Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
144


__ADS_3

Maliq melangkahkan kakinya dengan gontai memasuki kamar Syifa.


" Syifa...di mana kamu.Maafkan aku.Kamu salah paham Syifa " Gumam Maliq terisak.Dibukanya lemari pakaian Syifa.


" Ternyata dia benar benar pergi " Desis Maliq pilu sambil menatap lemari Syifa yang sudah kosong sebagian.


Maliq menutup kembali lemari pakaian lalu menelisik setiap sudut ruang kamar Syifa.


Tatapannya terkunci pada benda di atas meja rias.


" Astaga Syifa...dia tidak membawa ATM tabungan yang aku berikan padanya.Lalu dia bisa dapat uang dari mana nanti di negeri orang ???" Desis Maliq frustasi.


" Apa sebegitu bencinya kamu padaku,sehingga kamu tidak sudi menerima uang pemberianku ??"


Maliq meraih secarik kertas yang ditindih oleh kartu ATM.


" Apa ini???" Gumam Maliq sambil mendudukan bokongnya di ranjang lalu membuka kertas yang terlipat rapi.


^^^" Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh "^^^


Untuk Kak Maliq,yang saat ini masih menjadi suamiku.


Sebelumnya,aku mohon maaf sebesar besarnya pada Kak Maliq.Aku pergi tanpa pamit pada Kak Maliq.Aku tau ini sangat salah,Kak.Aku jadi istri yang durhaka.Tapi aku tidak mau Kakak harus menghadapi dilema di dalam hati Kakak.

__ADS_1


Aku sadar Kak...selama ini kehadiranku di sisi Kak Maliq hanya membuat batin Kak Maliq tersiksa.Di satu sisi Kak Maliq harus bertanggung jawab atas ijab yang Kakak ucapkan di hadapan penghulu dan Papahku.Tapi di sisi lainnya,Kak Maliq harus mengejar cinta sumber kebahagiaan Kak Maliq.


Sekali lagi,maafkan aku Kak...aku telah egois memaksakan sesuatu yang tidak membuat Kak Maliq bahagia.Aku menjadi duri di dalam hubungan Kakak dengan Linda.Aku tidak pernah tau bagaimana itu jatuh cinta,maka dari itu aku tidak tau bagaimana perasaan Kak Maliq harus terpaksa berada seatap denganku...maafkan Kak...!!!


Tapi saat ini aku akan melepaskan Kak Maliq,dan memohon ridho dari Kak Maliq untuk mengejar cita citaku.


Kalau Kak Maliq akan menikahi Linda,aku ikhlas Kak.Aku tidak akan menuntut apa apa dari Kak Maliq.Aku sudah sangat berterima kasih selama bersama dengan Kak Maliq aku bisa menyelesaikan S1.


Maafkan aku Kak..bila selama ini selalu menyusahkan hidup Kakak.Aku menjadi sumber renggangnya hubungan Kakak dengan Mamah.


Satu yang aku minta ke Kak Maliq,tolong rahasiakan dulu hal ini pada orang tuaku.Insyaa Allah setelah aku balik dari Jerman nanti,aku akan menjelaskan semuanya pada Papah dan Mamahku.


Sekali lagi mohon maaf,aku pergi tanpa pamit.


...Wassalam...


Maliq meremas kertas yang baru saja dibacanya isinya." Aaaargghhhh !!!!" Maliq berteriak frustasi.


" Kamu salah Syifa....!!! aku yang harusnya minta maaf padamu.Aku mencintaimu Syifa...aku sudah tidak mencintai Linda,dia hanya obsesiku.Aku mohon kembali,Syifa ...!!" Pekik Maliq sambil meremas rambutnya.


" Bodoh..bodoh...bodoh...bodoh kau Maliq....!!!" teriak Maliq sambil memukul mukul kasur tempatnya duduk.


Perlahan,Maliq merebahkan dirinya di kasur milik Syifa dan menghirup dalam dalam aroma tubuh Syifa yang tertinggal di sana.

__ADS_1


" Syifa...!!!sakit rasanya harus menyadari sesuatu ketika itu sudah terlambat " desis Maliq sambil terisak.Dibelai belainya guling milik Syifa,seolah itu adalah Syifa.


Sementara itu.Bu Aty yang mendengar teriakan Maliq dari luar kamar merasa sangat khawatir.


" Ada apa dengan Pak Maliq ??" Gumam Bu Aty.


" Tok...tok..tok..!!! "


"Pak...ada apa Pak??" Tanya Aty dengan nada khawatir.


Bu Aty membuka pintu kamar yang tidak terkunci.


" Maaf Pak....ada apa Pak ??" Tanya Aty setelah membuka pintu dan melongohkan badannya ke dalam.


Maliq tak bergeming,dia seolah tidak mendengar suara Aty.


" Pak Maliq...!!!" seru Aty lagi dengan hati hati.


" Hmmmm,aku tidak apa apa,Bu Aty !!!" Ujar Maliq dengan suara serak,tanpa bangkit dari posisinya.


" Ooh...Iya,maaf Pak..soalnya saya dengar Bapak berteriak.Saya tadinya mau pamit pulang".


" Hmm ...iya,,jangan lupa tutup semua pintunya".

__ADS_1


" Iya,Pak...saya pamit pulang dulu " Ucap Aty sambil menutup kembali pintu kamar.


" Ada apa dengan Pak Maliq ??trus Nak Syifa ke mana,sudah seharian ini aku tidak melihatnya " Gumam Aty sambil melangkah turun ke bawah.


__ADS_2