Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
124


__ADS_3

" Sayang, malam ini kita jadi Dinnernya ??"


" Iya,Mamih sama Papih sudah pesan tempatnya" Ujar Gladis bergelayut manja di lengan Willy.


" Mungkin Mamah sama Papah akan membicarakan acara lamaran nanti pas dinner " Ucap Willy sambil mengecup sekilas pucuk kepala Gladis.Saat ini mereka sedang berada di pantai menikmati weekend mereka.


" Setelah lamaran nanti aku akan bertemu dengan temanku.Aku akan membongkar borok Linda.Aku tidak mau dia menjadi korban si perempuan ular itu.Aku kasihan dengan istrinya,pasti akan sangat tersakiti". Ujar Willy geram.


Gladis mendongakan kepalanya. " Iya sayang,sebagai perempuan aku bisa merasakan bagaimana sakitnya hati istri sahabat ka willy".


" Kak Willy sudah pernah ketemu dengan istri sahabat Kakak ??" Tanya Gladis.


" Belum sih..tapi menurut sahabatku,dia menikahi istrinya cuma karena dia merindukan Linda " Ujar Willy.


" Itu artinya,mereka tidak saling mencintai ??"


" Sepertinya begitu ".


" Hhfff..laki laki egois.Menikahi karena memikirkan hatinya.Selingkuh untuk menjaga hatinya.Kalau aku jadi istri sahabat Kak Willy, pasti aku beri racun sianida di kopinya biar skalian bertemu Tuhan" Ujar Gladis emosi.

__ADS_1


" Glek "..Willy menelan ludahnya dengan kasar,bahunya bergidik ngeri mendengar ucapan Gladis." Ampun deh...jangan sampe bikin kesalahan sama calon bini,pas minum kopi langsung otw surga " Gumam Willy dalam hati.Matanya menatap horor ke arah Gladis.


" Kenapa Kak..??kenapa Kak Willy menatapku begitu ??" Tanya Gladis heran melihat sikap Willy.


"Eeh..nggak kenapa napa..cuman ngeri aja membayangkan minum kopi buatan kamu ada sianidanya.." Jawab Willy.


" Memangnya Kak Willy selingkuh atau punya niat buat selingkuh ??" Ujar Gladis menaikan suaranya satu oktaf.Tatapannya tajam ke arah Willy.Sontak tubuhnya menjauh dari Willy.


" Astagaa...nggak ada kaya gitu...itt...itu kan... " Willy jadi serba salah menjelaskan pada Gladis,mulutnya jadi kelu melihat tatapan Gladis.


" Itu apa haa ?" Pekik Gladis lagi.Matanya sudah berkaca kaca.


"Sudah jangan marah lagi yaa...nanti hilang cantiknya hmm..!!" imbuhnya lagi sambil menoel hidung mancung Gladis.


" Isshhh... " Gladis menampik tangan Willy,bibirnya cemberut monyong 5 centi.


" Ha..haaa..ha..sayang,jangan di monyongin tu bibir, nanti kalau tidak kembali bakal saingan sama bebek...." Olok Willy pada Gladis sambil terbahak.Dia mencubit bibir Gladis dengan gemas.


" Kak Willy....ish.." Pekik Gladis sambil memukul mukul lengan Willy.

__ADS_1


" Aaww..auwww..sory sory sayang..bercanda..ampun!!!" Seru Willy.


Gladis berhenti memukuli Willy tapi masih dengan mode cemberut.Willy meraih tubuh Gladis,membawanya kembali ke dalam pelukkannya.Hingga akhirnya Gladis kembali luluh dan seketika bergelayut manja lagi di bahu Willy.


"He..he...gadisku memang unik.Gampang marah...gampang juga membujuknya.Bikin gemes." Willy terkekeh dalam hati.


***


Di rumah sakit.Mamah dan Papah Syifa sudah sampai.Mamah Syifa terisak di samping ranjang Syifa.


" Sayang..bangun sayang.Apa kamu tidak rindu pada Mamah ???" Isak Mamah Syifa sambil menggenggam tangan Syifa penuh kerinduan.Diusapnya kepala Syifa dengan lembut.Diciumnya berulang ulang dahi Syifa.


Papah Syifa merengkuh bahu Mamah.Tak ada kata kata yang terucap dari bibirnya.Lidahnya kelu melihat anak bungsunya yang sedang terbaring lemah.


" Maafkan saya Mah,Pah...gara gara saya Syifa jadi celaka " Ucap Maliq lirih sambil menatap sendu pada mertuanya.


" Tidak Nak,kenapa kamu harus minta maaf, kamu tidak bersalah Nak...ini sudah takdir Allah.Sudah menjadi ketetapan Allah bahwa Syifa harus seperti ini " Ujar Papah Syifa lembut sambil menepuk bahu Maliq.


Mamah mengiyakan ucapan Papah Maliq. " Iya Nak..kita tidak boleh menyesali apa yang sudah terjadi.Sudah sepantasnya suami istri harus saling melindungi.

__ADS_1


Maliq tertunduk mendengar kata kata Mamah." Andai mereka mengetahui perlakuanku terhadap Syifa,apakah mereka akan seperti ini ??" Gumam Maliq dalam hati.


__ADS_2