
"Mending kita duduk disana dulu yuk!!" sayang tunjuk Mamah ke arah kursi selasar di depan toko tempat mereka sedang belanja.
"Kamu mau bilang apa tadi,sayang?".Tanya Mamah pada Syifa setelah mereka duduk.
"Mah..sebenarnya Syifa pengen pakai hijab,Syifa boleh beli baju muslim ngaak Mah??"Ragu ragu Syifa berucap.
"Masyaa Allah...Sayang,Syifa mau hijrah Sayang??!!.Pekik Mamah bahagia.
"Iya..Mah.."Syifa tertunduk.
Mamah menangkup wajah Syifa dengan bahagia.Diangkatnya wajah Syifa "Sayang Mamah akan membawamu ke butik khusus baju muslim langganan Mamah.Disana kamu bebas memilih pakaian muslim,semua tersedia di sana mulai dari anak anak,remaja ataupun dewasa.Segala macam aksesoris muslimah ada di sana juga"Seru Mamah antusias,dia bahagia menantunya yang cantik akan berhijab.
"Kita panggil Laras dulu ya..baru kita ke butik langganan Mamah..."ujar Mamah.
"Laras ...sudah selesai belanjanya Nak??Mamah mendekati Laras yang sedang asik memilih pernak pernik anak anak seumurannya.
__ADS_1
"Sudah Nek...tinggal milih aksesoris ini aja kok Nek"..
"Oo..ya sudah,pilih saja yang kamu mau setelah itu kita ke butik langganan Nenek".
"Iya Nek..nih,tinggal Nenek bayar ..heh...he.."Ujar Laras sambil terkekeh memperlihatkan gigi ginsulnya.
Setelah membayar semua belanjaan Laras mereka menuju parkiran Mall untuk mengambil mobil.Hari ini Mamah menyetir sendiri.
Sebelum keluar dari parkiran,tak sengaja mata Mamah melihat siluet tubuh mirip Maliq sedang bergandengan mesra dengan seorang perempuan.
"Kira kira Syifa melihat Maliq nggak yaa?tapi kayanya ngga deh,,buktinya Syifa biasa biasa saja,semoga saja tidak"monolog Mamah dalam hati.
Mamah melajukan kendaraannya menuju butik langganannya.Sepanjang perjalanan Mamah diam.Syifa sekali kali melirik ke arah Mamah.
"Kenapa Mamah diam dari tadi yaa..??"Batin Syifa.
__ADS_1
Setelah sampai di butik langganan Mamah.Mamah menyuruh pelayan butik untuk memilih pakaian muslim untuk Syifa.Dia yakin jika dia menyuruh Syifa yang memilih pasti Syifa akan sungkan.Jadi dia memutuskan biar pelayan saja yg memilih baju untuk Syifa.Syifa hanya bisa pasrah. Dia membisikan pada pelayan,bahwa dia hanya mau mencoba gamis.Setiap pakaian yang di ajukan oleh pelayan,akan dicobanya..jika pas di badannya Mamah memisahkan pakaian itu.
"Mba..bungkus semua baju yang saya pisahkan tadi!!Titah Mamah pada pelayan.
"Haa...semua??!!Astagfirullah itu banyak sekali Mah..cukup tiga lembar saja Mah..nanti mubazir".Pekik Syifa terkejut.
"Jangan sayang..sebentar nanti kalau Syifa sudah aktif kuliah,pasti akan kepake semua"
"Mba,setelah ini bawakan jilbab juga untuk menantuku"Titah mamah Lagi.
"Mba jilbab syar'i sebelah mana Ya..?"seru Syifa tiba tiba.
"Oo..Mba mau coba Jilbab Syar'i ya...??nanti saya bawa ke sini Mba, Mba istrahat di sini saja dulu."Ujar pelayan sangat sopan,dia tau dia sedang berdiri di depan salah satu pejabat daerahnya sekarang.Mamah Maliq sangat dikenal di tengah masyarakat di kabupatennya.Dia terkenal dengan sikapnya yang sangat ramah dan lembut.Itulah sebabnya sebagian besar masyarakat sangat mengenali wajah SEKDA perempuan mereka.
"Oo..iya,terima kasih yaa Mba..maaf sudah merepotkan".
__ADS_1
"Ahh..nggak ngerepotin kok Mba,ini memang tugas kami melYani pelnggan dengan maksimal.Apalagi Ibu Sekda sudah menjadi pelanggan setia kami"Ucap pelayan sambil tertunduk hormat kemudian dia membalikan badanya menuju tempat jilbab.