Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
179


__ADS_3

" Bee !! " Pekik suara cempreng memanggil nama kesayangan Syifa,ketika dia masuk ke dalam gerbang kampus.Dan siapa lagi yang memanggilnya seperti itu kalau bukan Evren.


Syifa menelengkan kepalanya mencari sumber suara.


"Kak Evren !! " Gumam Syifa sambil tersenyum tipis ke arah Evren.


" Hai..honey...!! rindu !! " rengek Evren sambil memeluk Syifa.


Syifa terkekeh sambil menyambut pelukan Evren." Lebay !! ".


" Iya..benaran rindu aku...sepi kalau kamunya tidak ada..." Ujar Evren sambil mengurai pelukannya pada Syifa lalu merangkul bahu Syifa dan berjalan menuju kelas mereka.


Syifa mengedarkan pandangannya di seluruh sudut ruang kelas." Kemana dia ?? mungkin belum datang ."Gumam Syifa dalam hati sambil mendudukan bokongnya di kursi.


" Cari Qenan yaa, Bee ??" Tebak Evren ketika melihat tatapan Syifa menyapu ruangan.


" Sejak kamu tertembak,dia tidak pernah lagi ke kampus.Terakhir aku melihatnya ketika aku ketemu dia di depan ruang rawatmu " Ucap Evren tanpa menunggu jawaban Syifa.


Syifa mengernyitkan keningnya." Bahkan aku belum mengucapkan terima kasih padanya " Batin Syifa.


" Oh..aku cuma mau bilang makasi padanya karena dia sudah menolongku " Ujar Syifa pada Evren.


Evren menarik bangkunya mendekat ke arah Syifa. " Bee..sepertinya Qenan kecewa ketika dia tau kamu sudah menikah " Evren berkata lirih sambil mencondongkan wajahnya ke arah Syifa.


Syifa melirik sekilas ke arah Evren ." Mungkin dia punya urusan di luar makanya tidak hadir. " Pungkas Syifa datar.Dia ingin mengakhiri percakapannya dengan Evren.


" Hmm... dasar gadis kulkas.Susah diajak ngomong "Cibir Evren pada Syifa lalu beranjak ke tempatnya semula.


Syifa hanya tersenyum tipis mendengar cibiran Evren.



" Dek..!! Willy telpon tadi,mereka ingin mengajak kita liburan ke Turki " Ucap Maliq pada Syifa saat mereka di dalam mobil menjemput Syifa di kampus.



Syifa melirik sekilas ke arah Maliq tanpa menanggapi ucapan Maliq.



" Apa Gladis tidak menelponmu??" Imbuh Maliq lagi.



Syifa menggeleng pelan. " Tidak !!"



" Ooh..kata Willy tadi,Gladis akan menelponmu "



" Drrt..drrt..drrtt.." Tiba tiba ponsel Syifa yang ada di genggamannya bergetar.



Syifa menatap layar ponselnya." Gladis.Panjang umur ni anak " Gumam Syifa sambil mengukir senyum tipis di bibirnya.



" *Ya..Hallo* " Ucap Syifa setelah mengangkat panggilan.



" *Hallo, Plend...!! apa kabar* ??" Suara cempreng Gladis memenuhi telinga Syifa.



" *Astagfirullah...pelan pelan ngomongnya,Gladis* !! *sakit telingaku tau* !! " gerutu Syifa pada Gladis.


__ADS_1


" *He..he..he..sory !! apa kabar Plend*...??"



" *Kabar baik.Pengantin baru apa kabar nih ??.Selamat yaa atas pernikahanmu.Semoga langgeng sampai maut memisahkan.Sory tidak bisa hadiri pernikahanmu*." seloroh Syifa dengan nada sendu,menyesali tidak bisa hadir di pesta sahabat terbaiknya ini.



" *Eeh..ternyata bisa ngomong banyak* " Batin Maliq sambil melirik ke arah Syifa.



" *Aamiin.Nggak apa apa plend.Aku yang sangat menyesal tidak bisa menemanimu sampai sembuh* ".



" *Ya Allah..kamu memang sahabat terbaikku.Aku belum bisa membalas kebaikanmu dan seluruh keluargamu* "



" *Apaan sih..jadi melow kaya gini.Aku tuh nelpon kamu,mau ngajak kamu sama Kak Maliq untuk liburan ke Turki.Mau yaa...!! please* !! "



Syifa menghela nafas panjang.



" *Maaf,Gladis..aku lagi mengajukan tesis untuk tugas akhirku.Aku nggak bisa ikut.Targetku setahun sudah menyelesaikan kuliahku* " Ucap Syifa lirih dengan nada penuh penyesalan telah membuat kecewa sahabatnya.



" *Lagian kamu kan mau bulan madu,kenapa ngajak orang untuk bulan madu* ??" Imbuh Syifa lagi.



" *Oh my God,Plend..secepat itu kamu menyelesaikan S2 ?? bangga aku tuh punya sahabat jenius kaya kamu.Nggak apa kamu nggak ikut asal cita citamu cepat tercapai.Hhff...jangan kaya aku, S1 saja belum kelar...he..he..he*.. " Pekik Gladis di sebrang sambil terkekeh.




" *Deg...!! Astaga...Gladis,mulutnya kalau ngomong nggak pake filter.Untung hpnya nggak pake speaker*" Batin Syifa dengan wajah merona menahan malu sambil melirik sekilas ke arah Maliq.



" *Hallo..Plend !! kamu masih di situ kan*?? " Seru Gladis sesaat tidak mendengar suara Syifa lagi.



" *Ahh..iya aku masih mendengarmu* "



" *Oh..ya sudah..aku tutup panggilannya.Selamat yaa...cita citamu sebentar lagi tercapai* " Ujar Gladis tulus.



" *Iya.Dis..sekali lagi selamat juga atas pernikahanmu* "



" *Hmm ok.Miss u Plend* !! " Ucap Gladis menutup panggilannya.



" *Miss you too* "



" Dek...kamu program akselerasi yaa?? Tanya Maliq pada Syifa saat mereka sedang menikmati makan malam mereka.

__ADS_1


" Iya Kak !! " Jawab Syifa singkat tanpa melihat ke arah Maliq.


" Sungguh gadis yang sangat jenius." Batin Maliq.


" Oh ya dek...Makasi loh..lalu kamu sudah memecahkan misteri korupsi di kantorku " Ujar Maliq sambil menatap Syifa.


Syifa mendongakan kepalanya menatap ke arah Maliq sambil mengernyitkan keningnya.


" Misteri korupsi ??" Beo Syifa.


" Hu'um..kamu kan yang coret coret di kertas tentang laporan keuangan di ruang kerjaku ?? Waktu kita baru menikah."


" Oh " Syifa hanya mengucap dua huruf menanggapi Maliq lalu melanjutkan makannya.


" Astagaa...benar benar gadis pelit ngomong.Cuma segitu tanggapannya??? "Batin Maliq.


" Mm..ternyata yang korupsi di kantorku itu Si Juan " Ucap Maliq berhasil menarik perhatian Syifa.


" Juan suami Kak Ayin ??" Tanya Syifa sambil mengernyitkan keningnya.


" Iya.Dan ternyata dalang dari pembegalan lalu sampai kamu terluka,itu Juan juga dalangnya " Ucap Maliq emosi mengingat perlakuan Juan.


" Asragfirullah...kenapa bisa Kak...?? " Ujar Syifa terkejut sambil membekap mulutnya dengan telapak tangannya.


" Entahlah..Dek... !! padahal aku tidak menggajinya hanya sebatas gaji karyawan.Entah apa yang membuatnya begitu membenciku " Desah Maliq dengan tatapan kosong.


" Orang suruhan Juan bahkan nekat datang ke rumah ingin membunuhku.Untung Mamah yang sudah lebih dulu curiga,menyewa body guard mengawasiku hingga aku masih bisa lolos dari rencana jahat juan."


" Astagfirullahaladzim...jadi bagaimana Kak Juan?? maksudku Kak Juan di penjara ??"


" Iya..Juan di vonis 20 tahun penjara "


" Astagfirullah...terus Kak Ayin, gimana ??"


" Ayin mengajukan gugatan cerai " Ujar Maliq sendu.Dia sedih memikirkan adik kesayangannya itu.


" Ya Allah...yang sabar yaa,Kak !! kasihan Mamah..pasti merasa terpukul.Tapi kok Mamah nggak pernah cerita ke aku yaa,Kak ?? "


" Haa..cerita ke kamu ?? memangnya kamu ada komunikasi dengan Mamah selama ini ??" Tanya Maliq heran mendengar ucapan Syifa.


" Eeh...Iya.Selama ini Mamah tau keberadaanku.Dia rutin mengunjungiku dua bulan sekali dan setiap hari pasti menelponku " Ujar Syifa sambil tertunduk.Dia tidak bisa berbohong lagi pada Maliq.


" Astagaaa..Mamah !! jadi selama ini dia tau kamu di sini ?? dan dia selalu ke sini ?? " Pekik Maliq sambil menyugar rambutnya.


Syifa hanya bisa menatap datar ke arah Maliq yang shock. " Bukan salah Mamah.Tapi aku yang memintanya " Ujar Syifa sambil mengusap mulutnya dengan tissu makan kebiasaannya setelah selesai makan.


" Hhff...Baiklah..memang bukan salah Mamah ataupun kamu.Tapi,ini pantas memang untukku.Semua salahku,sudah menyakiti kamu " Ujar Maliq kembali sendu sambil meneguk air di gelas.Dia juga telah menyelesaikan makannya.


Maliq beranjak dari tempatnya dan beringsut mendekati tempat duduk Syifa.


" Maafkan aku Syifa !! beri aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya !!" Maliq memberanikan diri meraih tangan Syifa yang berada di atas meja.


" Aku janji tidak akan menyakitimu lagi " Lirih suara Maliq menghiba.


" Jangan pernah berucap untuk mendahului kehendak Allah.Janji cukup Kakak ucapkan dalam hati sambil berikhtiar mewujudkannya " Ucap Syifa dengan nada datar sambil menundukan pandangannya.


" Aku sudah memaafkanmu,Kak.Tidak perlu Kakak ulangi lagi kata permohonan maaf itu.Seperti kata Kakak,kita akan mulai dari awal lagi.Aku ingin memulai semua juga dari awal lagi " Desis Syifa lirih nyaris tak terdengar.Dia malu sendiri dengan kata kata yang baru saja keluar dari mulutnya.


Maliq terperangah mendengar ucapan Syifa." Aku tidak salah dengar kan,dek ?? benaran kamu memafkanku ??kamu mau memulainya dari awal ??" Cecar Maliq antusias sambil menggenggam kedua tangan Syifa.Wajahnya sumringah.


" Insyaa Allah, Kak " Tegas Syifa tanpa menatap Maliq.


Maliq spontan memeluk Syifa lalu mendekapnya dengan erat.


Syifa terkejut dengan tingkah Maliq yang memeluknya tiba tiba.Nafasnya terasa sesak.Degup jantungnya berdegup lebih kencang.Tubuhnya tiba tiba jadi kaku.


" Kak...!!aku tidak bi bisa nafas " Ucap Syifa lirih dengan suara bergetar menahan gugup.


" Astagfirullah..maaf,dek aku terlalu senang.Maaf juga aku memelukmu tanpa permisi " Ujar Maliq merasa bersalah.


Syifa menunduk dengan wajah merah padam tersipu malu.Hilang sudah wajah datar nan arogan.Yang tersisa sekarang wajah malu malu menggemaskan di mata Maliq.

__ADS_1


" Yaa Allah..ternyata kamu manis sekali dengan wajah seperti itu " Batin Maliq sambil menatap dalam dalam wajah Syifa yang tertunduk malu malu.


__ADS_2