Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
213


__ADS_3

Terlihat wanita cantik berkhimar panjang menutupi separuh tubuhnya berdiri menghadap taman yang dipenuhi bunga bunga cantik.Tangannya melipat di depan dada.Tatapannya kosong menatap lambaian bunga di hadapannya.


Tiba tiba lengan besar melingkar sempurna di pinggangnya." Astaghfirullah !! Kak..bikin kaget saja !! " Syifa tersentak kaget menyadari ada lengan tiba tiba melingkar di pinggangnya.


Maliq membisu.Dia menjatuhkan kepalanya di punggung mungil Syifa sambil menghirup dalam dalam aroma tubuh istrinya yang menurutnya sangat menenangkannya.


Syifa bergerak hendak membalikan badannya." Biarkan seperti ini sebentar saja,dek..!! suara Maliq bernada sendu menginterupsi gerakan Syifa.


Syifa mengelus lengan suaminya dengan lembut.Dia merasa saat ini suaminya sedang tidak baik baik saja. " Tarik nafas dan banyak banyak istighfar,Kak...!! semoga beban akan terangkat,bila semua kita serahkan semuanya kepada Allah..!! Ujar Syifa lembut menenangkan kegundahan Maliq.


Maliq tetap setia dalam kebisuannya.Sesekali dia menghembuskan nafasnya dengan berat. " Dek..maafkan Kakak !! " Gumam Maliq tiba tiba setelah beberapa saat hening.


" Ada apa Kak..?? kenapa Kakak minta maaf pada adek ?? ". Syifa membalikan badannya dan menangkup wajah kuyu suaminya.


" Kakak belum bisa membuat keluarga Kakak menerima adek di tengah keluarga Kakak.Dan mereka tetap memaksa Kakak agar tetap mempertahankan Sandra,walau mereka sudah tau bahwa Sandra sudah hamil duluan". Gumam Maliq gusar.


" Dan mereka tetap menyalahkanmu dan selalu menghinamu " Imbuh Maliq,tentunya diucapkannya dalam hati.Dia tidak rela harus mengeluarkan kata kata yang bisa menyakiti hati istri tercintanya itu.


Syifa tersenyum lembut dan menuntun Maliq untuk duduk di gazebo dekat taman.

__ADS_1


" Kak...!! adek tidak butuh pengakuan mereka.Adek sudah cukup bahagia dengan kesungguhan hati Kakak menerima adek sebagai istri kakak.Kunci surga adek bukan ada pada mereka.Di akhirat nanti bukan mereka yang dipertanyakan pada adek di hadapan Allah.Tapi,adek ditanya bagaimana pengabdian adek pada suami adek.Bakti adek pada kedua orang tua adek.Atau bagaimana adek menjaga amanah Allah yang dititipkan pada adek,yaitu anak anak kita kelak ".


" Bukan adek tidak butuh keluarga kakak.Tapi,jika mereka tidak bisa menerima adek,untuk apa adek harus memaksakan diri agar diterima oleh mereka.Cukup Mamah bisa menerima adek,sudah bisa membuat adek merasa sempurna jadi seorang menantu ".


" Bagi adek,keluarga hanyalah bumbu dalam rumah tangga.Intinya,kita yang suami istri harus paham bagaimana berumah tangga sesuai syari'at.Jika kita menjalankan rumah tangga sesuai ajaran agama,Insyaa Allah bahagia dunia akhirat ". Tutur Syifa panjang lebar menenangkan kegundahan suaminya.


Maliq menatap Syifa dengan kagum.Dia sangat kagum pada Syifa.Terlepas dari umur Syifa yang masih sangat belia untuk berumah tangga ternyata tidak mempengaruhi pola pikir Syifa.Maliq tidak menyangka bahwa istrinya sebijaksana itu menyikapi penolakan keluarganya.


" Terima kasih,dek..!! tidak percuma Kakak mengejarmu sampai ke luar negri hanya ingin mendapatkan kesempatan memperbaiki rumah tangga kita.Ternyata memang istri pilihan kakak ini sangat pantas untuk diperjuangkan " Ujar Maliq dengan tatapan mendamba.Dikecupnya berulang ulang kening Syifa dengan penuh cinta.


Syifa tersipu. " Kakak jangan berlebihan memuji adek.Hal ini membuat membuat adek jadi jumawa dan akan lupa diri.Tidak baik memuja ciptaan Allah berlebihan.Jika suatu saat adek membuat kakak kecewa,akan terasa sangat sakit di hati kakak.Memujilah sepantasnya tanpa lupa bahwa kita ini hanyalah makhluk ciptaan Allah yang selalu banyak kurang dan tempatnya khilaf " Ucap Syifa lalu tersenyum lembut ke arah Maliq.


Seketika Maliq terpana mendengar ucapan Maliq.Dia tidak bisa berkata kata lagi.Hanya tatapannya yang bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.Diraihnya tubuh mungil Syifa lalu membawanya ke dalam dekapannya.


" Eeh...tunggu !! kata kakak,keluarga kakak tetap memaksa kakak untuk mempertahankan Sandra sebagai istri kakak.Artinya Sandra masih tetap jadi istri kakak saat ini ?? " Syifa mengurai tubuhnya dari pelukan Maliq, tiba tiba teringat ucapan suaminya tadi sesaat mereka tenggelam dalam suasana syahdu.


" Maliq mengangguk pelan." Iya...kakek tetap memaksa kakak untuk mempertahankan Sandra.Soalnya Sandra mengarang cerita,dia mengaku bahwa dia diperkosa hingga hamil " Ucap Maliq tiba tiba geram.


Flash back

__ADS_1


" Dewi !!Maliq !! kenapa kalian berdebat ?? apa kalian tidak memikirkan perasaan Sandra saat ini ?? pasti dia sangat tertekan dengan perdebatan kalian !! " Bentak Kakek dengan suara menggelegar.


Seketika suasana menjadi hening. " Maliq !! kakek tegaskan padamu.Walaupun Sandra statusnya bukan sebagai istrimu,jangan lupa Sandra itu saudaramu juga.Jadi sudah menjadi kewajibanmu menafkahinya sebab dia hanya sebatangkara saat ini " Tegas kakek berhasil membuat Maliq melongo.


" Tanggung jawabku ?? " Beo Maliq geram.


" Yang benar saja...!! kalau hanya memberikannya materi,aku bisa memberikannya sebagai rasa kemanusiaan.Tapi untuk membawanya kembali ke dalam rumahku sabagia istri..maaf aku tidak bisa.Aku tegaskan aku tidak ingin menyakiti Syifa lebih lama lagi dengan membawanya sebagai istriku ke dalam rumahku "


" Dan saat ini..saya Maliq Ahdan..!! "


" Stoop... !! jangan berani mengucap kata talak pada Sandra selagi kakek masih hidup.Jangan pernah kau ceraikan Sandra,kalau tidak ingin menguburkan jasad Kakek saat ini juga " Sentak Kakek murka,memotong ucapan Maliq yang diyakini akan menalak Sandra.


Maliq menggeram marah. " Aaarrgghh... !! aku mohon kek !! aku janji akan tetap menanggung hidup Sandra secara materi sampai dia menikah.Tapi, kalau untuk tetap menjadi suaminya,aku tidak bisa kek !! Aku harus menjaga perasaan Syifa sebagai istriku dan saat ini dia sedang mengandung anakku !! " Maliq mengerang putus asa mendengar pernyataan Kakek.


" Heh...lagi lagi kau lebih memikirkan perasaan istrimu itu tapi tidak memikirkan kakek dan keluargamu.Kau tidak menganggap keluargamu demi orang asing yang baru kau kenal " Sarkas kakek mencibir Maliq.


" Astaghfirullah...!! dia bukan orang asing,kek !! dia istriku.Dia titipan Allah yang harus aku jaga di dunia sampai akhirat !! " Maliq semakin geram mendengar tanggapan Kakek tentang istrinya.


" Aarggh...!! " Maliq meremas rambutnya dengan kasar.Dia merasa sangat putus asa menghadapi Kakek dengan kediktatorannya.Ingin rasanya dia akan menyemburkan caciannya pada laki laki sepuh di depannya itu,tapi akal sehatnya mencegah itu.

__ADS_1


" Terserah kakek..Jangan harap aku akan menganggap Sandra itu sebagai istriku " Sentak Maliq frustrasi lalu bangkit dari tempatnya dan meninggalkan ruangan yang membuatnya sesak.


Flash back off


__ADS_2