Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
189


__ADS_3

Suasana masih tetap hening.


" Jadi kamu perempuan yang telah dinikahi oleh Maliq tanpa restu dariku ??" Suara menggelegar Kakek memecah keheningan.


" Deg !!"


Syifa tersentak tanpa berani mengangkat wajahnya.Hatinya perih mendengar pernyataan Kakek.


" Ternyata selain kampungan,kamu juga bisu ??! " Kembali kata kata Kakek menusuk hati Syifa.


Kak Dewi dan Sandra terkekeh mengejek Syifa.


Syifa mengepalkan tangannya yang tertutup Khimarnya.Perasaan terhina kian menyergapnya. " Astagfirullah...Ampuni aku, Yaa Allah !! " Batin Syifa


" Hmm...entah apa yang telah merasuki cucuku, sampai menikahi wanita sepertimu.Pakainmu pakaian syar'i tapi tidak dengan kepribadianmu.Kau perempuan munafik !! ucapan frontal kakek menyerang Syifa tanpa perasaan.


" Astagfirullah..Ayah !! kenapa Ayah berkata begitu pada Syifa ?? Desis Mamah membela Syifa.


" Hanum...!! jangan mendebatku !! " Sentak Kakek sukses membuat Mamah kembali bisu dengan mata sendu menatap Syifa yang hanya tertunduk.Dia tidak mampu membantah ucapan mertuanya.


" kenapa kau memonopoli Maliq ?? Sandra juga istri Maliq.Walaupun mereka hanya nikah siri tapi mereka telah sah menjadi suami istri"


" Kau akan berdosa karena menyeret suamimu untuk berbuat tidak adil pada istrinya.Kau membuat suamimu dzolim pada istri yang lain "


Suara Kakek masih menggelegar menuding Syifa hingga Syifa semakin tersudut.


" Jika kau tidak mau menerima Sandra sebagai madumu.Lebih baik kau mundur dan tinggalkan Maliq !! " Tegas Kakek dengan nada penuh emosi.


" Jeddr "


Syifa tersentak.Sontak Syifa mengangkat wajahnya dan menatap wajah angkuh Kakek dengan datar.Kilatan kekecewaan tergambar nyata dari netra tajam Syifa.


" Astagfirullah..!! " Syifa beristigfar dengan suara lirih.


" Maaf..Kakek.Kakek tidak berhak menyuruhku berpisah dengan suamiku.Kakek akan merusak hubungan pernikahan cucu Kakek tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari'at dan itu tidak dibenarkan oleh Allah.Perceraian adalah perbuatan halal yang sangat dibenci oleh Allah dan sangat disenangi oleh iblis.Dan barang siapa orang yang mendorong orang lain untuk bercerai maka dia akan menjadi musuh Allah " Tutur Syifa dengan suara datar dan tatapan dinginnya menatap wajah Kakek yang angkuh.


Semua orang yang ada di ruangan itu terperangah mendengar ucapan Syifa.


Kakek berdiri dari tempat duduknya." Wah..wah...anak bau kencur mau mengguruiku !! hebat !! hebat !! .Entah siapa orang tuamu,sampai melahirkan anak kurang ajar sepertimu !! " Ujar Kakek sambil bertepuk tangan sukses memprovokasi emosi Syifa.

__ADS_1


Rahang Syifa mengeras menahan emosi.Dia tidak terima orang tuanya ikut terhina." Jangan bawa nama orang tuaku,Kakek !! Orang tuaku adalah orang yang sudah mengajarkan padaku adab.Mereka mengajarkan padaku bagaimana menjadi orang yang tau mana yang hak dan mana yang bathil.Mana halal dan mana haram.Mereka mengajarkan padaku bagaimana bersikap santun pada orang yang pantas untuk dihormati.Mereka mengajarkan padaku bagaimana menjadi wanita terhormat yang tanpa mendzolimi orang lain.Mereka mengajarkan padaku untuk menjauhi zina agar tidak terjebak ke dalam kemaksiatan " Ujar Syifa sambil melirik sinis ke arah Sandra dengan masih nada yang datar.


" Hebat..!!! wanita kurang ajar...!! tidak punya sopan santun pada orang tua.Mau bicara tentang agama tapi tidak punya rasa hormat pada orang tua.Tidak punya sopan !! " Maki Kakek dengan suara menggelegar.


" Maaf Kakek...aku sangat menghormati Kakek.Tapi sikap Kakeklah yang minta tidak dihormati"


"Adapun aku melarang Kak Maliq berhubungan dengan Sandra.Aku punya alasannya.Aku tidak ingin suamiku masuk ke dalam kubangan dosa yang digali oleh orang licik yang ingin memanfaatkan suamiku.Dan alasan itu suatu saat orang semua akan tau .Yang pasti Sandra adalah istri yang haram di sentuh oleh Kak Maliq" Tegas Syifa sambil melirik Sandra yang wajahnya sudah merah padam.


" Syifaa...!!!" Teriak Kak Dewi dan Sandra serentak menatap nyalang ke arah Syifa.


" Kuranga ajar !!! " Kakek mengikis jaraknya dengan Syifa dan mengakat tangannya.


" Plaaak !! " Tangan besar Kakek mendarat sempurna di wajah mulus Syifa.


Perih...!! Syifa merasakan perih di wajahnya.Darah segar menetes dari sudut bibir mungilnya.Dia membiarkan Kakek menamparnya dengan keras tanpa ada niat untuk menangkisnya.Padahal kalau dia mau,dia bisa menghindari dengan mudah tamparan Kakek.


" Ayah...!!! " Teriak Mamah tergugu.


" Kakek...!!! " Teriakan suara bariton dari arah pintu.


Maliq berlari mendekati istrinya yang masih mendekap pipinya yang memerah bekas tamparan Kakek.


Maliq menatap Kakek dengan sejuta kekecewaan dengan wajah sudah menggelap.Tanpa sadar air matanya menetes dari sudut matanya.


" Apaa ?? hamil ??" Pekik Kak Dewi,Sandra dan Nenek serentak.


Kakek menatap Maliq dengan nyalang." Kakek kecewa padamu Maliq.Kamu lebih membela istrimu yang kurang ajar ini dari pada Kakek yang nyata nyata sangat menyayangimu." Ucap Kakek lalu bangkit dan berjalan keluar diikuti oleh Kak Dewi dan Nenek.


Sandra berdiri dari tempat duduknya dan menatap tajam pada Maliq yang sedang memeluk Syifa sambil mengusap pipinya yang memerah.


Mamah mengelus bahu Syifa " Maafkan Mamah tidak bisa membelamu tadi " Sesal Mamah dengan suara lirih.


Syifa melirik Mamah sekilas." Tidak apa,Mah " Ucap Syifa datar lalu bangkit dari tempatnya.


" Sandra..!!!.bersabarlah.Tinggal beberapa bulan lagi,kau boleh bercampur dengan Kak Maliq.Saat ini aku harus melindungi suamiku dari dosa besar " Ujar Syifa datar sambil menatap dingin pada Sandra.


Sandra tersentak sambil mengernyitkan keningnya tanpa mengerti apa maksud Syifa.


" Ketika tiba masa itu..kau boleh memiliki Kak Maliq seutuhnya dan kau akan menjadi istri satu satunya Kak Maliq " Imbuhnya lagi.

__ADS_1


" Syifa...!! apa maksudmu ?? pekik Maliq.


Syifa hanya tersenyum sinis ke arah Maliq dan Sandra,lalu beranjak hendak menuju kamarnya.


" Maaf,Mah...Syifa mau istirahat dulu.Syifa capek..!! " pamit Syifa pada Mamah tanpa memperdulikan Maliq.Entah mengapa dia juga merasa kecewa pada Maliq dengan mudahnya menikahi Sandra tanpa mengingat bahwa dia sudah mempunyai istri.


" Syifa...sayang !! apa maksud ucapanmu tadi Nak ?? " cecar Mamah gelisah.Mamah takut Syifa minta pisah dari Maliq.


Syifa berbalik lalu menatap Mamah." Ada saatnya Mamah akan tau tanpa bertanya pada Syifa.Syifa permisi dulu mau istirahat " Ujar Syifa dengan lembut lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.


" Dek..!! " Maliq mengejar Syifa.


" Kak...biar adek sendiri dulu !! Ucap Syifa dengan datar tanpa menatap wajah Maliq.


Syifa berjalan semakin menjauh dan menaiki undakan tangga ke lantai dua.


Maliq terpaku menatap punggung kecil Syifa yang berlalu dari hadapannya.


Mamah menepuk bahu Maliq dengan lembut." Biarkan Syifa menenangkan dirinya dulu.Tidak baik mendesaknya sekarang.Jangan buat dia stress,dia lagi hamil.Hormonnya sedang tidak stabil " Ujar Mamah sambil mengelus bahu Maliq pelan.


Maliq membalikan badanya lalu menatap nyalang ke arah Sandra." Ini pasti gara gara kau !! Bentak Maliq menuding Sandra.


Sandra tersentak.Ditundukannya wajahnya dengan rasa takut.Dia ngeri melihat mata Maliq yang menatapnya dengan api kemarahan.


" Apa yang kau adukan pada Kakek..haa ???" Maliq mencengkram dagu Sandra dengan kasar.Dia mengetatkan rahangnya .Giginya gemelutuk menahan emosi.


" Maliq..!! kau menyakiti Sandra,Nak...!! " cegah Mamah pada Maliq.


" Tenangkan dirimu.Tidak ada gunanya sekarang saling menyalahkan"


Maliq melepaskan cengkramannya di dagu Sandra lalu mendengus kesal.


" Dan kau Sandra...!! kau seharusnya sadar diri di sini.Jangan kau paksakan kehendakmu pada Maliq.Kau harus sabar,tunggulah waktunya Maliq akan menerimamu.Jangan kau memperkeruh ssuasan dengan mengadu macam macam pada Kakek " Nasihat Mamah dengan lembut tapi sukses membuat Sandra kesal.


Maliq melirik sinis ke arah Sandra lalu beranjak masuk ke dalam ruang kerjanya.


Mamah beranjak dari tempatnya lalu memanggil Ati." Ati..saya pamit dulu.Titip Syifa yaa..!!dia lagi tidak baik suasana hatinya.Jangan lupa perhatikan makannya agar nutrisinya dan calon bayinya terpenuhi " pesan Mamah pada Ati.


" iya..Bu..!! "

__ADS_1


Mamah berjalan keluar rumah tanpa memeprdulikan Sandra yang sedang menggeram kesal.


" Awas kau Syifa !! " Geram Sandra dalam hati.


__ADS_2