan mengulanginya lagi " Lirih suara Syifa menghiba.
"Hmm..aku bisa memaafkanmu tapi hari ini kamu harus lembur bersamaku.Sana cuci mukamu dulu,pasti kamu belum sholat ashar kan ???
"Saya lagi belum bisa sholat Pak..." Ujar Syifa sambil menunduk.Dia berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari ruangan.
"Heii..mau kemana ?" pekik Maliq.
"Mau cuci muka pak..." Ujar Syifa sambil menatap Maliq.
"Ck..pak..pak...panggil saja seperti panggilanmu di rumah kalau tidak ada orang.Dan yaa...nggak usah keluar,cuci mukamu di kamar mandi sini saja "Titah Maliq sambil menunjuk ke arah kamar mandi dalam ruangannya.
__ADS_1
"Baik, Kak.."