Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
204


__ADS_3

Syifa termenung di balkon kamarnya.Dia merenungkan setiap peristiwa yang menimpanya dan kakaknya.


" Kenapa harus sama ?? kenapa harus ada orang ketiga dalam rumah tanggaku dan rumah tangga kak Nurul.Kasihan kak Nurul " Gumam Syifa tanpa sadar air matanya menetes tanpa permisi.


" Hhmm kenapa akhir akhir ini aku sangat mudah sekali meneteskan air mata " Gumamnya lagi lalu menghapus air matanya dengan gusar.


" Aah...!! " Syifa terpekik karena terkejut.Tiba tiba sepasang lengan besar melingkar sempurna di pinggangnya.


" Lagi lamunin apa sih,dek..sampai kakak datang tidak sadar,hmm ?? " Ujar Maliq terkekeh melihat Syifa terkejut dengan kedatangannya.


" Hhff..Kak Maliq...senang sekali bikin jantungku copot " Gerutu Syifa sambil menepuk pelan lengan suaminya.


" Maaf,dek..habis adek kayanya serius sekali.Lagi lamunin apa sih,dek ?? " Ucap Maliq mengulang pertanyaannya yang tadi.


" Mmm..nggak lagi lamunin apa apa..cuman lagi bosan aja.Kakak sih lama perginya " Sela Syifa mencoba menghindari pertanyaan Maliq.Dia belum ingin bercerita pada Maliq tentang apa yang sedang difikirkannya.


Maliq membalikan badan Syifa menghadapnya. " Dek..!! adek ngangis ?? " Maliq menangkup wajah Syifa dengan lembut lalu menatapnya dengan intens." Maaf kalau kakak tidak membawa adek tadi.Kakak takut nanti adek capek ".Ujar Maliq merasa bersalah.Dia menyangka Syifa menangis gara gara dia melarang Syifa ikut tadi.


Syifa menggeleng pelan. " Adek tidak menangis " Gumamnya.


" Eeh..tidak menangis tapi matanya merah trus ini ada sisa air mata di pipi,hmm !! " Maliq menghapus dengan lembut jejak air mata yang tersisa di pipi istrinya.


Syifa bungkam.Disandarkannya kepalanya di atas dada bidang Maliq sambil menghirup dalam dalam aroma tubuh suaminya itu.

__ADS_1


Maliq memeluk erat tubuh mungil istrinya." Ada apa dengan Syifa.Kenapa dia menangis ?? " Tanya Maliq dalam hati.Dia belum ingin bertanya.Dia menunggu Syifa akan bercerita dengan sendirinya.


Maliq menuntun Syifa untuk duduk di kursi balkon dan mendudukan Syifa di atas pangkuannya.


" Kak ..! Abinya Zahrah telah menikah lagi " Ucap Syifa tiba tiba setelah beberapa saat hening.


" Astaghfirullah..kata siapa ?? " Maliq mengurai pelukannya, tersentak mendengar ucapan Syifa.


" Kak Nurul ..." Desis Syifa lalu terisak kembali. Dia merebahkan kepalanya di bahu Maliq dengan manja.


Maliq mengusap lembut kepala Syifa yang tertutup jilbab jersey yang dikenakannya.Dia tidak tau mau menanggapi seperti apa.Dia sadar,bahwa dia sama seperti Irman.Seketika rasa bersalahnya kepada Syifa kembali menyusup dalam hatinya.


" Dia melihat kakaknya dipoligami..dia sangat sedih.Artinya dia lebih sedih lagi karena aku telah menikahi Sandra juga " Batin Maliq sedih.


" Haa..!! kenapa Kakak yang minta maaf ?? " Syifa mendongakan kepalanya menatap Maliq sambil mengusap air matanya.


" Karena Kakak juga seperti Abinya Zahrah.Telah menikah kembali tanpa sepengetahuan adek " Ujar Maliq dengan nada penuh penyesalan.


" Beda ceritanya,Kak..!! Abinya Zahrah karena memang dia mau menikah kembali.Tapi Kak Maliq kan dipaksa sama Kakek.. " sela Syifa dengan nada manja.Wajahnya seketika cemberut. " Atau Kak Maliq memang senang menikah kembali " Imbuh Syifa lagi dengan bibir mengkerucut.


" Eeh..astagaa..!! mana ada seperti itu,dek..!! " Tukas Maliq sambil mencubit pipi istrinya yang semakin chubby.


" Sumpah,dek..saat Kakak dipaksa nikah,dunia serasa mau kiamat.. " Tutur Maliq sendu." Jadi Kakak mohon,jangan tinggalkan Kakak !! " Imbuhnya lagi.

__ADS_1


Syifa hanya terdiam sambil menatap netra elang Maliq.Dia mencari kebohongan di mata itu,tapi dia tidak menemukannya.


" Jangan memohon pada adek,Kak.Adek sebagai istri,Insyaa Allah akan berusaha sebisa mungkin memepertahankan keutuhan rumah tangga kita !! tapi,jika kakak tidak bisa bersikap tegas,mustahil rumah tangga kita akan baik baik saja.Kakak seorang pemimpin rumah tangga.Seorang pemimpin tidak akan bisa berhasil memimpin,ketika dia tidak bisa mengambil sikap " Ujar Syifa menyentil sikap Maliq yang tidak bisa memberi ketegasan pada kakeknya.


Maliq tersentak mendengar ucapan Syifa. " Maafkan Kakak,dek.Belum bisa bersikap tegas.Kakak terlalu lemah dihadapan Kakek". Sesal Maliq dengan nada sendu.


" Hhff...adek tunggu sikap tegas itu,kak sampai batas kesabaran adek itu akan berujung " Ucap Syifa datar lalu bangkit dari pangkuan Maliq.Entah mengapa dia kesal dengan ucapan Maliq seolah olah tidak bisa menjanjikan ketegasannya.


" Eeh....maksudnya apa dek ?? Insyaa Allah setelah ini kakak akan mengambil sikap.Kakak akan bicara pada kakek dan akan mengembalikan Sandra pada Kakek " Maliq panik mendengar ucapan Syifa.


" Adek..tidak butuh janji..tapi butuh bukti !!" Ujar Syifa tegas lalu berlalu dari hadapan Maliq.


" Hmm...biarlah kata orang aku ini jahat dan egois.Aku tidak mau rumah tanggaku dihancurkan oleh orang orang yang berniat menipu suamiku " Gumam Syifa dalam hati.


" Dek...kakak minta maaf !! " Pekik Maliq sambil berlari menyusul Syifa yang masuk ke dalam kamar.


Sementara di belahan bumi lainnya.


" Carikan aku guru spiritual yang bagus secepatnya.Jangan yang abal abal.Aku ingin lebih mendalami agama baruku dengan sungguh sungguh. Aku hanya punya waktu tiga bulan.Nanti setelahnya aku akan berangkat ke perusahaan cabang,sesuai arahan ayahku "


" Baik,Tuan..!! saya pastikan besok Tuan sudah bisa belajar dan guru anda akan datang ke tempat anda ".


" Hhmm..bagus ".

__ADS_1


__ADS_2