Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
129


__ADS_3

" Eeeuhggmm" Syifa menggeliat.


" Astagfirulahaladzim...kenapa aku tidur di sini ??" Syifa terduduk di lantai dan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi.


" Ya Allah...kayanya aku pingsan tadi " Gumam Syifa.Dia memperhatikan pakaian yang dipakainya.


" Ternyata aku belum mengganti pakaianku...sudah jam berapa ini??" Syifa melirik jam kecil di atas nakas.


" Aku sudah telat sholat ashar,ini sudah mau magrib "


Syifa perlahan bangkit berdiri.Langkahnya sempoyongan,kepala masih terasa berat.Bergegas dia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


***


Keesokan harinya...


Gladis mematut dirinya di depan cermin.


" Hari ini akan aku habiskan waktuku seharian bersama Syifa sebelum dia akan berangkat ke Jerman" Gumam Gladis.


" Oh ..iya,aku telpon Kak Willy dulu " Gladis meraih ponselnya di depan meja rias.


" Tuuut...tuut...tuut"


Dering ketiga,panggilan Gladis diangkat oleh Willy.


"Hallo Kak Will..aku mau ke rumah temanku dulu Kak, hari ini kita belum bisa ketemuan.Soalnya temanku sudah mau ke Jerman mau lanjutin studynya.Aku akan menghabiskan waktuku seharian dengannya.Boleh yaa ??!!"

__ADS_1


" Mmm...iya deh...untuk sekali ini boleh...have fun yaa !!"


" Ok..sayang, makasi yaaa...love you "


" Tuut "


" Ok..sekarang tinggal pamit sama Mamih dan Papih "


" Mih...aku boleh main ke rumah Syifa Mih ??" Pamit Gladis pada Mamihnya sambil bergelayut manja pada Mamih.


" Hhmmm...kalau ada maunya memang kaya gini.Iya,kamu boleh ke rumah Syifa,asal tidak keluyuran "


" Mana ada aku keluyuran kalau sama Syifa.Yang ada aku itu diceramahin. "Eh Gladis,kalau mau pergi pergi itu harus jelas tujuannya.Jangan pamitnya ke timur tapi perginya ke barat..nanti celaka ".Tutur Gladis menirukan gaya Syifa menasehatinya.


" Ha..haa..itu baru teman yang bisa diajak bersahabat.Selalu membawa kita ke hal hal yang baik.Mamih senang kamu bersahabat dengan Syifa " Ujar Mamih terbahak.


"Tapi Mih,,Syifa sudah mau pergi .Dia mau lanjutin studynya di Jerman " Ujar Gladis pilu,aku sedih sudah tidak memiliki sahabat sebaik dia" Ujar Gladis sendu.Tanpa sadar dia menitikkan air matanya.


"Sabar sayang...satu saat nanti kalian akan bertemu lagi " Ujar Mamih lembut.


***


Di rumah Maliq.


Sejak dari semalam Syifa tidak pernah keluar dari kamarnya.Makan malamnya dilewatinya.Sarapan pagi ini juga dia tidak turun turun.Maliq sebenarnya ingin menemui Syifa,tapi rasa gengsi dan egonya terlalu tinggi menguasai dirinya.


Maliq mendengar semalaman Syifa melantunkan ayat suci Alquran hingga fajar menjelang." Sepertinya dia tidak tidur semalaman " Gumam Maliq.

__ADS_1


" Bu Aty,nanti antarkan sarapan buat Syifa di kamarnya " Titah Maliq pada Aty.


"Dari semalam kayanya dia tidak turun turun " Imbuhnya lagi sambil berdiri dari tempatnya.Dia sudah menyelesaikan sarapannya sendiri.


" Baik Pak.." Aty mengangguk hormat.


Hari ini Maliq tidak ke mana mana.Ponselnya sengaja di non aktifkan,dia ingin menenangkan dirinya dulu.Sebenarnya dia ingin berbicara dengan Syifa,tapi Syifa tidak pernah keluar dari kamarnya sejak dari kemarin sore dan Maliq gengsi harus menemui Syifa di dalam kamarnya.


" Oh ya Bu Aty,kalau ada yang mencariku,bilang saja aku lagi keluar!!! " Ujar Maliq sambil berlalu dari ruang makan menuju kamarnya.


" Iya, Pak.."


" Tok..tok..tokk...Nak Syifa,saya mau antar sarapannya Nak..!!" Pekik Bu Aty sambil mengetok ngetok pintu.


Pintu dibuka dari dalam seiring keluarnya tubuh Syifa yang memaksakan senyumnya.


" Astagfirullah.. Bu Aty,kenapa repot repot di kesini sih...nanti saya turun sendiri " Pekik Syifa sungkan.


" Iya nggak apa apa Nak..sudah tugasku " tukas Bu Aty.Dibawanya napan berisi sarapan ke dalam kamar dan diletakkan di atas nakas.


"Ayo..sarapan dulu Nak..kata Pak Maliq,Nak Syifa belum makan dari semalam.Syifa hanya mengangguk pelan.


"Terima kasih Bu Aty " Ucap Syifa.


" Sama sama Nak " Aty melirik sekilas ke wajah Syifa. " Matanya sembab kaya habis nangis " Gumam Aty dalam hati.


Syifa menutup kembali pintu kamarnya setelah Aty keluar dari kamarnya.Syifa hanya melirik sekilas makanan yang diantarkan Aty tadi..tak ada sedikitpun niatnya untuk mencicipi makanan itu.

__ADS_1


" Aku harus menyelsaikan persoalan ini secepatnya " Gumam Syifa sambil melangkah menuju balkon kamarnya.


" Tok..tok..tok "Nak Syifa...ada yang nyariin " pekik Bu Aty dari luar kamar Syifa sambil mengetuk pintu kamar Syifa.


__ADS_2