
💖💖💖 Andai saat terlelap aku bisa merasakan cintamu untukku,sungguh aku tidak ingin terjaga .💖💖💖
^^^" Nursyifa " ^^^
***
" Aku ada di mana ini ?? "Desis Syifa lemah.Matanya mengerjap menyesuaikan dengan cahaya.
Syifa menggerakan kepalanya,melirik ke arah Sofa.
" Mah..." Lirih suara Syifa hampir tidak terdengar.
Mamah Maliq yang sedang fokus dengan ponselnya seketika menengok ke arah Syifa.
" Syifaaa..!!.Masyaa Allah..kamu sudah sadar,sayang ??!!" Pekik Mamah gembira.Mamah segera menghampiri Syifa.
Syifa hanya bisa tersenyum tipis. " Ternyata hanya Mamah yang peduli padaku.Lihatlah tak ada orang lain di sini,apalagi Kak Maliq".Batin Syifa.
"Tapi sepanjang hari,aku seperti mendengar suara Kak Maliq"
Syifa berusaha untuk duduk.
" Eeh..kamu mau ngapain Nak ??"
"Syifa mau duduk Mah...pegal badanku " Ucap Syifa lemah.
" Tunggu,Mamah panggil dokter dulu " Mamah segera memencet tombol nurse call di atas kepala Syifa.
Tak lama kemudian perawat datang. " Iya Bu..ada apa ??"
" Menantu saya sudah siuman Sus..!!"
"Oh..iya,tunggu sebentar yaa Bu,saya panggil dokter dulu " Ujar perawat bergegas keluar memanggil dokter..
Sesaat kemudian dokter datang dengan diikuti oleh perawat yang tadi.
" Bagaimana perasaan Ibu Syifa ??" Tanya dokter pada Syifa sambil mulai memeriksa keadaan Syifa.Dia memanggil Syifa dengan sebutan Ibu,sebab dia tau bahwa Syifa adalah istri Maliq.
" Alhamdulillah perasaan saya baik Dok.." Ujar Syifa dengan suara masih lemah.
" Baiklah..Ibu Syifa,semuanya normal.Hanya luka jahitannya saja yang masih sedikit basah.Mungkin dua hari lagi Ibu sudah bisa pulang " Ujar Dokter setelah memeriksa keadaan Syifa.Syifa hanya mengangguk lemah.
" Alhamdulillah..." seru Mamah senang.
" Kalau begitu, saya tinggal dulu yaa Bu..." Pamit dokter pada Mamah dan Syifa .
" Terima kasih dokter " sahut Mamah.Dokter mengangguk hormat pada Mamah lalu melangkah keluar.
Mamah mendekati Syifa dan membantu Syifa untuk duduk.
" Mau minum , Nak ??"
Syifa hanya mengangguk." Mah..maafkan Syifa sudah merepotkan Mamah " Ucap Syifa lirih.
" Ya Allah Nak..Mamah tidak merasa direpotkan..Justru Mamah sangat berterima kasih padamu ,Nak..sudah menyelamatkan Maliq " Tutur Mamah sambil membelai kepala Syifa.
__ADS_1
"Deg..." Dada Syifa berdenyut nyeri ketika Mamah menyebut nama Maliq.Terlintas ingatannya saat Maliq mengucapkan kata kata akan berpisah dengannya,saat dia terbaring koma di ruang ICU.
"Aku mendengarnya dengan jelas apa yang diucapkannya " Batin Syifa.
" Oh ya Syifa Mamah punya kejutan untukmu " Ujar Mamah antusias." Kamu tunggu di sini dulu,Mamah mau keluar sebentar " Imbuhnya lagi.
Syifa hanya menatap tidak mengerti ke arah Mamah yang sudah menghilang di balik pintu.
" Hfft...sebentar lagi aku selesai kuliah,itu artinya Kak Maliq akan segera menceraikanku " .Monolognya di dalam hati. "
"Ceklek " Mamah masuk dengan wajah sumringah "
" Sayang...kamu mau makan ??biar Mamah suruh Jhon membelikanmu makanan".
" Iya Mah..kayanya Syifa kelaparan " Jawab Syifa sambil meraba perutnya.
" He..he..gimana nggak kelaparan, kamu tidur sudah lima hari "
" Haah..lima hari ??
" Iya..lima hari.Malah hari pertama kamu hampir saja meninggalkan kami.Denyut jantungmu menghilang,hingga dokter sudah menyatakan bahwa kamu sudah meninggal " Ujar Mamah sendu.Air matanya kembali menetes.
Syifa hanya bisa melongo.
Mamah menggenggam tangan Syifa" Sayang..Mamah dan Maliq sangat ketakutan saat itu".
"Apa Kak Maliq takut aku meninggal juga .Tapi aku sangat jelas mendengar dia mengatakan akan berpisah denganku??"Batin Syifa.
"Syifa...Syifa ...kamu kenapa,Nak ?? Tanya Mamah melihat Syifa termenung.
" Ya sudah kita tunggu Jhon membawa makanan untukmu "
" Iya Mah ".
" Ceklek " Pintu di buka." Assalamualaikum!!!"
" Waalaikum salam Warrahamtullahi Wabarakatuh " Jawab Mamah Maliq dan Syifa serentak.
Syifa melirik sekilas ke arah pintu.Dia mengernyitkan keningnya.
Dua sosok yang sangat Syifa rindukan perlahan mendekati Syifa...
" Mamah..Papah...!!! ini benaran Mamah sama Papah ??Syifa tidak bermimpi kan Mah ??Tanya Syifa pada Mamah Maliq.
Tadi saat Mamah Maliq ijin keluar pada Syifa.Sebenarnya dia menelpon Jhon untuk membawa orang tua Syifa datang ke rumah sakit.
Mamah Maliq tersenyum." Tidak sayang, ini benaran Mamah sama Papah kamu.
Mamah Syifa mendekat dan memeluk Syifa dengan erat.Mamah Maliq segera berdiri dari tempatnya,dia memberikan ruang untuk orang tua Syifa melepas rindu dengan anaknya.
" Maaf besan,saya keluar dulu sebentar " Pamit Mamah Maliq pada orang tua Syifa.
" Oh..Iya Bu.." sahut Mamah dan Papah Syifa.
"Papah...!! rengek Syifa pada Papahnya sambil mengulurkan tangannya minta di peluk.
__ADS_1
Papah Syifa segera memeluk Syifa dengan rasa rindu.
Mereka bertiga menangis penuh kerinduan.
" Pah...Mah..Adek rindu..!!" Rengek Syifa pada Mamah dan Papahnya.Sudah dua tahun dia memendam kerinduanny untuk dua orang terkasihnya itu.
Mamah terkekeh sambil menghapus air matanya. " Sudah jadi seorang istri kok masih cengeng hmm???!" Goda Mamah pada Syifa.
" Iih...Mamah..." Syifa merengek manja pada kedua orang tuanya.
Papah membelai kepala Syifa dengan lembut.
"Mah,kapan Mamah sama Papah datang ?? datang naik apa??" Tanya Syifa dengan semangat.
" Ampun ini anak...baru juga sadar dari komanya,cerewetnya sudah kambuh " gerutu Mamah pura pura.
" Iiih Mamah..godain adek terus "
"Pah..liat tu Mamah."
Papah Syifa terkekeh sambil mengecup pucuk kepala Syifa.Tanpa sadar air mata mengalir dari sudut matanya.Sungguh dia sangat merindukan putrinya ini.
" Mamah sama Papah sampe tadi pagi.Kemarin pagi sopir Nak Maliq menjemput Mamah dan Papah" Tutur Papah pada Syifa.
" Ooh ..jadi Mamah sama Papah naik mobilnya Kak Maliq "
"Iya "
"Sudah makan dulu Nak...kamu pasti kelaparan,sudah lima hari jadi putri tidur " Pungkas Papah bantu menggoda Syifa.
Syifa cemberut memanyunkan bibirnya." Iisst "
" Sini Mamah suapin, Nak..!!" Ujar Mamah mengambil makanan yang dibeli oleh Jhon tadi."Setelah makan Mamah akan membersihkan badanmu" Imbuhnya lagi.
" Mamah sama Papah sudah makan ??" Tanya Syifa mengkhawatirkan orang tuanya.
" Sudah Nak...malah sempat istrahat sebentar di rumah kamu "
" Ooh ya sudah..kalau begitu,adek mau disuapin sama Mamah dan Papah " Ujar Syifa manja.Diletakkannya kepalanya di bahu Papahnya sambil menanti suapan dari Mamahnya.
" Mah..Pah...kan sebentar lagi adek selesai kuliah S1.Dan kemarin adek dapat beasiswa S2 lagi.Bolehkah adek lanjut S2??" Tanya Syifa ragu ragu.
" Kenapa tanya ke Mamah dan Papah Nak...??Tanya itu ke suamimu " Jawab Papah.
Syifa tertunduk. " Jelas aku tanyanya ke Mamah sama Papah.karena aku tahu,saat aku menyelesaikan S1 ku,aku akan kembali pada kalian " Batin Syifa.
" Mm..masalahnya beasiswa itu lanjut di Jerman " Ujar Syifa lirih.
" Haah ..Jerman ???" Pekik Mamah terkejut.
"Iya,Mah "
" Apalagi keluar negri seperti itu,kamu harus ijin suamimu " Ucap Mamah.
" Maafkan aku Mah..." Desis Syifa dalam hati.
__ADS_1