
Hari berganti, hingga bulanpun telah berganti.Tak terasa Syifa telah menyelesaikan study.Hanya dalam kurun waktu satu tahun dia telah menyelesaikannya pendidikan Magister-nya.
Hari ini adalah hari paling bahagia sekaligus hari paling menyedihkan buat Syifa.Hari ini dia akan wisuda tapi, untuk kedua kalinya tak satupun orang istimewah dalam hidupnya mendampinginya saat moment bahagia seperti ini.
Sebulan lalu Maliq harus balik ke tanah air setelah menerima telepon dari Kakaknya,yang memberikan kabar bahwa Kakeknya kritis di rumah sakit.
Sebagai cucu yang sangat disayang oleh kakeknya,dengan berat hati Maliq harus meninggalkan Syifa untuk menjenguk Kakeknya.
Selepas kepergian Maliq sebulan lalu,Syifa sulit berkomunikasi dengan suaminya itu.Dia bisa berkomunikasi hanya pada minggu pertama Maliq berada di Indonesia.Setelahnya Maliq tidak pernah lagi menghubunginya.Jika Syifa menghubunginya,pasti suara merdu operator yang selalu menjawab panggilannya.
Manurut mertuanya (Mamah Maliq )yang masih tetap intens berkomunikasi dengan Syifa,mengatakan bahwa Maliq saat ini sering bolak balik ke kampung halaman kakeknya, dan di sana tidak terjangkau oleh jaringan.
Siang ini,setelah melewati proses wisuda yang entah mengapa membuat Syifa merasa sangat melelahkan.Gontai langkah Syifa keluar dari ruangan wisuda,tiba tiba kepalanya terasa berat dan bumi tempatnya berpijak terasa berputar..hingga..
" Bruukk !!!".
Tubuh Syifa oleng dan nyaris ambruk ke lantai jika tidak sempat direngkuh oleh seseorang yang tiba tiba berada di tempat Syifa berdiri.
__ADS_1
Seketika Syifa hilang kesadaran setelah sebelumnya sempat melirik penolongnya seorang wanita yang tidak asing di matanya.
" Clarissa " Desis Syifa menyebut nama teman sekelasnya lalu memejamkan matanya tak sadarkan diri.
" Heii...tolong aku !!!kita angkat dia ke mobilku !! " Pekik Clarissa pada teman wanitanya yang berada tidak jauh dari tempatnya.
" Huff...sungguh menyusahkan !!.Andai aku tidak ingat dengan ancaman Qenan,tidak sudi aku menolongmu " Geram Clarissa menggerutu sambil melirik Syifa yang terbaring di kursi penumpang di mobilnya.
Setelah Clarissa di culik dan sekap oleh orang suruhan Qenan.Qenan datang membebaskan Clarissa tapi dengan syarat,Clarissa tidak boleh mencelakai Syifa lagi malah dia wajib memastikan keamanan Syifa.Andai Clarissa tidak menyanggupi persyaratan Qenan,Qenan mengancam akan menyuruh orang untuk membunuh Clarissa.
Flash back
" Haa....haa....haaa..kau pikir semudah itu akan bebas dari hukumanku haa ???aku sudah memperingatimu..jangan pernah mengganggu Syifa.Tapi kau tidak mengindahkanku.Sekarang terima akibatnya !!! "
" Aku mohon,Qen..aku janji tidak akan mengganggu Syifa lagi !! " Clarissa merintih dengan suara menghiba sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.
Qenan mendengus sambil membuang pandangannya ke tempat lain.Jujur hatinya tidak tega harus menyiksa seorang perempuan.Tapi dia ingin memberikan pelajaran pada Clarissa yang sudah lancang menggangu orang yang dicintainya.
__ADS_1
" Baiklah...aku akan membebaskanmu.Tapi kau harus menyanggupi syarat yang aku ajukan " Sentak Qenan sambil menatap tajam ke arah Clarissa.
" Apa syaratnya,Qen ?? aku akan melakukannya,asal kau akan membebaskanku dari tempat terkutuk ini " Ujar Clarissa dengan suara lemah.
Qenan menatap Clarissa dengan sinis. " Kau harus memastikan keamanan Syifa ketika dia berada di kampus.Mudah kan ?? tapi ingat,kau di awasi oleh orang orangku.Sebenarnya aku tidak memerlukanmu untuk memastikan keamanan Syifa,cukup orang orangku saja.Tapi Syifa itu muslim fanatik yang tidak mau dekat dengan lawan jenis,maka dari itu kau yang harus memastikan keamanan Syifa dari dekat " Tegas Qenan pada Clarissa.
" Apa kau menyanggupinya ??" Sentak Qenan melihat Clarissa tak menanggapi ucapannya.
" I iiya,Qen.Aku janji akan memastikan keamanan Syifa ketika dia berada di kampus " Ujar Clarissa gagap.
" Hmm...ingat !! Pastikan keamanannya.Jika kau coba coba berkhianat.Aku pastikan orang orangku akan memperkosa dan membunuhmu lalu membuang mayatmu ke laut " Ancam Qenan dengan suara penuh penekanan sambil menyungutkan wajahnya kedepan wajah Clarissa,jangan lupa seringai jahat yang terukir di wajah tampannya.
Clarissa bergidik ngeri melihat raut wajah Qenan yang mengintimidasinya.Dia hanya bisa mengangguk lemah dengan nafas yang terasa sesak melewati rongga dadanya.
" Apa sebesar itu cintamu padanya,Qen ?? " Batin Clarissa menjerit perih.
" Ok.aku rasa aku tidak perlu lagi berlama lama di sini.Kalian bebaskan dan antar dia sampai di rumahnya " Ujar Qenan memerintahkan anak buahnya untuk membebaskan Clarissa lalu melangkah keluar dari ruang penyekapan Clarissa.
__ADS_1
Flash back off