Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
223


__ADS_3

Maliq dan Sandra terbelalak melihat vidio yang ada di ponsel Syifa.


" Ii inni editan..itu bukan aku !! " Sandra tergagap sambil menggeleng keras.


Kemarin waktu Syifa melihat Sandra dan suami Kak Dewi di taman.Diam diam Syifa merekam vidio perdebatan mereka.Dan vidio itu disimpannya dalam ponselnya.


Maliq menatap Sandra dengan tatapan menghunus tajam. " Perempuan sun*a* ..!! kau sudah menipuku dan menikam kak Dewi dari belakang " Pekik Maliq lalu mendaratkan tamparannya di pipi Sandra.


" Plaak !! "


" Perempuan tidak tahu diri..dasar ja*an* !! aku tidak akan mengampunimu,dan aku pastikan Kak Dewi tidak akan mengampunimu juga !! Teriak Maliq geram.


Maliq menarik rambut indah Sandra hingga kepalanya mendongak ke atas. " Bu Ati !! Bu Ati !! " Teriak Maliq memanggil nama Ati.


Ati yang mendengar namanya di panggil,lari tergopoh gopoh mendatangi Maliq.


" Iya Pak..!! maaf saya di belakang tadi lagi mengangkat jemuran " Ati terbelalak melihat keadaan Sandra yang berantakan.Bibir pecah dan darah segar mengalir dari sudut bibir sek*inya.


" Sshh...Astaga ada apa dengan non Sandra" Batin Ati bergidik ngeri.


" Bu Ati dan Syifa akan menjadi saksi hari ini.Saya Maliq Ahdan.. !! akan menalak Sandra Ayulastri !! dengan talak tiga dan mulai saat ini dia bukan istriku lagi !! " Suara bariton Maliq menggelegar dalam ruangan mengucapkan kata talak tanpa melepaskan tarikannya di rambut Sandra.


" Duaarr !! " Sandra tersentak.


" Maliq..!! jangan Maliq !! tarik kembali talakmu padaku.Aku tidak mau Maliq !! aku mohon Maliq !! " Sandra menjatuhkan tubuhnya berlutut di kaki Maliq.Dia memohon dengan menghiba.


Ati terperangah melihat kejadian di depannya.Dia tidak menyangka akan menjadi saksi,Maliq menalak Sandra. " Kasihan non Sandra.Tapi bagus juga sih..derita Nak Syifa akan segera pergi " Gumam Ati di dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Syifa hanya menampakan wajah datarnya tanpa ada respon apa apa.


" Cihh.. !! jijik aku harus beristrikan wanita murahan sepertimu.Entah apa yang dilihat kakek padamu sehingga dia begitu membelamu.Tapi,aku pastikan kakek akan membuangmu seperti sampah !! " Maliq semakin geram dan jijik melihat Sandra memohon padanya.Dia menjauhkan kakinya agar tidak disentuh oleh Sandra.


" Kak Maliq..!! bisakah kakak marah tanpa memaki ?? " Ujar Syifa datar dan menatap tajam ke arah Maliq.


" Aku tidak mau anakku mendengar kata kata kotor keluar dari mulut orang tuanya " Imbuhnya lagi seraya membalikan tubuhnya hendak pergi dari tempat itu.


Sontak Maliq tersentak mendengar ucapan istrinya. " Maaf,dek..!! "


Syifa tak menanggapi kata maaf Maliq." Selesaikan urusan kalian tanpa ada caci maki !! " Ucap Syifa lagi lalu melanjutkan langkahnya.


Sandra tiba tiba berdiri dari tempatnya dan berlari ke arah Syifa " Syifa !! aku mohon bujuk Maliq untuk menarik kata kata talaknya padaku "


" Dan kumohon jangan perlihatkan pada siapapun vidio itu.Aku hanya sebatang kara,Syifa !! kalau mereka membuangku..siapa lagi yang menjadi pelindungku !! " Sandra terisak pilu memohon sambil berlutut di depan Syifa. Dia memegang kedua kaki Syifa untuk memohon.


Maliq menarik tubuh Syifa untuk menjauh dari Sandra.


Syifa memutar bola matanya jengah dan menepis rangkulan suaminya.


" Bukankah aku sudah memperingatimu kemarin ?? tapi,kau terlalu tinggi hati hingga mengindahkanku.Kalau sudah seperti ini,semua tergantung Kak Maliq.aku tidak tahu apa apa "


" Dan yaa..!! jangan pernah bersujud di hadapan manusia.Jangan menambah nambah dosamu dengan tingkah konyolmu itu " Sarkas Syifa lalu segera berlalu tanpa menoleh lagi.


" syifaa !! kumohon !! " Jerit Sandra pilu.Hilang sudah kesombongannya.Dia hanya bisa meratapi nasibnya kini.


Maliq berlari mengejar langkah Syifa ke dalam kamar sebelum istrinya itu mengunci pintu kamar dari dalam.

__ADS_1


" Mau apa Kak Maliq..?? bukankah aku sudah tegaskan..selesaikan segera urusan kak Maliq dengan Sandra dan kakek !! aku butuh ketegasan bukan kata maaf yang berulang dan kesalahanpun akan datang berulang " Ucap Syifa dingin melihat Maliq nyelonong masuk ke dalam kamar.


Maliq berdiri cengengesan. " Mm...itu.. !! itu, adek !! " Maliq ragu melanjutkan kalimatnya.


Syifa menautkan alisnya. " Itu apa ?? "


" Itu...vidionya nanti dikirim ke WA kakak !! " akhirnya Maliq menemukan alasan yang tepat menutupi kecanggungannya.


" Ooh...Kakak yakin mau memperlihatkan vodio itu pada keluarga kakak ?? "


" Akan banyak orang yang tersakiti bila melihat vidio ini.Jadi timbang timbang dulu.Jangan sampai fatal akibatnya " Ujar Syifa seraya menatap tajam suaminya.


Maliq terpekur sesaat.Dia membenarkan dalam hati penuturan Syifa tadi.


" Tapi,dek..!! jika kita tidak memperlihatkan bukti ini.Mereka akan terus menyalahkan dan menerormu " Ujar Maliq dengan nada khawatir.


Syifa menggeleng pelan. " Terserah kalau begitu.Aku tidak mau penyakit jantung kakek akan kambuh cuma gara gara melihat vidio ini.Dan aku tidak mau ujung ujungnya aku yang akan dipersalahkan kalau sampai terjadi apa apa dengan kakekmu " Tutur Syifa tegas.


" kali ini kakak akan tegas,dek..!! kakak tidak mau ada pihak ketiga lagi menjadi duri dalam rumah tangga kita.Sekalipun itu kakek kakak sendiri " Tegas Maliq tanpa ragu.


Syifa mendongak menatap mata Maliq yang tubuhnya menjulang di depannya.


" Baiklah..!! sampaikanlah itu secara bijak tanpa emosi, agar semua akan baik baik saja " Ujar Syifa sambil meraih gagang pintu.


" Maaf Kak !! aku mau istrahat !! Ucap Syifa mengusir Maliq secara halus.


" Haa..?? Kakak kira sudah bisa sekamar !! " Ucap Maliq ambigu.

__ADS_1


__ADS_2