
๐๐ Jika suatu hubungan dipertaruhkan menjadi suatu hubungan yang rumit.Jangan pernah berdamai dalam kesesatan hanya untuk memudahkannya .๐๐
โกโก Nursyifa โกโก
Maliq menghempaskan tubuhnya di sofa.
" Bule sialan.Mau jadi pembinor.Awas aja kalau dia berani lagi mendekati Syifa" Geram Maliq.
" Kak...!! Kak Willy kemana ??" Tiba tiba Syifa mengejutkan Maliq yang asik menggerutu.
" Eeh..ahh..Willy lagi ke rumah Papihnya " Ujar Maliq tergagap karena terkejut.
" Ooh..makan dulu Kak.!!!." Ajak Syifa pada Maliq lalu berbalik hendak menuju dapur.
" Syifa...boleh kita bicara ?? " Ujar Maliq ragu ragu.
Syifa menghentikan langkahnya " Nanti setelah makan " Sahut Syifa datar tanpa membalikan tubuhnya lalu melanjutkan langkahnya.
" Hfff...Kenapa kau semakin dingin.Tak sedikitpun kau menatapku!! " Desis Maliq lirih.
Syifa dan Maliq makan dalam keheningan.Suasana terasa kaku dan tegang.Hanya deting sendok beradu dengan piring yang mengiringi suasana makan malam mereka.
Selesai makan,Syifa membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor.Sedangkan Maliq tidak beranjak dari tempatnya.Dia terus memperhatikan gerakan Syifa dengan tatapan penuh kerinduan.
" Kenapa sih nggak pergi aja dari situ " Gerutu Syifa dalam hati.Dia merasa grogi terus ditatap oleh Maliq.
" Kak Maliq kenapa masih di situ.Istrahat sana.Kak Maliq pasti capek dari perjalanan jauh " Seru Syifa sambil mencuci piring tanpa menengok ke arah Maliq.
Maliq tersenyum penuh arti." Aku istrahatnya di mana,dek?? dari tadi kan aku belum ditawarin kamar tempat istrahat" Sahut Maliq lembut.
" Deg..." Syifa terpaku mendengar ucapan Maliq.
" Astagfirullah...apartemen ini kan cuma punya satu kamar"
" Eeh..Kakak bisa istrahat di sofa...nanti kalau Kakak mau mandi,kamar mandinya ada situ " Ujar Syifa sambil memalingkan wajahnya ke arah kamar mandi.
" Hff...aku kira akan tawarin sekamar dengannya " Gumam Maliq pelan.
__ADS_1
Syifa sudah menyelesaikan kegiatannya dan hendak beranjak meninggalkan dapur.
" Syifa...boleh kita bicara ??" Cegah Maliq pada Syifa.
Syifa menengok sekilas pada Maliq yang terus menatapnya.Lalu kembali duduk berhadapan dengan Maliq.
Tiba tiba lidah Maliq jadi kelu dan bibirnya mengatup dengan sempurna.Syifa hanya tertunduk di tempatnya.
Sesaat suasana menjadi senyap.
" Syifa,aku minta maaf " Ucap Maliq memecah kesunyian.
Syifa mengangkat wajahnya dan menatap Maliq sekilas lalu membuang pandangannya ke arah lain.
" Minta maaf untuk kesalahan yang mana ???" Ujar Syifa datar.
" Untuk semuanya.Ak..aku akan menjelaskan kesalah pahaman kita " Tutur Maliq lirih.
Syifa diam tak bergeming dengan tatapan dingin.
"Saat itu aku benar benar ingin memulai semuanya dari awal seperti apa yang aku ucapkan padamu"
Syifa menanggapi dengan senyum kecut.
" Tapi nyatanya semua sudah terlambat,Kak.Semuanya sudah tidak bisa dirangkai kembali.Hubungan kita sudah tidak bisa diperbaiki lagi "
" Kenapa tidak bisa,Syifa.Kita belum bercerai.Kita masih sah sebagai suami istri dan aku mohon beri aku kesempatan lagi,Syifa.Aku janji dengan sebenar benarnya aku tidak akan mengecewakanmu lagi "
Syifa mengangkat bibirnya mengukir senyum sinis. " Kak Maliq... !! Kakak terlalu mendewakan keegoisan Kakak,sampai Kakak lupa kesalahan fatal yang Kakak lakukan.Aku tidak tau,hal itu Kakak sadari atau Kakak pura pura tidak sadar,..entahlah".
" Dan satu lagi Kak...jangan pernah berjanji atas sesuatu yang tidak bisa Kakak tepati ".
Maliq tertunduk lesu." Aku mohon Syifa, aku akui kemarin aku sangat salah dan bodoh.Tapi tidak bisakah kita perbaiki lagi perkawinan kita ini.Aku benar benar menyesal " Desah Maliq menghiba.
" Kak Maliq !! kita sudah resmi cerai secara agama.Kakak telah menalakku enam bulan yang lalu " Tegas Syifa dengan wajah datar tanpa ekspresi.Tapi sesungguhnya hatinya sangat perih ketika mengucapkan kata kata itu.
__ADS_1
" Aku berani keluar dari rumah Kak Maliq tanpa pamit,karena aku sadar aku bukan lagi istri Kak Maliq"
" Saat Kakak membuat perjanjian denganku.Kata Kakak,Kakak akan menceraikanku setelah aku lulus itu sudah talak.Dan talak itu sudah jatuh ketika aku lulus.Jadi aku rasa hubungan kita sudah haram secara agama " Imbuh Syifa.
Maliq lalu tersenyum.
" Andai kata talak itu tidak ada,kamu masih memberiku kesempatan ??" Tanya Maliq pada Syifa sambil menatap Syifa dengan intens.
" Entahlah...!!! kekecewaan ini terlalu dalam dan sangat munafik ketika aku berkata bahwa aku baik baik saja " Desah Syifa lirih.
Maliq tersentak dengan jawaban Syifa.
" Jadi sebaiknya Kakak menginap di hotel saja.Tidak baik dua orang dewasa berlainan jenis ada dalam satu atap tanpa hubungan yang sah " Tutur Syifa mengusir Maliq secara halus lalu berdiri meninggalkan tempatnya.
" Tunggu Syifa...!!! Kita masih sah sebagai suami istri " Seru Maliq sambil berdiri mengejar langkah Syifa.
Syifa berbalik dan menatap Maliq dengan tajam. " Kak Maliq,,jangan menghalalkan sesuatu yang haram hanya untuk menghalalkan keinginanmu " Tuding Syifa dengan tegas.
" Memang nyatanya kita masih sah sebagai suami istri.Aku sudah menghalalkanmu kembali,dek !!!" Tutur Maliq lembut tanpa beban.
Syifa mengernyitkan keningnya. " Apa maksud Kak Maliq ??"
" Saat kamu pergi.Aku mencarimu sampai ke kampung halamanmu.Aku mencari ke rumahmu di kampung,dan ternyata kamu tidak ada di sana.Akhirnya aku berterus terang pada Mamah dan Papah dan menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apapun".
"Mereka menasehatiku dan memberiku pemahaman bahwa aku sudah menjatuhkan talak padamu".
Maliq menjeda ucapannya memperhatikan rekasi Syifa menanggapi penjelasannya.
" Akhirnya aku memintamu kembali pada Papah...dan aku melakukan ijab kabul kembali " Imbuh Maliq.
Seketika Syifa menatap tajam ke arah Maliq." Aku tidak percaya !!! " Ucap Syifa sambil melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Andai ada penjelasan di sini yang keliru tentang hukum talak.Othor mohon maaf ๐๐
Jika ada readerku yang lebih paham tentang ini,mohon pencerahannya...
Marilah kita sama sama belajar tentang Syari'at.
โกโกโก
Akhirnya othor minta dukungan reader tersayang lewat like,komen dan syukur syukur ada hadiah secangkir โโโ๐๐๐ Biar othor semangat nulisnya.....
__ADS_1
Skali lagi jangan pelit pelit like yaa๐๐๐