
Zidan kecewa mendengar pernyataan Syifa.Tapi disembunyikannya kekecewaanya itu.Raut wajahnya dibuat sewajar mungkin.
"Yahh..udah,kita duluan saja Gladis,tapi janji yaah..kamu nyusul"Ujar Zidan pada Syifa.
"Insyaa Allah Kak,kalau urusanku sudah selesai..Aku akan nyusul"Ujar Syifa tanpa menatap Zidan.
"Ok..Aku duluan sama Kak Zidan yaah, fah".Gladia pamit pada Gladis dambil berdiri dari bangkunya.
Syifa hanya mengangguk lalu melanjutkan bacaannya.
***
Jam setengah enam sore,Syifa baru pulang dari kampus diantar oleh Gladis.Suasana rumah masih sepi.Syifa melihat mobil Maliq belum ada terparkir di garasi.
"Berarti Kak Maliq belum balik dari kantor"Gumam Syifa sambil melangkah memasuki pekarangan rumahnya.Disapanya dengan ramah Pak Mardi,Satpam yang dipekerjakan Maliq untuk menjaga keamanan rumahnya.
"Assalamualaikum Pak Mardy"
"Waalaikum Salam Nak Syifa..baru pulan?".Ujar Pak Mardi sambil membuka pintu pagar untuk Syifa.
"Iya..Pak Mardi.Kak Maliqnya belum balik ya Pak??"Tanya Syifa pada Pak Maliq.
__ADS_1
"Belum,,.mungkin lembur lagi Nak!!"Ujar lelaki paruh baya tersebut.
"Oo..iya pak...mari..Aku masuk dulu"
Pak Maliq mengangguk hormat pada Syifa.
"Hffft...capek sekali seharian di kampus,syukurlah urusanku sudah selesai semua.Jadi besok Aku tinggal packing packing,skalian besok Aku ke rumah Mamah buat pamitan"Gumam Syifa sambil mengambil handuk di dalam lemari,dia hendak mandi dan bersiap siap untuk sholat Magrib.
Selesai melaksanakan sholat maghrib,Syifa ke dapur untuk menyiapkan makan malam.Entah Maliq akan memakan masakannya atau tidak,dia tetap menyiapkannya untuk Maliq.
Sementara di tempat lain.Gladis sedang duduk di ruang keluarga rumahnya ditemani Mami dan Papinya.Gladis merupakan anak tunggal.
Mami Gladis terkejut. "Mau ngapain di Jakarta sayang hmm?"Tanya Mami dengan lembut.
"Aku mau temani Syifa,dia mewakili propinsi ini untuk menghadiri lomba karya Ilmiah.Aku kasihan padanya Mih...seperti yang Aku sudah ceritain,dia itu sudah menikah tapi tidak dianggap sama suaminya.Suaminya itu masih terobsesi dengan masa lalunya.Dan dengan tidak tau dirinya juga,pacar suaminya itu tetap mengejar suaminya walaupun dia tau pacarnya itu sudah memiliki istri.Mana orang tua Syifa jauh sekali Mih..yang perhatian padanya cuman mertuanya saja.Itupun mertuanya sangat sibuk,soalx mertuanya itu pejabat".Tutur Gladis panjang lebar.
Mamih hanya termangu mendengar penuturan Gladis.
"Benar benar gadis yang malang"Ucap Mamih lirih.
"Iya Mih...padahal Syifa itu anak yang luar biasa Mih...IQnya diatas rata rata.Dia ikut program akselerasi..dan lolos,Aku kagum padanya Mih..."
__ADS_1
"Oh..yah??sekali kali kamu ajak temanmu mampir ke sini,Nak.."Tiba tiba Papi ikut nimbrung percakapan Mamih dan Gladis.
"Sudah sering aku ajak Pih,tapi Syifa tidak mau.ALasannya katanya,dia pamitnya ke kampus sama suaminya.Berarti pulang kampus harus langsung ke rumah,tidak boleh ke tempat lain"Tutur Gladis pada Papih.
"Wah..luar biasa.Istri yang selalu patuh terhadap suami.Papih salut,harusnya suaminya itu bangga padanya,bukannya menyakitinya.Papih jamin suaminya bakal nyesal kalau sampai menceraikannya.Dan pasti itu perempuan pacar suaminya bukan perempuan baik baik"Papih nampak antusias menanggapi cerita tentang Syifa.
"Jadi bagaimana Mih,Pih..Aku bolehkan Ke Jakarta temani Syifa..."rengek Gladis lagi pada Mamih dan Papihnya.
"Mm..iya boleh,nanti tiba di Jakarta kamu dengan Syifa menginap di rumah kita saja.Nggak usah ke hotel,supaya di Jakarta kamu mau ke mana mana di antar sama Pak Tono sopir Papih"Ujar Mamih sambil membelai rambut hitam anaknya.
"Yeeeyy....terima kasih Mih,Pih..."Pekik Gladis girang sambil mencium pipi Mamih dan Papihnya.
"Hhhmmm giliran ada maunya baru sukarela mencium Mamih dan Papih"seloroh Papih.Gladis terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
***
๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท
Bagi like n votenya lagi yaa readersku tersayang๐๐.
Jangan lupa komennya juga....biar author semangat updatenya
__ADS_1