Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
250


__ADS_3

Maliq berdecih mendengar ucapan Kakek.


" Apa perlu...!! "


" Maliq..!! " Seru Mamah memotong ucapan Maliq.


" Kalian berempat lahir karena cinta, dan aku besarkan dengan kasih sayang.Tak pernah sekalipun aku mencaci atau memaki kalian, walau sebesar apapun kesalahan kalian " Tutur Mamah tiba tiba sesaat dia diam dengan tatapan kosong.


" Hari ini, aku melihat anak anakku di hadapanku.Tapi hatiku bertanya apakah kalian memang anak anakku ?? aku tidak yakin !! "


" Jika kalian memang anak anakku..kenapa bisa dengan mudahnya kalian memfitnah orang lain demi kesombongan kalian.Kalian adopsi dari mana sifat sombong dan keji seperti itu ?? " Ujar Mamah sinis.


" Dan kau Maliq..!! aku tidak mengerti, fisikmu sudah dewasa tapi otakmu, otak anak baru tumbuh yang masih labil.Kau dengan mudahnya menerima berita tanpa menyaringnya dulu.Selalu emosimu yang kau dahulukan.Sifat tempramenmu itu yang akan mencelakakanmu kelak "


" Ketika kau menerima berita, harusnya kau bertabayyun dulu.Jangan memutuskannya dengan tergesa gesa agar tidak salah paham.Akhirnya apa sekarang ?? kau menyesal kan ?? tapi apa penyesalanmu itu berguna ?? istri dan anakmu telah pergi dan entah di mana rimbanya.Jika sudah begini siapa yang akan disalahkan ?? "


" Kau adalah pemimpin dalam rumah tanggamu.Jangan biarkan ada pihak ketiga merecoki kekuasaanmu.Kau harus tegas.Ibarat perahu, kau itu nahkodanya.Jangan biarkan orang lain mengatur di dalam perahumu..kalau tidak perahumu akan karam " Mamah berucap seraya melirik sinis ke arah mertuanya.Dia telah jengah dengan mertuanya itu.


Maliq tertunduk mendengar setiap ucapan Mamah.


Suasana menjadi hening setelah Mamah selesai berbicara.


" Oh ya...ada satu hal lagi yang perlu aku sampaikan " Ujar Maliq tiba tiba memecah keheningan.


Sontak semua mata menatap Maliq dengan penasaran.


" Suruh suamimu itu bertanggung jawab pada Sandra dan anaknya " Ucap Maliq sinis mengarahkan pandangannya pada Kak Dewi tapi telunjuknya mengarah pada Tofan.

__ADS_1


" Deg..!! " Seketika Tofan gelisah di tempatnya.Wajahnya pucat seputih kapas.


" Heh..kenapa harus suamiku yang bertanggung jawab ?? apa hubungannya ?? " pekik Kak Dewi tidak terima ucapan Maliq.


Semua orang yang ada di sana menatap Maliq penuh tanda tanya, kecuali Tofan.


" He..he..jelas adalah..!! sangat jelas !! " Maliq tertawa mengejek ke arah Kak Dewi.


" Andai hal ini tidak dicegah oleh Syifa.Dari dulu pasti kau sudah sangat menderita.Tapi, Syifa selalu memikirkan perasaan keluarga kita, sehingga akibatnya dia yang tanggungnya sendiri " Ucap Maliq seketika jadi sendu.


Dia menyesal menuruti kata kata Syifa. Andai dulu Sandra sudah dinikahkan dengan suami kak Dewi, pasti tidak akan ada insiden Maliq harus menjaga Sandra yang sedang dioprasi.Tapi semua sudah terjadi..kini hanya penyesalan yang dirasakannya.


" Jangan bertele tele, Maliq..!! apa maksudmu ?? " Sentak Kak Dewi geram.


Sontak Tofan berdiri hendak beranjak dari tempatnya.Dia ingin kabur dari sana.


" Heh..!! mau kemana kau pecundang ?!! duduk di tempatmu !! " Bentak Maliq pada Tofan seraya menatapnya tajam.


Semua tersentak dengan wajah tidak percaya.


" Jangan asal ngomong kau, Maliq..!! atas dasar apa kau menuduh Sandra melakukannya dengan Tofan.Dia gadis baik baik..nasibnya saja yang buruk harus jadi korban perkosaan !! " pekik Kakek geram.


" Ha..ha..ha.. !! " Tawa Maliq menggelegar.


" Gadis baik baik kata kakek ?? Gadis baik baik seperti apa yang berzinah dengan iparnya sendiri ?? " Sarkas Maliq mencibir.


Kak Dewi berdiri mendekati suaminya. " Betul apa yang dikatakan oleh Maliq ?? jawab !! " Teriak Kak Dewi di depan suaminya.

__ADS_1


" Sa...sayang itu tidak seperti itu " Sahut Tofan gagap.


" Tidak seperti itu apa ?? haa ??. Kalian mau lihat buktinya hmm ?? " Maliq merogoh ponsel yang ada di saku celananya.


" Lihat ini !! " Maliq mencari video yang diambil oleh Syifa beberapa waktu yang lalu, kemudian memperlihatkan pada keluarganya.


Semua orang langsung shock tak terkecuali kakek.


" Plaaak..!! "


" Plaaak..!! "


Kak Dewi menampar pipi suaminya kiri kanan.Emosinya memuncak hingga membuatnya tak sadarkan diri setelah menampar suaminya.


Maliq acuh.Dia berdiri dan beranjak dari tempatnya hendak pergi.Tidak ada niatnya sedikitpun membantu iparnya untuk menggedong tubuh kakaknya yang pingsan.


" Oh yaa...jemput cucu kesayangan kakek itu.Bawa pergi dia dari rumahku.Asal kalian tahu..sudah lama aku menalaknya " Ujar Maliq sebelum melanjutkan langkahnya.


" Apaaa ?? jangan mengada ada kau Maliq..!! " Pekik Kakek terkejut.


Maliq menautkan keningnya seraya tersenyum sinis. " Aku tidak mengada ada.Kenyataannya memang aku sudah menalaknya.Dan yaa...jangan pernah datang mengatur hidupku lagi, Kakek..!! aku punya hidup sendiri "


" Ingat..!! segera jemput dia sebelum aku membuangnya di jalanan " Tegas Maliq lagi.


Kakek terduduk kembali di kursinya sambil menekan dadanya.Dia shock mendengar kata kata Maliq.


Maliq tetap melanjutkan langkahnya tanpa peduli dengan kakek atau Kak Dewi.

__ADS_1


" Mah...pergilah istrahat.Aku pergi dulu " Pamit Maliq pada Mamahnya yang tercenung di tempatnya.


Maliq berlalu dengan perasaan puas.Puas telah membalaskan sakit hatinya pada orang yang menyakiti Syifa.


__ADS_2