
Pagi hari...
Syifa menyiapkan sarapan untuk Maliq di dapur.Walaupun saat ini dia sangat kecewa pada Maliq.Tapi dia tidak bisa mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri.
" Ceklek..!! Syifa membuka pintu kamar tempat Maliq tidur.Dia melihat Maliq masih meringkuk di tempat tidur.
Syifa menarik gorden membiarkan sinar matahari menyusup masuk ke dalam kamar.
Maliq yang baru bisa terlelap kembali setelah sholat subuh sedikit terusik dengan silau dari cahaya matahari.
" Eeugh... !! " Maliq menggeliat dan menghalangi matanya dari cahaya matahari.Samar dia melihat sosok yang membuat dirinya susah tidur.
" Dek.. !! " Seru Maliq pelan.
Syifa beranjak menuju lemari pakaian.Dia akan menyiapkan pakaian kerja suaminya tanpa sedikitpun menoleh ke arah Maliq yang sedang menatapnya.
Maliq bangkit dari tempatnya. " Dek...!! kembali tidur di sini lagi yaa,dek !! Kakak tidak bisa tidur sendiri " Ujar Maliq mencoba membujuk Syifa kembali.
Syifa bergeming.Dia betah mengatupkan mulutnya.Dia tidak sedikitpun menanggapi bujukan Maliq.Dia melangkah ke arah kamar mandi,menyiapkan air untuk mandi suaminya.
" Sarapannya sudah siap.Jika sudah selesai mandi,silahkan sarapan dulu !! " Ucap Syifa datar melirik Maliq sekilas seraya melangkah keluar dari kamar.
" Hhfftt ..!! setidaknya dia masih mengurusku " Desah Maliq lalu melangkah ke arah kamar mandi.
Setelah sarapan dalam keheningan,Maliq pergi ke kantor tanpa diantarkan oleh istrinya sampai di mobil.Maliq hanya bisa melangkah dengan lesu memasuki mobilnya.Hari ini dia begitu lemas.Disamping karena kurang tidur,permasalahan rumah tangganya yang rumit menjadi salah satu hal yang membuatnya sangat lemas.
Di tempat lain..
Nurul baru saja menghadiri sidang perceraian pertama.Hari ini dia merasa harinya sungguh sangat berat.Dia harus kembali menyaksikan laki laki yang sebentar lagi menjadi mantan,datang bersama istri keduanya.Mereka terlihat sangat mesra.Sebagai seorang perempuan,Nurul merasa sangat sakit dan sangat cemburu.Tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk baik baik saja.
Di hadapan hakim mediasi,Irman menyatakan tidak ingin bercerai dengan alasan mereka punya anak yang butuh kedua orang tuanya.
Nurul sangat geram. " Abinya Zahrah..!! tolong kabulkan saja permohonan cerai dariku,agar kita sama sama lega dan status istrimu itu sudah bisa sah di mata negara " Ujar Nurul seraya melirik madunya saat mereka sudah berada di luar ruang sidang.
__ADS_1
Irman terkekeh pelan. " Jangan harap !! aku tidak mau anakku akan tumbuh menjadi anak yang kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya ".
" Eeh..Astaghfirullah..!! kau inginkan anakmu tidak kekurangan kasih sayang ?? tapi kenapa kau menikah lagi ?? harusnya hal itu kau sadari dari sebelum menikah !!" Tegas Nurul kesal.
Irman tercenung mendengar penuturan Nurul.
" Dan ingat,andai kau tidak ingin bercerai dariku.Yang susah nanti anakmu dengannya.Dia akan menjadi anak yang tidak punya ayah di statusnya.Karena sampai kapanmu aku tidak akan menanda tangani ijin menikah.Dan selamanya istrimu itu hanyalah menjadi istri siri " Ucap Nurul sambil menunjuk ke arah Auzi.
" Fikirkan itu,Bapak Irman yang terhormat !!" Sentak Nurul Sinis lalu melangkah pergi meninggalkan sepasang suami istri itu.
Maliq pulang kantor dengan perasaan letih.Badannya terasa remuk semua.Selain dia harus meeting di dua tempat hari ini,semalam dia tidak cukup tidur.
" Maliq..!! " Maliq tersentak mendengar nama namanya dipanggil.Seketika dia mengerutkan keningnya.Dia melihat Sandra sedang berdiri di depannya.
Maliq kembali menatap Sandra." Ada perlu apa ?? " Tanya Maliq dingin.
" Mm..itu,aku butuh nafkah.Aku butuh belanja "Ujar Sandra seraya menundukan kepalanya dan meremas jari jarinya.
" Nanti aku bicara dengan Syifa " Tandas Maliq lalu melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
" Iish...kenapa sih harus ijin dulu sama perempuan kampung itu !! " Gerutu Sandra sambil menghentakan kakinya kesal.
Maliq melempar tas kerjanya di sofa kamar dengan kesal. " Hhff...pulang kerja bukannya disambut sama istri tercinta,ini malah disambut sama perempuan tidak punya muka ....hhhh !! " Geram Maliq.
Maliq memhempaskan tubuhnya di atas kasur menghadap langit langit kamar dan merentangkan kedua tangannya.Dia berbaring di kasur tanpa membersihkan badannya atau mengganti pakaiannya.Dia sangat letih.Sangat letih dengan keadaan.
" Ceklek " Pintu dibuka dari luar.Maliq memejamkan matanya pura pura tidur.
" Pasti Syifa mau ngecek aku.Pasti dia marah kalau aku belum ganti pakaian sudah tertidur.Aah..aku harap dia akan mengomeliku " Batin Maliq bersorak.
Maliq merasa ada pergerakan di sampingnya dan sebuah tangan lembut mengelus pipinya.Maliq merasa sangat senang." Akhirnya kau mengalah juga,dek...!! ternyata kau merindukanku juga " Gumam Maliq dalam hati.
Maliq ingin membuka kedua matanya tapi ditahannya.Dia membiarkan tangan yang diduganya milik Syifa terus menyusuri wajahnya.Hingga Maliq merasa benda kenyal menempel sempurna di bibirnya.
" Ceklek "
__ADS_1
" Astaghfirullahaldzim !! "