Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
53


__ADS_3

"Maliq...hari ini Mamah merasa sangat tidak berguna untuk menjadi seorang ibu,Mamah telah gagal mendidikmu.Kau Laki laki beristri,dengan tidak tau malunya berpelukan dengan wanita yang bukan muhrimmu di tengah keramaian.Seolah Kau telah melupakan Syariat agamamu.Dengan bangganya Kau memeluk perempuan lain tanpa merasa risih sedikitpun.siapa yang telah mendidikmu menjadi menjijikan seperti itu Nakk...!!Kau memohon cinta pada perempuan yang bukan pasangan halalmu.Dia manusia Maliq,bukan Tuhan tempatmu bermohon"Mamah terisak dihadapan Maliq.Pipinya basah dengan air mata.


Maliq terpaku melihat Mamah.Dia tidak tau mau berkata apa.


"Maafkan Maliq Mah...Maliq benar benar sangat mencintai Linda Mah..."Lirih suara Maliq nyaris tak terdengar."


"Masih berani juga Kau menyatakan cintamu pada perempuan itu..??"Mamah berdiri dari sofa tempat mereka duduk lalu berjalan ke arah pintu.Dia sangat geram dengan ucapan Maliq.setelah tiga langkah dia berhenti.


"Baiklah Maliq kalau itu keinginanmu,ceraikan segera Syifa sebelum gadis itu semakin terluka.Dan Yaa..setelah Kau menceraikan Syifa segera makamkan Aku di samping makam Papahmu"Ujar Mamah pelan penuh penekanan tanpa membalikan badan ke arah Maliq.Setelah itu dia melanjutkan langkahnya keluar ruangan.


Maliq tersentak mendengar pernyataan terakhir dari Mamah.Dia sangat menyayangi Mamahnya,dikejarnya langkah Mamah.


"Mah..maafkan Maliq Mah..jangan ngomong seperti itu pada Maliq Mah...Maliq mohon mah"Pekik Maliq mengejar Mamah.

__ADS_1


Mamah tidak menghiraukan seruan Maliq.Dia sangat kecewa dengan Maliq.sebagai seorang ibu perasaannya sangat terluka.Gegas dia masuk kedalam kamar dan menguncinya dengan rapat.Setelah pintu tertutup rapat,badannya luruh ke lantai.Dia menangis sesunggukan.


"Pah..Aku gagal mendidik anak kita,Pah.Andai Papah masih di sini pasti Maliq tidak akan salah jalan.Dia menyakiti hati seorang gadis polos yang dipaksanya untuk menikah dengannya,dan dengan seenaknya dicampakannya.Anakku laki laki tidak punya hati.


Maliq terus mengetuk pintu kamar Mamah dan memohon mohon maaf pada Mamah, tapi Mamah tidak bergeming.Sampai akhirnya merasa capek lalu berjalan dengan gontai ke arah kamarnya.


***


Keesokan harinya.Syifa yang sudah terjaga dari jam 3 subuh tadi untuk melaksanakan sholat.Setelah sholat subuh,Syifa bergegas ke dapur membantu Bu siti menyiapkan sarapan yang sudah menjadi rutinitasnya tiap pagi.


"Mah...sarapan dulu Mah..Syifa sudah menyiapkan sarapannya"Ucap Syifa saat melihat mertuanya berjalan ke arah meja makan.


Syifa heran melihat wajah kuyu Mamah seperti orang yang kurang tidur.Matanya sembab

__ADS_1


"Ada apa dengan Mamah??Mamah kaya orang baru habis nangis"Monolog Syifa dalam hati


Mamah menarik kursi makan lalu duduk.


Syifa menatap Mamah yang tidak seperti biasanya hanya diam.


"Syifa panggil Kak Maliq dulu untuk sarapan yaa Mah?".Ujar Syifa pada Mamah lalu beranjak menuju kamar.


"Iya sayang..."Seru Mamah lalu menatap sendu punggung Syifa yang telah menjauh menuju kamar.


Rizal dan Laras keluar dari kamarnya masing masing untuk sarapan,mereka sudah mengenakan seragam sekolahnya dengan rapi.


Mamah melihat ke arah cucunya lalu menanyakan Ayin dan suaminya"Mana Mamah sama Papah kamu Rizal??"

__ADS_1


"Masih di kamar kayanya Nek,paling sebentar lagi turun"Jawab Rizal sambil menarik kursi untuk duduk.


__ADS_2