
" Sandra..!! pindahkan semua barang barangmu ke kamar bawah !! " Titah Maliq ketus.
Sandra yang sedang duduk dengan bersandar di head board ranjang langsung tersentak kaget.Maliq datang langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuk.
" Ii iya Maliq !! tap tapi kenapa ?? " Ujar Sandra gelagapan.Dia takut menatap sinar mata Maliq yang seolah ingin membakarnya hidup hidup.
" Cih..pake nanya lagi..!! kau itu bukan siapa siapa dalam rumah ini.Andai bukan karena permintaa istriku,sudah kutendang kau keluar dari rumah ini !! " Sentak Maliq sambil memutar bola matanya jengah.
Yaah...Maliq mengajukan permintaan pada Syifa.Dia menerima Sandra tetap tinggal di rumahnya tapi dengan syarat, Sandra harus menempati kamar bawah bukan lagi di kamar utama.Dan syarat yang kedua,Syifa harus sekamar lagi dengan Maliq dan harus menempati kamar utama.
" Jadi sekarang,keluar kau dari kamar ini !! kau pakai kamar di bawah dekat kamar tamu.Jangan mau berlagak jadi nyonya dalam rumah ini." Tegas Maliq sambil menatap Sandra dengan tatapan tajam.
Sandra mengangguk pasrah.Kepalanya tertunduk tajam.Jujur dia sangat malu dan sudah kehilangan rasa percaya diri walau hanya sekedar menatap Maliq.
Sandra beranjak dari tempatnya dengan lemah lalu melangkah ke arah lemari pakaian.Dia meraih koper yang terletak di samping lemari untuk memindahkan pakaiannya ke dalam koper.
__ADS_1
" Berarti Syifa membujuk Maliq untuk tetap mengijinkanku untuk tetap tinggal di sini.Syukurlah...setidaknya aku tidak jadi gembel " Batin Sandra.Dia sangat bersyukur,Maliq tidak mengusirnya.
" Heeh..!! kalau kerja itu bukan sambil melamun.Cepetan !! Bu Ati akan membersihkan kamar ini sebelum kami tempati !! " Bentak Maliq pada Sandra ketika melihat Sandra termenung.
" Ii iiya Maliq.Maaf !! " Sahut Sandra lirih.Jujur saat ini,perutnya terasa keram dan pipinya juga sangat perih sampai kepalanya juga sedikit pening.Tapi,dia takut membuat Maliq murka lagi dengan beralasan sakit.
" Permisi, Pak..!! " Tiba tiba Ati bersuara dari belakang Maliq.
" Iya..Bu Ati !! kenapa ?? " Maliq menoleh ke arah Ati seraya menautkan keningnya.
" Mm...silahkan !! sebenarnya tidak perlu dibantu,tapi karena ini permintaan istriku..jadi silahkan saja.Tapi jangan lupa Bu Ati,setelah barangnya sudah keluar semua dari sini..bersihkan kamar ini.Ganti seprai sama gordennya.Dan yaa...bantalnya juga ganti,ambil yang baru di gudang " Titah Maliq pada Ati seraya menoleh sinis plus jijik ke arah Sandra.Seolah dia sedang menjelaskan bahwa dia merasa jijik ada jejak Sandra dalam kamar itu.
" Iya..siap Pak !! " Ujar Ati lalu melangkah masuk ke dalam kamar.
Maliq beranjak dari tempatnya lalu keluar dari kamar.
__ADS_1
" Maaf Bu Ati..!! saya jadi ngerepotin !! " Ucap Sandra lirih setelah Maliq sudah pergi dari kamar itu.Dia merasa sangat rendah sekarang di mata semua orang dalam rumah ini.Dulunya dia yang tidak menghargai sama sekali Ati,sekarang dia merasa tidak punya muka.
" Tidak apa apa Non..!! Nak Syifa minta tolong ke saya untuk bantuin Non Sandra " Ujar Ati dengan lembut.Ada perasaan kasihan di hatinya melihat keadaan Sandra yang sekarang.
" Sungguh,Syifa itu wanita yang sangat baik.Aku malu harus menerima kebaikannya " Kata Sandra lalu terisak.
Ati mengelus pundak Sandra dengan lembut." Iya..!! Nak Syifa itu mempunyai hati yang sangat baik.Saya saja,pertama kali bertemu dengannya langsung senang dengannya.Dia akan lembut dan ramah kepada siapa saja yang mau menerima dia.Tapi dia wanita yang mempunyai prinsip yang kuat,sehingga dia akan sangat dingin pada orang yang tidak menginginkannya.Dia tidak suka mengusik dan sangat tidak suka diusik ". Tutur Ati serasa mengelus punggung Sandra.
" Iya..Bu Ati.Aku melihat itu.Aku sangat menyesal,pernah ingin menghancurkannya.Aku termakan hasutan orang tanpa alasan " Keluh Sandra seraya menyusut air matanya.
" Sudahlah Non..!! toh semuanya sudah berlalu.Nak Syifa sudah tidak memperkarakannya lagi.Sekarang ikhlaskan semua yang telah terjadi,dan mari bangkit lagi menata hidup Non Sandra yang baru " Nasihat Ati pada Sandra berhasil membuat Sandra semakin terisak sambil memeluk Ati.
" Sudahlah Non... !! jangan menangis lagi.Lebih baik kita segera membereskan barang barang non Sandra sebelum Pak Maliq datang memarahi Non Sandra lagi " Ati segera membantu Sandra membereskan barang barang milik Sandra.
" Aah..iya,ayo Bu Ati " Sandra terkekeh dan segera melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1