
🌷🌷🌷Tak lupa author minta like n votenya lagi yaa...biar author semangat terus updatenya🙏🙏.please...jangan pelit yaa..readets tersayangaku😘😘
***
"Ini rekapan laporan keuangan dari 3 tahun lalu sampai tahun sekarang.Apa Kak Maliq tidak tau ada kecurangan di dalam perusahaannya??"Gumam Syifa sambil terus membaca lembaran laporan keuangan perusahaan Maliq.Keningnya mengernyit..."benar benar rapi pekerjaan mereka,mungkin hal ini yang membuat Kak Maliq harus lembur".
Syifa mengambil kertas kosong dan mencari pena di laci meja kerja Maliq.Dia mulai mencoret coret...menyesuaikan laporan di kertas dengan analisa yang coba dia pecahkan.
Setengah jam kemudian...
"Hmmm...dapat...rupanya ada orang licik yang mencoba mencurangi Kak Maliq"Pekik Syifa tanpa sadar,dia senang bisa memecahkan permasalahan di laporan keuangan perusahaan Maliq. Disusunnya kembali kertas laporan keuangan itu,kemudian meletakan coretan kertas yang dikerjakannya tadi di atas map hijau tempat laporan keuangan.Syifa beranjak dari ruang kerja Maliq setelah merapikan ruangan dan menyelesaikan laporan keuangan Maliq.
Syifa kembali menengok Maliq di kamarnya,dia melihat Maliq masih tertidur di tempatnya.Tapi,piring bubur Maliq sudah kosong...
"Hhmm ...Syukurlah Kak Maliq sudah makan".Gumam Syifa sambil mengambil piring kotor lalu membawanya ke dapur.
__ADS_1
Sebenarny sewaktu Syifa masuk tadi,Maliq tidak tidur..tapi dia belum ingin berkomunikasi dengan Syifa.Hatinya masih sangat kesal mengingat ucapan Syifa.Dia pura pura tidur ketika mendengar Syifa masuk ke dalam kamarnya.Pada saat Syifa masuk ke ruang kerjanya tadi,Maliq buru buru makan buburnya,perutnya sudah sangat lapar.Dia tau Syifa akan membersihkan ruang kerjanya,jadi mungkin agak lama di situ.
Syifa berlalu dari kamar Maliq.Maliq bangkit dari tempat tidurnya.
"Ngapain dia di ruang kerjaku tadi ..kenapa lama sekali"Gumam Maliq sambil berjalan ke ruang kerjanya."Ruangannya sudah rapi tapi kenapa dia lama sekali,awas saja kalau dia macam macam"
Netra Maliq memeperhatikan beberapa lembar kertas yang ada di atas map hijau..
"Apa ini?? Eeh..ini kan analisa laporan keuangan !!"
"Astaga...anak ini sungguh jenius.Rupanya ini yang dikerjakannya tadi di sini,pantasan saja dia lama"
"Sungguh gadis yang luar biasa,sudah beberapa minggu ini Aku lembur,mencari cela kecurangan laporan keuangan..belum kelar kelar malah jatuh sakit.Ee...dia mengerjakannya tidak sampai satu jam...luar biasa!!"Puji Maliq sambil berdecak kagum.
"Eehh..kenapa Aku jadi memujinya..kalau dia mendengarnya pasti dia akan besar kepala nanti".Aku harus cepat balik ke kamarku sebelum dia masuk lagi,nanti Aku ketauan sedang memeriksa pekerjaannya"Gegas Maliq kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian,Syifa balik lagi ke kamar Maliq setelah melaksanakan sholat isya di kamarnya.
"Kak Maliq..bangun dulu..Kakak belum minum obat"Seru Syifa membangunkan Maliq.
"Eeghmmm..".Maliq menggeliat pura pura baru bangun.
"Kamu itu suka sekali mengganggu tidur orang,berisik"Bentak Maliq pada Syifa.
"Maaf Kak,Kakaak belum minum obat"Ujar Syifa sambil menyodorkan obat ke tangan Maliq yang sudah duduk di tempat tidur.
"Hmm...nanti Aku ambil sendiri,sekarang kamu keluar !!!Titah Maliq mengusir Syifa.
"Baik Kak..Syifa membalikkan badannya dan berlalu dari kamar Maliq.Hatinya sangat sakit melihat perlakuan Maliq.
Maliq menatap kepergian Syifa dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.Dia merasa bersalah dengan perlakuannya pada Syifa.Tapi gengsi Maliq akan selalu menang.
__ADS_1
***