
" Tok...tok..tok.."
Maliq tersentak mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.Saat ini dia sedang duduk di tepi ranjang sambil menatap foto Syifa sedang duduk di gazebo yang diambilnya diam diam,dan foto itu dijadikannya sebagai wallpaper ponselnya menggantikan fotonya dengan Linda yang sedang berpelukan mesra.
"Ckk...siapa sih " Kesal Maliq merasa terganggu.
" Pak ...ada tamu ingin bertemu dengan Bapak..!! " Pekik Bu Aty dari balik pintu.
Maliq membuka pintu kamarnya.
" Iya Bu Aty..ada apa ???" tanya Maliq pada Aty,sambil menatap Aty dengan tajam.
"It... Itu Pak...ada tamu,katanya teman Bapak ingin bertemu dengan Bapak " Jawab Aty sambil menunduk takut.Dia sangat takut dengan sorot mata Maliq.
"Itu pasti Willy " Desis Maliq.
" Iya ..suru masuk saja.Bilang aku akan menemuinya" Titah Maliq pada Aty.
" Baik Pak !!"
Maliq bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya yang di letakkannya di atas kasur.
" Hai..Will.."
Willy menengok ke arah Maliq yang sedang berjalan mendekati tempatnya duduk.
__ADS_1
"Hai Broo...apa kabar ?? Tu muka kenapa kusut amat??Ucap Willy sambil mengernyitkan keningnya melihat penampilan Maliq yang kacau.
" Ckk...nggak usah komentari penampilanku.Kabarku baik,buktinya aku masih hidup hari ini " Ketus Maliq merasa kesal dikomentari oleh Willy.
" Haa...ha...ternyata memang kamu tidak lagi baik baik saja" Willy terbahak mendengar jawaban ketus dari Maliq.Dia sangat tau kalau Maliq lagi ada masalah pasti Maliq akan ketus dengan siapa saja.Tapi dia tidak akan merasa tersinggung dengan sikap Maliq,dia sangat memahami sahabatnya itu.
" Ckk...mau ngapain kemari ???"
Willy menggelengkan kepalanya melihat sikap Maliq.
" Bro..kamu bisa ikut ke rumahku ??" Tanya Willy dengan mode serius.
Maliq menatap Willy dengan tajam. " Ngapain ??Hari ini aku tidak ingin ke mana mana,aku lagi pusing "
" Ckk...ini sudah sore,sudah mau magrib " Ucap Maliq beralasan.
" Sehabis magrib kita pergi.Aku akan menunggumu " Tukas Willy.
" sebenarnya mau ngapain sih di rumahmu ???"
" Nantilah kalau sudah di rumahku,pertanyaanmu akan terjawab semua "Jawab Willy penuh teka teki.
" Aah...baiklah ".
" By the way...istrimu ke mana ???" Tiba tiba Willy bertanya sambil menebar tatapannya ke setiap sudut ruangan.
__ADS_1
" Ngapain kamu tanya tanya istriku " kesal Maliq.
" Nggak..cuman pengen kenalan aja.."
" Tidak boleh " Tukas Maliq tegas.
" Haa...ha...ada yang posesif nih...!!" Ledek Willy.
Maliq menatap jengah ke arah Willy.
" Dia sudah pergi meninggalkanku " Desis Maliq di dalam hati.Seketika hatinya menjadi sendu.
***
Sementara itu.Mamah baru pulang dari mengantar Syifa di bandara.Hari ini Mamah menyetir sendiri.Dia tidak membawa sopirnya,agar rahasianya aman dari Maliq.
Dalam perjalanan Mamah tiba tiba menghentikan laju kendaraannya ketika melitasi taman kota.
" Itu seperti Juan " Gumam Mamah sambil menatap pria bertopi dan memakai masker wajah sedang berbicara serius dengan tiga orang pria berbadan besar dan bertato.
" Walaupun dia memakai topi dan masker tapi aku yakin sekali itu adalah Juan.Dari postur dan gerak geriknya,aku sangat yakin.Tapi,ngapain dia di situ??terus siapa yang bersamanya itu ??" Gumam Mamah penasaran.
Mamah terus memperhatikan Juan dari dalam mobilnya.Tak lama kemudian Juan bergerak meninggalkan tiga orang laki laki yang berbicara dengannya dan masuk ke dalam mobilnya.
" Itu memang Juan " Desis Mamah yakin karena mengenali mobil yang dikendarai laki laki yang dicurigainya sebagai menantunya.
__ADS_1