
Syifa sangat terkejut mendengar bentakan Maliq.
"Maaf Kak..."Gegas Syifa keluar dari dalam kamar Maliq.
Syifa duduk di meja makan,dia menikmati sarapannya yang terasa hambar sendiri sambil termenung.Hatinya sangat sakit mendengar bentakan Maliq tadi.
"Semakin hari Kak Maliq semakin kasar.Hhhfftt semoga Allah selalu menjaga kesabaranku"
Setelah menyelesaikan sarapannya Syifa merapikan meja makan kembali dan mencuci piring kotornya,kemudian Syifa naik ke lantai dua menuju kamarnya.Dia bersiap siap ke kampus.
"Astahfirullah...jangan jangan Gladis akan datang menjemputku,Aku kan belum memberitahunya bahwa Aku sudah pindah rumah"gumam Syifa."Semoga saja ada Bu Siti,pada saat Gladis datang.Biar Bu Siti memberi tahukan alamatku sekarang.
***
Syifa turun dari taxi dengan wajah lesu.
"Syifaaa..!!."Tiba tiba suara cempreng Gladis mengagetkan Syifa.Ternyata Gladis sedang menunggu Syifa di gerbang kampus.Wajahnya di tekuk menahan kesal.
__ADS_1
"Astagfirullah....Gladis,kamu mengagetkanku..."pekik Syifa pada Gladis sambil mengusap dadanya pelan.
"He..he..hee..Sory🙏🙏"Gladis cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Aku menjemputmu tadi di rumah tantemu,tapi kata orang rumah kamu sudah pindah.Dan sialnya,siapa tuh perempuan bertubuh subur di rumah tantemu...judes banget.Aku tanya kamunya pindah ke mana...eeh dia ngejawab katanya kamu pindah ke planet mars"Gerutu Gladis sambil mengkerucutkan bibir mungilnya.
"Haa...perempuan bertubuh subur???"
"Planet mars?" Beo Syifa...
"Iya perempuan maximalis sizenya.Cantik sih...cuman judes dan terlalu subur"Gerutu Gladis lagi.
"Ppfffttt....Astigfirullah Gladis,kamu bisa aja ngata ngatain orang.Itu pasti Kak Ayin.Dia memang judes,tapi jangan dikatain gitu juga kali..."Cicit Syifa sambil menahan tawanya,dia merasa lucu dengan ucapan konyol Gladis.
"Yaa habisnya,sudah di tanyain dengan sopan santun...nanggapinnya ketus banget nggak ada ramah ramahnya sama sekali...udah gitu katanya kamu sudah pindah ke planet mars.siapa yang nggak kesal coba.Kamu juga sih..pindah nggak bilang bilang.Memangnya kamu pindah kemana sih?"Cecar Gladis.
"Degg..."Syifa gamang.
__ADS_1
"Mmh..Gladis ntar Aku bakal ceritain Aku pindah ke mana,setelah kita istrahat nanti.Ayo kita masuk dulu,jangan sampe kita lambat masuk"Ajak Syifa pada Gladis.Dia sedang berpikir untuk menceritakan perihal dirinya pada Gladis.
"Ok...ayo.Tapi kamu punya utang penjelasan padaku yaa.."
"Mmm..iya deh...Insyaa Allah Aku jelaskan sebentar".
Syifa dan Gladis berjalan menuju ke arah kelas.Beberapa pasang mata memperhatikan mereka dengan kagum.Mereka kagum dengan kecantikan mereka berdua.Syifa yang bertubuh mungil,berwajah putih mulus walau tanpa make up.Wajahnya begitu teduh.Hijab yang melindungi tubuhnya semakin membuatnya terlihat anggun dan memancarkan aura kecantikan alami.Sedangkan Gladis,gadis ceria bertubuh langsing mempunyai tinggi badan 1,70 cm,berkulit putih bersih, berwajah ceria dan sedikit bar bar🤭🤭.Komplit, kedua sahabat tersebut berhasil bikin iri gadis gadis di kampus mereka.
"Beh...dua orang Maba ini memang istimewah..cantiknya di atas rata rata"Seru Doni sambil memperhatikan Syifa dan Gladis dari tempat mereka duduk.Doni sedang duduk bersama teman temannya semester enam.
"Iya...Masyaa Allah banget..apalagi Si Syifa,wajahnya teduh penuh pesona tapi sangat sulit terjangkau..membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak".Ujar Syam puitis.
Zidan Si ketua BEM tergelak sambil mencibir."Kau itu Syam,kambing di dandani juga pasti cantik di matamu..ha..ha".
Syam cemberut,kalian tau kan sejak Syifa masih OSPEK aku sudah sangat tertarik padanya,tapi auranya bikin aku segan mendekat.
"Segan karena auranya,atau kamunya yang pengecut"Cibir Zidan.
__ADS_1