
" Syifa...!!Boleh kita bicara ??" Kata Maliq saat berpapasan dengan Syifa di tangga.Syifa baru saja mengantarkan Gladis sampai di depan rumah.
Seketika Syifa berhenti." Boleh,Kak.Tapi ini sudah setengah enam sore.Sebentar lagi sholat magrib " Ujar Syifa datar tanpa menatap Maliq.
" Oh iya...bagaimana kalau selesai sholat magrib ???"
" Insyaa Allah....ba'da Isya Kak..." Ujar Syifa lugas.Dia tau apa yang akan dibicarakan Maliq,pasti akan membutuhkan waktu banyak.Dia tidak ingin waktu beribadahnya diganggu dengan urusan duniawi.
"Mm..baiklah ".Kata Maliq.
" Kalau begitu,aku permisi dulu Kak..." Ujar Syifa melewati Maliq.
Maliq menatap punggung Syifa dengan nanar.
" Syifa...sungguh aku tidak mengerti bagaimana caraku untuk bisa membujukmu agar tetap menjadi istriku.Aku tidak ingin bercerai darimu.Aku menyesal pernah berbicara seperti itu padamu.Tapi aku ragu,kamu akan tetap bertahan denganku.Menatapku saja kamu enggan." Monolog Maliq.
Di kamarnya Syifa bergegas membersihkan badannya dan mengambil wudhu.Dia bersiap untuk sholat maghrib.
Selesai mengerjakan sholat magrib,Syifa berpikir untuk menyiapkan makan malam untuk Maliq. " Biarlah aku siapkan makan malam untuknya.Setidaknya aku melaksanakan tugasku sebagai seorang istri di hari hari terakhirku bersamanya." Gumam Syifa.
Gegas Syifa turun ke bawah dan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Selesai menyiapkan makan malam,Syifa menuju kamar Maliq untuk memanggil Maliq untuk makan malam.
" Tok..tok..tok.."
" Kak....makan malam sudah siap " seru Syifa dari luar kamar Maliq.syifa enggan untuk masuk ke dalam kamar.
" Masuk ...!!" Titah Maliq dari dalam kamar.
" Hhhftt..." Syifa membuang napasnya berat.Lalu masuk ke dalam kamar.
" Kak..makan malamnya sudah siap " Ujar Syifa setelah berada di dalam kamar Maliq.Dia melihat Maliq duduk di ranjangnya sambil memainkan ponselnya.
Maliq berdiri dan mendekati Syifa.
__ADS_1
" Syifa...aku ingin kamu tetap bersamaku..aku ingin semuanya kita mulai dari awal lagi " Ujar Maliq to the point.Dia tidak sabar menunggu ba'da Isya seperti apa yang Syifa katakan tadi.
Syifa tersentak.Sontak di tatapnya wajah Maliq." Nanti kita bicara lagi Kak..makanannya sudah siap,keburu dingin" Kata Syifa datar menutupi keterkejutannya.
" Hhhfft...baiklah,tapi bisakah kita makan bersama??" Ujar Maliq ragu.Ditatapnya Syifa dengan tatapan menghiba.
Syifa mengangguk kecil lalu membalikkan badannya keluar dari kamar Maliq.Gegas Maliq menyusul Syifa.
Di meja makan suasananya sunyi,hanya suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring yang mengisi kesunyian.
Usai menyelesaikan makan malam,Syifa membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor.Maliq tidak beranjak dari tempatnya duduk,dia hanya memandangi Syifa dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Syifa salah tingkah.
" Kak Maliq ngapain di situ " Ujar Syifa tiba tiba memecah kesunyian.
" Haah...nggak ngapa ngapain,aku sedang melihat istriku.Apa itu tidak boleh ??" Jawab Maliq absurd.
" Eeh.." Syifa mengernyitkan dahinya.
Maliq terkekeh mendengar gerutu Syifa.
" Semoga aku bisa mencairkan gunung es itu " Monolog Maliq dalam hati.
Selesai membersihan peralatan dapur,Syifa beranjak ke kamarnya tanpa memeperdulikan Maliq yang masih duduk memperhatikannya.
" Eeh...mau kemana ??" Pekik Maliq mengejar langkah Syifa.
Syifa menghentikan langkahnya dan berbalik." Kamar,mau sholat Isya ".Jawab Syifa singkat.
Maliq menarik tangan Syifa." Aku yang akan menjadi imam kamu !!"
" Haaah...imam ??" Beo Syifa.
" Sejak kapan ??" Tatap Syifa heran ke arah Maliq.
__ADS_1
Maliq melotot ke arah Syifa." Kamu pikir aku tidak bisa jadi imam?? biar begini aku ini masih ingat sholat tau !!" pekik Maliq.Dia tersinggung dengan tatapan Syifa yang seakan meremehkannya.
" Heeh..kok jadi marah ??memang selama ini tiap dibangunin sholat subuh pasti marah marah.Sekarang malah tersinggung.Aneh !! " Gumam Syifa yang masih terdengar di telinga Maliq.
" Aneh katamu ??bukannya senang orang mau sholat,ini malah menggerutu "
" Sudah, sekarang siap siap kita sholat berjamaah di kamar kamu " Titah Maliq sambil menarik tangan Syifa.
Syifa tersenyum kecil." Ada angin apa ??" Batin Syifa.
Sampai di depan kamar Syifa.
" Siapkan dulu alat sholatku,baru kamu bersiap !!" Titah Maliq sambil masuk dengan santainya ke dalam kamar Syifa tanpa menutup kembali pintu kamar.
" Astagfirullah...ini orang, kepalanya habis kebentur kali yaa.Main perintah orang seenaknya,masuk kamar orang seenaknya juga " Gerutu Syifa tapi tetap menuju kamar Maliq mengambil perlengkapan sholat Maliq.
Maliq masuk ke dalam kamar Syifa dan merebahkan tubuhnya di atas kasur Syifa. Kakinya dibiarkan menjuntai ke bawah.Kedua tangannya direntangkan bergaya bebas.Dihirupnya dalam dalam aroma wangi tubuh Syifa yang tertinggal di kasur.
" Mungkin aku memang sudah jatuh cinta padanya.Hatiku sakit mendengar ucapannya yang ingin berpisah denganku.Bagaimanapun caranya,aku harus membuatnya yakin untuk tetap menjadi istriku " Monolog Maliq dalam hati sambil tersenyum.Matanya terpejam membayangkan wajah Syifa.
Syifa yang masuk ke dalam kamar mengernyitkan keningnya melihat Maliq senyum senyum tidak jelas sambil terpejam.
" Astagfirullah...benar benar kesambet memang ini orang"
" Kak Maliq...!!" Seru Syifa sedikit keras.
Maliq terkejut.Sontak membuka matanya dan duduk di tepi ranjang.
" Mm mana pakian sholatku ??" Tanya Maliq dibuat sesantai mungkin.
Syifa menyodorkan pakaian sholat Maliq tanpa bersuara,lalu berbalik menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Maliq seketika berdiri menuju depan kamar mandi menunggu Syifa selesai berwudhu.
Setelah siap mereka berdua sholat Isya berjamaah diimami oleh Maliq.Suara Maliq sangat merdu saat melantunkan bacaan bacaan sholat.
__ADS_1
Syifa terkesima mendengar suara merdu Maliq yang sangat fasih membacakan bacaan Sholat.