Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
101


__ADS_3

Seketika Syifa menengok ke arah asal suara.


"Kak Zidan ".Desis Syifa


"Sudah mau pulang??"Tanya Zidan saat sudah berada di depan Syifa.


"Iya..Kak.."Jawab Syifa singkat lalu melanjutkan langkahnya kembali.


"Aku antar aja,boleh..?" Tawar Zidan ragu ragu.


"Tidak usah,terima kasih Kak "Ujar Syifa datar,menolak tawaran Zidan.


Syifa melangkah ke halte menunggu taxi yang lewat.Dia tidak memperdulikan Zidan yang terus mengekorinya.


"Biasanya jam segini sudah jarang taxi lewat.." Ujar Zidan sekali lagi berusaha mengajak Syifa.


Syifa duduk di halte tanpa sedikitpun menengok ke arah Zidan.


"Maaf,Kak Zidan duluan saja.." Ucap Syifa tiba tiba.Dia merasa jengah,Zidan masih kekeh mengajaknya.


Zidan menghela napasnya."Biar aku temani kamu tunggu taxi,kalau nggak mau aku antar.Takutnya ada orang jahat,ini sudah sore dan kompleks sini sudah mulai sepi " Ujar Zidan sambil berdiri agak jauh dari Syifa.Dia bisa merasa bahwa Syifa tidak nyaman ketika di dekati,terkesan menjaga jarak.


Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang menatap ke arah mereka dengan geram.


"Ttiiinn"...tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan halte dan membunyikan klakson dengan keras.Sesosok tubuh atletis keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


"Kak Maliq ??gumam Syifa lirih,dia terkejut dengan kehadiran Maliq.


"Ayo pulang,ngapain di situ "Ujar Maliq sontak menarik tangan Syifa sambil melirik sinis ke arah Zidan.


Syifa meringis pelan,merasa tangannya sakit dicengkram oleh Maliq.


"Shhh...sakit,Kak."


"Cepat masuk ke dalam "Bentak Maliq pada Syifa sambil membuka pintu mobil.


"Maaf om,,jangan kasar "pekik Zidan merasa geram dengan tingkah Maliq.


Seketika Maliq menengok ke arah Zidan."Heh...siapa kamu haah ???memangnya aku om kamu ??"


"Saya Zidan,teman Syifa.Tolong jangan kasar sama perempuan" Ujar Zidan sambil menatap tajam ke arah Maliq.


"Aku peringati ...jangan coba coba mendekati istri orang,kalau tidak kamu akan tau akibatnya."Bisik Maliq datar,sambil menatap Zidan dengan tatapan mengintimidasi.


Zidan tersentak."Iis..istri..?? Gumam Zidan .


"Iya...Syifa itu istriku...jadi jangan sekali kali kamu mendekatinya lagi.Ingat itu !!" Terang Maliq menepuk pipi Zidan sambil tersenyum menang, lalu beranjak masuk ke dalam mobil,meninggalkan Zidan dengan keterkejutannya.


Zidan merasa tidak percaya mendengar kata kata Maliq barusan.Dia terpaku di tempatnya,dia tidak menyadari mobil yang dikendarai Maliq sudah menjauh membawa Syifa.


"Heii...bro !!ngapain bengong di situ "pekik Doni dari dalam mobilnya.

__ADS_1


"Hhaaah...s*al,ngagetin aja kamu...!! Maki Zidan terjengkit kaget.


"Ha..ha...haa...lagian bengong di halte,mau tunggu taxi kamu???memangnya mobil kamu kemana?? cecar Doni sambil terbahak.


"Siapa juga yang nungguin taxi...itu mobilku masih di parkiran kampus"


"Loh..trus ngapain kamu di situ ??" Tanya Doni heran.


"Kepo.!!."Ujar Zidan sambil berbalik arah menuju kampus lagi.


"Eeh...aneh..."Gumam Doni sambil menggelengkan kepalanya.


***


Didalam mobil Maliq.Suasananya terasa tegang.Maliq dengan mode diam wajahnya mengeras menahan emosi.Syifa hanya menatap datar ke arah depan.


"Siapa laki laki brengsek tadi haahh..?" Suara Maliq tiba tiba memecah kesunyian.Matanya melirik tajam pada Syifa.


"Astagfirullah..!!.dia Kakak tingkatku Kak..."Syifa terkejut dengan bentakan Maliq


"Ooh...Kakak tingkat sekaligus selingkuhanmu,iya??"


Seketika Syifa menatap Maliq datar."Stop dulu Kak...kalau mau bicara jangan sambil nyetir,nanti kecelakaan."Ujar Syifa mash dengan nada datar.


Sontak Maliq menengok ke arah Syifa dan mengerem mendadak.

__ADS_1


"Ooh...sudah berani yaa kamu memerintahku..hmmm" Maliq menjepit dagu Syifa dengan keras,giginya gemelutuk menahan emosi...


__ADS_2