Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
154


__ADS_3

"Bee...besok malam aku nginap di apartemenmu yaa??!!" ujar Evren sambil menyeruput jus melon dari sedotan.Saat ini mereka sedang duduk di kantin kampus.


"Soalnya kakakku lagi keluar kota,aku sendiri di apartemenku" Imbuhnya lagi.


"Boleh...aku senang kamu mau bermalam denganku " Ucap Syifa lembut.


"Yess...nanti kita jalan jalan ke mall " Ucap Evren antusias.


Syifa menggeleng pelan." No,Evren.Kalau jalan jalan,aku kayanya tidak bisa.Aku di sini untuk belajar,bukan bersenang senang.Aku sekolah cuman mengandalkan beasiswa tidak lebih.Tempat tinggalku saja hanya tumpangan orang yang bersimpati padaku.Orang yang tidak mempunyai hubungan apapun denganku".Syifa menolak lembut dan menjelaskan alasannya secara lugas.


Evren tertegun lalu menatap Syifa." Sorry,Syifa.Baiklah kalau begitu biar kita di apartemenmu saja.Kita akan menghabiskan waktu kita dengan menonton,bagaimana???"


Syifa tersenyum lalu mengangguk setuju.


"Ekhhem...boleh aku bergabung??"Tiba tiba Qenan duduk di depan Syifa dan Evren.


"Ah..iya silahkan !! Ujar Evren ramah sedikit lalu tersenyum penuh damba pada Qenan.


Syifa membuang pandangannya ke tempat lain.


"Hff...dia lagi !!"Dengus Syifa dalam hati.


"Haii..Syifa,sepertinya kamu itu type gadis yang irit ngomong yaa??" Ujar Qenan mencoba menyapa Syifa.

__ADS_1


Syifa menundukan kepalanya pura pura memeriksa ponselnya.


"Ahh..kalian sudah saling mengenal??" Ucap Evren.


"Haii...Aku Evren..." Ucap Evren lalu menyodorkan tangannya pada Qenan.


"Qenan!!"Ujar Qenan singkat lalu menyambut tangan Evren.


"kalian kenalan di mana??" Tanya Evren entah ditujukan pada siapa.


Syifa tetap diam dengan wajah datar.


"Dia tetangga apartemenku" Qenan yang menjawab pertanyaan Evren.


" Nanti malam minggu aku nginap di apartemen Syifa,kita nonton bareng di sana yaa,Qenan..!!" Ujar Evren antusias.


Syifa tersentak dengan ucapan Evren." Maaf Evren,tidak bisa.Kita tidak bisa memasukan laki laki di tempatku.Itu tidak baik.Di sana tidak ada orang tuaku.Jadi mohon maaf kalau hal ini aku tidak mengijinkannya." Tegas Syifa.


Evren jadi merasa tidak enak pada Syifa." Oo..iya,sorry aku tidak bermaksud.Maaf kalau buatmu tidak nyaman ".


"Iya ngga apa apa Evren.Aku hanya menjaga marwahku" Ujar syifa lirih.


Qenan menyimak percakapan antara Evren dan Syifa."Hmm...benar benar gadis yang tertutup " Gumam Qenan dalam hati.

__ADS_1


"Atau begini saja.Kalian berdua yang datang ke apartemenku" Usul Qenan antusias.


Syifa menatap tajam sekilas pada Qenan.


"Deg...Oh Tuhan tatapannya" Batin Qenan menjerit.


"Maaf Evren,aku harus segera balik.Matakuliahnya sudah nggak ada lagi kan??" Ujar Syifa lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Iya...ayo.Qenan kami balik duluan yaa !!" Evren beranjak mengikuti Syifa.


"Syifa...kita pulang sama sama saja,naik mobilku " Qenan tetap gigih mengajak Syifa.


"Tidak terima kasih" Ucap Syifa singkat dengan wajah datar.


"Heii...kita kan searah.Apa salahnya kamu ikut mobilku " Qenan mengejar Syifa dan Evren.


"Sangat salah!!.Maaf dalam agamaku,tidak dibenarkan seorang laki laki dan perempuan yang tidak punya ikatan berada dalam satu tempat tanpa ada orang lain di situ.Hal itu akan menimbulkan fitnah." Jawab Syifa lugas.


Qenan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " Oh..iya,kalau begitu kamu sama Evren yang menumpang mobilku "


" Maaf,aku terima niat baikmu.Tapi sekali lagi maaf.Aku tidak bisa " Tegas Syifa pada Qenan yang masih ngotot.Lalu meninggalkan Qenan yang terpaku atas sikap Syifa.


"Bikin aku tambah penasaran padanya" Batin Qenan lalu beranjak menuju parkiran mobil.

__ADS_1


__ADS_2