
" Nurul..!! kamu makan dulu,Nak..!! dari kemarin kamu belum makan " Suara lembut Mamah mencoba membujuk Nurul.
Saat ini Nurul pulang ke rumah orang tuanya.Dia sangat kecewa dengan suami dan mertuanya yang menginginkan Irman menikah lagi dengan teman masa kecil Irman.Alasan mereka sungguh tidak masuk di akal.
Orang tua Irman ingin menikahkan Irman dengan alasan karena Nurul belum bisa memberikan cucu laki laki untuk mereka.Sungguh alasan yang hanya dibuat buat.
Nurul yang tidak ingin dimadu,memilih pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa Zahrah bersamanya.
Sebenarnya Irman tidak mengijinkan Nurul untuk pergi,tapi dia tidak kuasa menentang keinginan orang tuanya.
Nurul memberikan pilihan pada Irman.Jika Irman ingin tetap Nurul bersamanya,artinya Irman tidak akan menikah lagi.Tapi jika Irman tetap akan menikah,Nurul tetap akan pergi meninggalkan Irman.
Irman tidak bisa memilih antara keduanya.Tapi dia tidak bisa melawan kehendak orang tuanya.Dan akhirnya Nurul memilih pergi walaupun harus melewati drama yang hebat.
Irman mengijinkan Nurul pergi tanpa harus membawa Zahrah.Tapi Nurul dengan segala macam cara akhirnya bisa membawa Zahrah dengan cara melarikan diri.
" Aku belum lapar,Mah...!! " Ujar Nurul lemah dengan suara terdengar serak karena terlalu banyak menangis.Tatapannya kosong menatap ke arah luar jendela.
" Sebenarnya apa yang terjadi padamu,Nak ?? dari kemarin sejak kamu sampai,kamu tidak cerita apa apa.Dan kenapa kamu hanya berdua dengan Zahrah.Abinya Zahrah kenapa tidak ikut ?? " Mamah mencecar Nurul dengan pertanyaan yang dari kemarin ingin ditanyakannya.
Sejak Nurul sampai di rumah kemarin,dia hanya diam dan menangis tanpa bercerita ada apa sebenarnya.
Mama mendekat ke arah Nurul dan meraih tubuh putri sulungnya itu lalu membawanya ke dalam dekapannya.
" Menangislah,Nak.. bila kamu memang ingin menangis agar rasa sesak di hatimu sedikit berkurang.Mamah tidak ingin memaksamu untuk bercerita,tapi Mamah tetap menunggu jika kamu sudah siap untuk bercerita " Mamah mengelus lembut rambut Nurul yang hitam panjang.
" Tapi...segundah apapun hatimu,tetaplah beristigfar agar jiwamu tidak kosong.Ingat..!! kesedihan yang sedang kamu rasakan sekarang adalah bentuk ujian dari Allah untukmu.Dan Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas.Tetaplah beristigfar mengingat sang pemilik hidup " Imbuh Mamah lagi menyejukan hati Nurul.
" Astaghfirulah haladzim...!! " Tiba tiba Nurul menarik nafas beratnya dan beristighfar berulang ulang.
" Maafkan aku Mah...!! sudah bikin Mamah sedih " Ucap Nurul setelah isakannya mereda.
__ADS_1
" Tidak apa,Nak...ketahuilah,sayang...tempat ternyaman untuk kembali saat semua dunia membuatmu berduka hanyalah mengadu kepada Allah...dan pelukan ternyaman hanyalah pelukan seorang ibu yang selalu tulus dengan kasihnya "
Nurul memeluk Mamah dengan erat mencari kenyamanan mengobati hatinya yang terluka.
" Kamu makan dulu,Nak..mau Mamah suapin ??" Bujuk Mamah masih dengan suara yang lembut.
Nurul mengangguk pelan lalu mengusap sisa air matanya di pipinya yang putih mulus.
" Zahrah kemana,Mah..?? " Tanya Nurul tiba tiba teringat putrinya.
" Lagi sama Papah..jaga toko " Jawab Mamah sambil menyuapkan makanan ke mulut Nurul.
Saat ini orang Tua Nurul sudah bisa membangun toko kelontong didepan rumahnya.Modal yang diberikan oleh Maliq dengan cara memaksa mertuanya itu,mereka gunakan untuk membangun toko kelontong.
Disamping itu,Papah juga sudah memiliki pabrik beras yang sudah cukup lumayan besar.Modal yang diberikan oleh Maliq dari setahun lalu tanpa sepengetahuan Syifa itu,dikelolah oleh Papah dengan baik sehingga bisa berkembang sampai bisa membangun sebuah pabrik beras.
Sedangkan uang yang dikirimkan oleh Syifa tempo hari lewat Nurul,dipakai untuk merenovasi rumah.Rumah mereka sekarang sudah lumayan besar dengan memiliki kamar empat,dan dibangun permanen.
" Astaghfirullah...!! kenapa bicara seperti itu,sayang ?? memangnya Nak Irman mau ceraikan kamu?? ada apa dengan kalian??" Cecar Mamah terkejut dengan pertanyaan Nurul.
Nurul menatap dengan tatapan kosong lalu menghempaskan nafasnya dengan kasar." Abinya Zahrah mau nikah lagi dengan teman masa kecilnya.Mertuaku ingin anak laki laki yang sampai sekarang belum bisa aku lahirkan ".
" Astaghfirullahaladzim....Ya Allah...!! " Mamah membekap mulutnya sambil beristighfar.Dia seperti mendengar suara petir di siang bolong mendengar penuturan Nurul.
Mamah terlihat sangat shock.Untuk beberapa saat dia hanya termangu dengan sudut mata yang mengalirkan cairan bening.
" Maafkan Nurul Mah..!! Nurul tidak bisa mempertahankan pernikahan Nurul." Nurul kembali terisak melihat reaksi Mamah yang terlihat sangat terkejut.
Mamah segera tersadar dari keterkejutannya.Diusapnya punggung Nurul sambil menghapus air mata yang mengalir di sudut matanya. " Yang sabar yaa,Nak...!! ini adalah ujian hidupmu.Allah mengujimu seperti ini,berarti Allah merasa dirimu mampu.Dan Mamah tegaskan,Mamah tidak malu memiliki anak seorang janda.Mamah tetap menerima anak Mamah kapanpun kalian kembali pada Mamah ."
" Jika memang keputusanmu dengan Nak Irman bahwa kalian akan bercerai,Mamah bisa apa Nak..! Sebagai orang tua,Mamah hanya bisa mendukung yang terbaik menurut kalian.Tapi saran Mamah,cobalah bicaralah dari hati ke hati dengan Nak Irman,fikirkan ada Zahrah diantara kalian.Kalian tidak boleh egois." Tutur Mamah dengan lembut menasihati Nurul.
__ADS_1
" Akan aku coba Mah..tapi,untuk saat ini aku ingin menenangkan diriku dulu ...andai Abinya Zahrah masih berniat melanjutkan pernikahannya denganku,pasti dia akan datang menyusulku ke sini.Tapi kalau memang dia tidak datang itu artinya aku harus mengajukan perceraian "Ujar Nurul dengan nada sendu.
Mamah membuang nafasnya berat." Banyak banyak minta petunjuk sama Allah sebelum mengambil keputusan.Jangan pernah mengambil keputusan dalam keadaan emosi,hasilnya tidak akan baik." Nasihat Mamah lagi sambil menatap Nurul dengan tatapan penuh kasih.
" Ingat Nak..perceraian adalah sesuatu yang halal dilakukan,tapi sangat dibenci oleh Allah.Sebisa mungkin bicarakanlah masalah kalian dengan kepala dingin,agar bisa menghindari perceraian " Imbuh Mamah lagi.
" Iya..Mah " Jawab Nurul singkat.
" Yaa..sudah..Mamah mau sholat Ashar dulu.Kamu sudah sholat ??" Tanya Mamah sambil beranjak dari tempatnya.
" Belum Mah..habis ini aku mau mandi lalu sholat "
" Iya...sholat saja dulu,Nak..berdoalah pada Allah..mohon petunjuk dari Allah !!".
Nurul mengangguk kecil lalu kembali memeluk Mamah erat erat." Maaf,Mah...!! " Isaknya.
" Sudah..sudah..!! kamu yang sabar " Mamah mengusap pelan punggung Nurul,memberi kekuatan pada anak sulungnya itu.
Mamah melangkah keluar dari kamar Nurul setelah setelah berhasil menenangkan Nurul.Dihapusnya air matanya yang terus mengalir dari tadi." Ya Allah..hamba ikhlas,Kau beri cobaan seperti ini.Hamba mohon berilah kesabaran pada anak hamba !! " Batin Mama berdoa sambil melangkah ke arah dapur untuk mengantar piring bekas makan Nurul tadi.
" Nenek...!! Nenek ..!! " Pekik suara cempreng anak kecil memanggil neneknya.
Mamah yang sedang melipat mukena langsung berlari menemui asal suara tersebut.
"Ada apa,Zahrah ?? nenek baru habis sholat" Seru Mamah sambil mendekati bocah imut itu.
" Ada ante...!! " Ujar Zahrah sambil menunjuk ke arah toko dengan telunjuk kecilnya.
" Ante ?? ante siapa,sayang ??" tanya Mamah bingung.
" Assalamu alaikum...!! "
__ADS_1