
" Beb...lebih baik kita jalan saja dulu cari cincin kawin.Ntar balik lagi.Lagian Syifanya pulang dari kampus nanti sore " Ajak Willy pada Gladis.Gladis dan Willy memang datang ke Jerman khusus membeli cincin kawin.Dan Gladis ingin menjemput Syifa untuk menghadiri pernikahannya dengan Willy.
" Hmm...baiklah !!" Ujar Gladis dengan raut kecewa.Dia ingin mengajak Syifa ikut mencari cincin kawinnya,tapi ternyata Syifa sudah ke kampus.
" Maliq...!! kami mau cari cincin kawin dulu.Atau kamu mau ikut sekalian jalan jalan" Ajak Willy pada Maliq.
" Nggak usah deh...aku mau ke supermarket,mau belanja keperluan dapur.Aku lihat bahan makanan Syifa sudah kosong " Tolak Maliq.
" cieee...yang sudah jadi suami perhatian...haa...ha..ha...!! " Ledek Gladis pada Maliq.
Maliq cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Ha..ha...benar itu beb...sepertinya ada yang lagi cari perhatian " Willy terbahak.
" Ckk..." Maliq berdecak kesal mendengar ledekan Willy dan Gladis.
" Ya sudah beb...kita jalan !!! "
Gladis mengangguk lalu mengikuti langkah Willy yang beranjak pergi.
Sepeninggal Gladis dan Willy,Maliq bersiap siap ke supermarket.Dia ingin membuat kejutan buat Syifa.Dia ingin membuat masakan istimewah.
Di kampus.
Pukul satu siang baru ada jadwal mata kuliah.Syifa bergegas menuju kelas untuk mengikuti mata kuliah.
" Bee..!!! " Pekik suara cempreng Evren memanggil nama Syifa.
__ADS_1
Seketika Syifa menengok ke sumber suara.
" Astagfirullah..Kak,bisa nggak sih nggak usah pake teriak teriak.Malu,orang pada nengok ke sini !! " Gerutu Syifa pada Evren.
" He..he...peace !! " Evren cengengesan sambil mengangkat dua jarinya.
Syifa menggeleng pelan kepalanya.
" Yuk,masuk !! " ajak Syifa pada Evren.
Syifa dan Evren mendudukan bokongnya di kursi masing masing.Mereka menunggu dosen mata kuliah yang belum terlihat batang hidungnya.
" Haii...sweetie !! apa kabarmu hari ini???" Tiba tiba suara bariton menyeru dari belakang Syifa.
" Hfff..." Syifa menghembuskan nafasnya kesal tanpa menengok ke asal suara.
" Tidak pernah bosan mengusik orang !! " Gerutu Syifa dalam hati.
Syifa tak bergeming.
" Aku mengirim buket bunga tadi pagi,tapi dibuang sama kakakmu di tempat sampah.Makanya aku ganti dengan setangkai mawar istimewa ini " Ujar Qenan.
" Bunga istimewa untuk gadis istimewaku " Imbuh Qenan lagi sok romantis, lalu meletakan mawar tersebut di pangkuan Syifa.
" Kakak ??? jadi dia menganggap Kak Maliq itu kakakku ?? " Gumam Syifa dalam hati.
" Maaf...itu bukan Kakakku,tapi dia suamiku !!" tegas Syifa menjelaskan status nya dengan Maliq tanpa menatap Qenan.
__ADS_1
" Ha...ha....jangan melucu,sweetie !!.Kamu masih terlalu kecil untuk jadi seorang istri ".Qenan terbahak mendengar pernyataan Syifa.
" Terserah !! " Gerutu Syifa kesal pada Qenan.
" Heii..Qenan.Stop deh gangguin adikku !! " Seru Evren dari sebelah Syifa menengahi Syifa dan Qenan.
" Dia nggak bakal mau sama kamu.Kamu itu bukan tipenya " Imbuhnya lagi.
" Hehh..makanya ini lagi usaha " Cibir Qenan pada Evren.
" Nggak bakal berhasil...Syifa bukan penganut aliran sesat kaya kamu.Dalam kamus Syifa itu nggak ada cinta cintaan " Ledek Evren lagi sambil terkekeh.
Qenan terpaku di tempatnya.Seketika dia menyadari dan membenarkan kata kata Evren.
" Kenapa aku tak menyadari itu yaa...Syifa dan aku itu sangat berbeda " Gumam Qenan dalam hati.
Qenan beranjak dari tempatnya lalu melangkah dengan lesu kembali ke tempat duduknya.
" Aku akan berusaha menjadi pria idamanmu,Syifa.Aku akan menyatukan perbedaan kita " Tekad hati Qenan.Ditatapnya punggung Syifa dengan tatapan mendamba.
Tanpa mereka sadari ada tatapan penuh luka dan kebencian sedang menatap ke arah Qenan dan Syifa.
" Awas kamu Syifa..sebentar lagi wajah sok polosmu itu akan menghilang selamanya dari hidup Qenan.Dan Qenan akan menjadi milikku !!" Geram pemilik mata itu.
" Tidak perlu kalian menculiknya.Bunuh di tempat saja kalau bisa !!" Ketik pemilik mata itu di ponselnya memberi perintah.
" Maaf Qenan..besok kau tidak akan melihat wajah sok polos pujaan hatimu itu lagi.Kau adalah milikku selamanya " Gumam orang tersebut sambil menyungging smirk devil.
__ADS_1
Sementara itu di apartemen.Maliq masih berkutat di dapur.Dia sedang memasak masakan nusantara.
" Aku yakin,kamu pasti akan sangat menyukai masakanku.Kamu pasti sangat rindu dengan masakan Indonesia " Ucap Maliq sambil tersenyum membayangkan wajah sumringah Syifa ketika makan masakannya.