Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
212


__ADS_3

" Apa maksudnya ini ?? " Sentak Kakek Maliq sambil menatap bingung ke arah Maliq dan Sandra.


Maliq menggedikan bahunya acuh. " Tanya ke Sandra..siapa yang menghamilinya " Ucap Maliq dingin.


" Sandra..!! jelaskan ada apa ini ?? " Kakek mendelik ke arah Sandra.Tatapan semua orang yang ada dalam ruangan itu menghujam ke arah Sandra.Mereka menanti penjelasan dari Sandra.


" Hiks..hiks...maaf kalau aku sudah tidak jujur pada kalian,khususnya Maliq,suamiku" Cicit Sandra dengan suara terbata bata.


" Cih...!! " Maliq berdecih jengah mendengar kata suamiku dari bibir Sandra lalu membuang pandangannya ke arah lain.


" Memang ada apa Sandra ?? " Desak Kakek penasaran.


" Memang benar aku sedang hamil sekarang..hiks hiks...!! tapi aku hamil karena diperkosa huaaa..huaaa.." Suara Sandra lirih lalu mengencangkan suara tangisannya menarik simpati dari orang yang ada dalam ruangan.


" Astagfirullah...!! semua orang dalam ruangan terkejut dengan pengakuan Sandra.Kecuali Maliq yang sudah tahu kebohongan Sandra.


Kak Dewi bangkit dari duduknya dan meraih bahu Sandra.Direngkuhnya tubuh Sandra lalu mengajaknya duduk di sampingnya.


" Sabar..!! teruskan ceritamu " Ujar Kak Dewi lembut dan mengusap pelan punggung Sandra memberikan kekuatan pada Sandra.


" Hal ini yang menyebabkan papa kecelakaan.Papa shock mendengar aku diperkosa..sampai papa bawa kendraan tidak fokus..hiks hikss.... " Sandra mulai memainkan dramanya dan mengarang cerita bebas.


" Astagfirullah...!! " desis semua orang dalam ruangan terkecuali Maliq.

__ADS_1


" Tap..tapi,sumpah...aku tidak tau kalau aku lagi hamil ketika aku menikah dengan Maliq.Sedikitpun tidak ada niatku untuk menipu Maliq " Tutur Sandra sedramatisir mungkin.


" Itu bukan salahmu, Sandra...!! kau hanya korban di sini " Ucap Kak Dewi membesarkan hati Sandra.


Nenek bangkit mendekati Sandra. " Sandra..jangan takut,kami selalu ada untukmu,Nak...!! jangan takut kami akan selalu menjagamu dan calon anakmu.Kau dan anakmu tidak salah di sini,yang salah orang yang telah tega memperkosamu " Bujuk Nenek sambil mengelus lembut bahu Sandra.


" Hiks..hiks...maafkan aku,Nek..sudah mengecewakan kalian semua.Aku juga tidak menyangka aku bisa hamil dari peristiwa itu " Sandra menangis tergugu semakin memainkan sandiwaranya.


Maliq mendengus kasar. " Yakin kau bahwa bayimu itu hasil dari perkosaan ?? " Sentak Maliq pada Sandra.Ditatapnya Sandra dengan tatapan penuh kemarahan.Dia geram Sandra mengarang cerita bohong.


" Maliq...!! jaga ucapanmu !! kau sangat menyakiti Sandra dengan kata katamu itu !! " Pekik Kakek menggelegar membentak Maliq.Matanya mendelik penuh kemarahan pada Maliq.


" Apa tidak ada sedikitpun empatimu padanya ?? Hatimu telah membatu ditutupi rasa cintamu pada istrimu itu !! " Teriak kakek lagi.


" Astagaaa...!! kenapa bawa bawa nama Syifa lagi ??!! " Maliq menyugar rambutnya dengan kasar.Dia semakin frustrasi,Kakek terus menyalahkan Syifa.


" Cih...bela terus istri kampunganmu itu,Maliq...tidak pernah sedikitpun empatimu pada Sandra !! " Timpal Kak Dewi dengan nada mencibir.


" Sudahlah, Kak Dewi..!! aku sadar kok di sini.Aku hanya istri yang tidak diinginkan oleh Maliq.Kalau boleh memilih aku tidak ingin takdir seperti ini juga.Siapa sih aku hanyalah seorang perumpuan kotor yang hina...hiks..hiks.." Sandra terisak sendu semakin membuat pilu orang yang mendengarnya.Tapi tidak dengan Maliq.Malah hal ini semakin membuatnya jadi semakin muak.


" Maliq..!! Nenek mau kau tetap bertanggung jawab pada Sandra walaupun dia sedang hamil yang bukan darah dagingmu.Di sini dia hanya korban.Sangat kejam jika kau lepas tanggung jawab pada wanita yang sedang terpuruk.Pakai nuranimu,Nak...!! "


Tegas Nenek membuka suaranya.

__ADS_1


Maliq mendongak menatap Nenek dan Sandra bergantian." Apa ?? aku harus bertanggung jawab pada kehamilan yang bukan perbuatanku ?? pemikiran seperti apa itu ?? tidak..tidak..!! aku tidak mau !! Istri sahku sekarang lagi hamil juga !! aku tidak mau mempertaruhkan darah dagingku demi darah daging orang lain " Ujar Maliq tegas dengan tatapan nyalang.


" Maliq..dimana nuranimu ?? setega itukah dirimu membiarkan Sandra menanggung derita ini sendiri ?? bayangkan kalau itu terjadi padaku atau Ayin ?? " Pekik Kak Dewi marah mendengar ucapan Maliq.


" Heh..kalian berbicara nurani ?? dimana nurani kalian ketika kalian memaksaku menikah sementara kalian tidak memikirkan perasaan Syifa.Aku juga mau tanya,apa Kak Dewi bersedia jika suami Kak Dewi menikah lagi ?? " Tukas Maliq sinis menatap nyalang ke arah Kakaknya.


Kak Dewi tertunduk..dia merasa tertampar dengan kata kata Maliq.


" kenapa Kak Dewi diam ?? apa Kak Dewi rela suami Kak Dewi menikah lagi,haa ?? pekik Maliq semakin geram.


" Atau begini saja..kalian kan manusia manusia berhati malaikat.Bagaiman kalau suami Kak Dewi saja yang menikahi Sandra atau kau Attar..toh kau belum juga menjadi seorang suami,baru tunangan,masih bisa dibatalkan.Bagaimana ?? kalian setuju dengan usulku ?? " Kalimat ambigu dari Maliq berhasil menyentak orang orang dalam ruangan.Tak terkecuali Mamah.


" Apa apaan kau Maliq... !! kenapa seperti itu pemikiranmu ?? " Pekik Kak Dewi sewot.


Maliq tertawa sinis. " Kenapa Kak..?? Kakak tidak rela kan suami kakak menikah lagi !! begitu juga dengan Syifa,dia tidak rela berbagi dan aku sangat mengerti bagaimana rasa sakit yang disembunyikannya dariku walaupun tak sedikitpun hal ini dia keluhkan ".


" Dan kau Attar.. !! tegakah dirimu menyakiti kekasih yang kau cintai dengan menikahi orang yang jelas jelas telah hamil anak orang lain ?? Sekali lagi aku tegaskan,aku tidak mampu menyakiti istri yang sangat kucintai.Yang sudah susah payah kurebut hatinya kembali.


Attar mengangkat wajahnya menatap Kakaknya yang sedang dipenuhi kabut kemarahan." Cih mana mau aku menikahi bekas orang " Gumam Attar dalam hati.


" Dan kau Sandra...akan kubuktikan bahwa anak itu bukan hasil dari perkosaan " Maliq menatap Sandra denga tatapan penuh ancaman sambil menuding telunjuknya ke arah Sandra.


" Glek...!! " Sandra menelan salivanya dengan kasar.

__ADS_1


Mamah mengelus bahu Maliq dengan lembut." Ambillah keputusan sesuai hati nuranimu.Kau seorang laki laki dan seorang pemimpin rumah tangga.Jangan pernah biarkan ada campur tangan orang lain dalam rumah tanggamu.Jagalah keutuhan rumah tanggamu !! " Bisik Mamah lembut di telinga Maliq.Ibarat oase di tengah gurun,Maliq mendapat dukungan dari Mamah ditengah tengah orang yang sedang memojokannya.


Maliq menatap binar di mata Mamah." Terima kasih Mah..!! Bisik Maliq kembali sambil tersenyum lembut pada Mamah.


__ADS_2