
" Dek..!! kita perlu bicara.Kenapa adek ngomong seperti tadi ?? " Maliq mendekat ke arah Syifa yang sedang berdiri di tepi balkon kamar.
" Kakak tidak ingin adek pergi dari kakak...!! kakak mohon,dek.Cukup waktu itu saja adek meninggalkan kakak.Kakak sangat menderita waktu adek pergi !! Jangan hukum lagi kakak dengan hal yang sama,dek !! " Bujuk Maliq lagi dengan nada sendu.Ditatapnya wajah istrinya yang tak sedikitpun menoleh padanya.
" Dek..!! "
" Hhff...biarkan aku sendiri dulu kak..!! setidaknya beri aku ketenangan sedikit " Suara datar Syifa memotong ucapan Maliq.
Maliq tertegun mendengar kata kata Syifa yang memohon ketenangan.Hatinya seketika mencelos mendengar kalimat dari bibir istrinya yang sudah tidak menyebutnya ' adek ' tapi memakai kata ' aku '.
" Dek..hukum kakak dengan apapun,tapi kakak mohon jangan menjauh dari kakak !! " Maliq memohon seraya memeluk tubuh mungil istrinya.
Syifa mengurai pelan pelukan Maliq.. " Beri aku waktu,kak !! "
" Mulai malam ini aku ijin tidur di kamar tamu yaa,kak !! " Syifa menatap sendu Maliq lalu melangkah keluar dari dalam kamar hendak menuju kamar tamu.
" Dek..please !! jangan hukum seperti ini kakak !!.Kalau adek tidak mau tidur bareng kakak,biar kakak tidur di sofa yaa,dek !! " Bujuk Maliq dengan nada memelas.
Syifa menggeleng pelan." Untuk kali ini saja Kak !! kumohon biar aku tenang "
Syifa melangkah keluar dari dalam kamar tanpa keraguan.Wajah datarnya tak sedikitpun berniat menoleh ke arah Maliq.
Maliq menatap nanar punggung kecil Syifa. " Deek !! adek di kamar sini saja.Biar kakak yang tidur di kamar tamu !! pekik Maliq tapi tidak berhasil menghentikan Syifa.
__ADS_1
" Aaargghhh...!! kenapa jadi begini ?? baru berapa bulan bisa bahagia dengannya,kenapa harus ada masalah yang bikin aku harus berpisah lagi !! " Maliq meremas rambutnya frustrasi.
Syifa masuk ke dalam kamar tamu lalu mengunci pintu dari dalam. " Biar besok saja pakaianku dipindahkan ke sini " Gumam Syifa sambil meletakan alat sholatnya ke dalam lemari lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuk dalam kamar itu.
Syifa menatap sendu langit langit kamar sambil melafadzkan dzikir untuk mengantar tidurnya.Dia ingin mengistrahatkan pikirannya dari beban persoalan rumah tangganya yang seakan tidak pernah ada habisnya.
Tak berselang lama ,akhirnya terlena dalam tidurnya.Entah karena fisiknya yang letih atau hatinya yang terlalu capek.Dengan sangat mudah dia segera terlelap.
Lain Syifa,lain juga dengan Maliq.Maliq hanya bisa membolak balikan badannya sambil berguling ke sana kemari.Dia sangat sulit untuk terlelap.Dia sudah terbiasa tidur sambil memeluk tubuh istrinya.Dia rindu aroma tubuh Syifa.
" Hhff...!! aku tidak bisa tidur.Aku merindukannya " Maliq melirik jam di atas nakas.Waktu sudah menunjukan pukul 1 malam.Tapi matanya sangat enggan untuk terpejam.
Maliq bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar tamu. " Semoga dia tidak mengusirku "
" Astagaa..!! dikunci dari dalam ". Gerutu Maliq.
Maliq menuju bufet mencari kunci cadangan." Hmm..semoga dia tidak mengamuk !! "
" Alhamdulillah...aku bisa masuk " Desis Maliq pelan setelah berhasil membuka pintu kamar tamu.Ditatapnya dalam dalam wajah damai istrinya yang terlelap.
" Kakak tidak bisa tidur tanpamu,dek..!! baru beberapa jam adek tinggalkan kakak.Kakak sudah seperti kehilangan nafas.Bagaimana bisa adek mau meninggalkan kakak,bisa mati kakak,dek...!! Gumam Maliq sambil mengelus lembut kepala Syifa.
Maliq merebahkan tubuhnya di samping Syifa dan membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya sambil mengecup pelan pucuk kepalannya.
__ADS_1
" Maafkan Kakak,dek !! " Bisik Maliq tapi tak sedikitpun terdengar oleh Syifa.Dia sudah pulas dalam tidurnya.
Maliq merasa damai dalam hatinya ketika bisa menghirup dalam dalam aroma tubuh istrinya dan perlahan hanyut ke alam mimpi dan terlelap dengan damai.
Pukul 02:45.Maliq tersentak dari tidur pulasnya. " Astagaa...!! jam berapa ini ?? aku harus segera pindah ke kamar,jangan sampai Syifa melihatku di sini.Pasti sedikit lagi dia akan bangun sholat tahajud.
Perlahan Maliq bangkit dari tempat tidur dan bergegas keluar dari kamar tempat Syifa tidur.
Syifa yang terlelap,sedikit terusik.Samar dia seperti merasakan kehadiran orang lain di dalam kamar.
" Tidak ada siapa siapa !! " Gumam Syifa sambil menelisik setiap sudut kamar.
" Tapi kenapa aku seperti merasa dipeluk oleh Kak Maliq semalam " Syifa meraba tempat tidur di sampingnya.Indra penciumannya seperti mencium aroma tubuh Maliq di situ.
" Astagfirullah...apa aku merindukan pelukannya sampai aromanya terbawa sampai ke dalam kamar ini ?? "
" Maafkan Umi,Nak..!! pasti kamu yang rindu sama Abi yaa ?? sampai Umi mimpi tidur dipeluk Abi " Desis Syifa seraya mengelus perutnya yang sudah membuncit.
Syifa bangkit dari tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi." Lebih baik aku segera sholat,agar tidak berhalusinasi ".
Sementara di dalam kamar lain.Maliq tidak bisa kembali memjamkan matanya.Dia duduk di sofa dalam kamar sambil merenungi nasib rumah tangganya. " Ya Allah...apa memang aku tidak bisa bahagia bersama Syifa ?? atau aku harus menentang kakek agar aku bisa bahagia dengan istriku ?? " Gumam Maliq seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
Maliq kembali bangkit dari tempat duduk dan menuju kamar mandi." Lebih baik aku sholat tahajud memohon petunjuk dari Allah".
__ADS_1