Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
188


__ADS_3

" Mana Syifa,Ati ?? " Tanya Mamah Maliq pada Ati saat memasuki rumah Syifa.


" Lagi di kamarnya, Bu !! .Biasanya jam segini Nak Syifa lagi sholat Dhuha " Jawab Ati yang sudah mengetahui kebiasaan Syifa,setiap jam 8 pagi pasti akan melaksanakan sholat Dhuha.


" Maliq sudah ke kantor ?? "


" Iya, Bu.Sudah sekitar setengah jam yang lalu " Jawab Ati.


" Oo...saya liat Syifa dulu di atas "


Ati hanya mengangguk hormat dan menatap punggung Ibu dari majikannya itu menaiki undakan tangga.


Mamah Maliq hendak mengetuk pintu kamar Syifa tapi diurungkannya, soalnya dia melihat pintu kamar Syifa tidak tertutup dengan sempurna.Mamah Maliq sedikit mengintip di celah pintu yang terbuka sedikit.Dia melihat,Syifa sedang bersimpuh di atas sajadah dengan mengenakan mukena warnah putih gading.


" Mah...Mamah lagi ngapain di situ ?? " Tiba tiba suara lembut menyapa Mamah Maliq dari arah kamar Maliq.


Sontak Mamah Maliq membalikan badannya ke sumber suara.


" Sandra ??! " Desis Mamah sambil mengernyitkan keningnya.


" Kenapa dia yang tidur di kamar Maliq ?? terus Syifa tidur di kamar yang lebih kecil ?? hmm...awas saja Maliq kalau menyakiti Syifa lagi!! " Geram Mamah dalam hati melihat Sandra keluar dari kamar Maliq.


" Mamah...ngapain di situ, Mah ?? Sandra mengulang lagi pertanyaannya pada mertuanya itu.


Mamah Maliq tersentak dari lamunannya sampai tidak menyadari kehadiran Sandta di depannya.


" Eeh...itu.Mamah mau ketemu Syifa soalnya sejak kepulangannya dari Jerman Mamah belum pernah bertemu.Mamah sangat merindukan menantu kesayangan Mamah ini" Sarkas Mamah berhasil membuat Sandra cemberut.


" Ooh..lagi tidur kayanya,Mah...!! pagi pagi sudah molor " Timpal Sandra mencibir.

__ADS_1


Mamah terkekeh pelan." Dia lagi sholat.Syifa bukan type orang yang suka tidur pagi pagi.Mamah paling hapal kebiasaannya,jam tiga malam dia sudah terjaga untuk shalat tahajud,sampai pagi sudah tidak tidur lagi.Dia tidak pernah menyia nyiakan waktu hanya untuk tidur.Separuh waktunya digunakannya untuk beribadah " Tutur Mamah sekali lagi berhasil menambah tekukan di wajah cantik Sandra.


" Ooh..ya udah Mah, aku kebawah dulu " Ujar Sandra masih dengan wajah ditekuk kesal.


Mamah melihat tingkah Sandra hanya menggelengkan kepalanya." Hhff...semoga Maliq bisa mengatasi semuanya " Gumam Mamah tiba tiba berubah sendu.


" Mamah...!! kenapa hanya berdiri di situ ??" pekik Syifa pelan melihat Mamah termenung di depan kamarnya.


Mamah tersentak mendengar seruan Syifa." Sayaang !! Mamah rindu.Kenapa tidak kabari Mamah kalau sudah pulang !!" Rajuk Mamah sambil memeluk Syifa dengan erat.Dikecupnya kening Syifa yang masih terhalang mukena.


Sandra menatap dari jauh mertua dan Kakak madunya itu dengan tatapan sinis " Cih...cari muka !! liat saja sebentar,apa kamu masih punya muka jika berhadapan dengan Kakek "


Syifa terkekeh dan meraih tangan Mamah dan mengecupnya dengan tak'zim. "Maaf, Mah...Syifa mau kasih kejutan buat Mamah dan Kak Maliq"


" Ayo..!! masuk di kamar dulu,Mah..Syifa juga sangat merindukan Mamah.."


Mamah masuk ke dalam kamar Syifa mengikuti langkah menantunya itu.Mereka berdua melanjutkan langkah mereka ke balkon kamar dan merekapun duduk di kursi yang ada di balkon.


Syifa mengangguk " Alhamdulillah baik,iya Syifa lagi hamil,Mah !! "


" Masyaa Allah...selamat ya Nak !! Mamah sangat bahagia.Semoga Allah memberikan kesehatan padamu dan dede bayi.Semoga pula lancar saat persalinan nanti ". Ujar Mamah dengan wajah berbinar senang sambil memeluk erat tubuh mungil Syifa.


" Aamiin...terima kasih doanya,Mah.." Kata Syifa lalu membalas pelukan mertuanya.


" Tok..tok..tok.. Nak Syifa !! " Seru Ati dari luar kamar Syifa sambil mengetuk pintu.


" Iya...masuk Bu Ati !! pintunya tidak dikunci" Seru Syifa tanpa beranjak dari tempatnya.Dia masih enggan meninggalkan Mamah,dia masih sangat merindukan mertuanya itu.


" Ceklek " Pintu terbuka seiring dengan tubuh Ati memasuki kamar Syifa dan menuju balkon tempat Mamah dan Syifa sedang duduk.

__ADS_1


" Maaf..Nak Syifa,Bu !!.Itu di bawah ada Kakek dan Neneknya Pak Maliq,ingin ketemu Nak Syifa " Ucap Ati ragu ragu sambil mengangguk hormat pada Syifa dan Mamah Maliq.


Mamah mengernyitkan keningnya " Ayah sama Ibu,mau ngapain ke sini ??perasaan waktu aku ke sini tadi,mereka tidak membicarakan akan datang ke sini " Batin Mamah heran dengan mertuanya itu yang datang tiba tiba ke rumah anaknya.


" Ooh..Iya Bu Ati.Aku akan datang menemui mereka.Aku akan mengganti mukenaku dulu " Ucap Syifa sambil berdiri dari tempat duduknya.


" Mah..Syifa ketemu Kakek sama Nenek dulu " Ujar Syifa pada mertuanya.


" Aah..iya,Nak...Mamah ke bawa duluan.Kamu pakai kerudungmu saja dulu " Ucap Mama lalu beranjak keluar kamar Syifa setelah sebelumnya mengusap lembut kepala Syifa.


Syifa mendekap dadanya yang berdebar debar.Entah mengapa dia merasa gugup harus menghadapi Kakek Maliq.Dia mengingat wajah tegas Kakek dan suaranya yang menggelegar malam itu membuatnya jadi takut.Tangannya sudah berkeringat dingin.


" Ya Allah...kenapa aku jadi takut seperti ini.Jangan sampai phobiaku yang dulu balik lagi.Susah payah aku selama ini membangun kepercayaan diriku,tapi kenapa hari ini rasa itu ada lagi ?? " Desah Syifa merasa gelisah.


Syifa menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya dengan pelan." Bismillahirrahamanirrahim !!! " Ucap Syifa lalu menarik handle pintu kamarnya.


" Tap..tap..tap..l"angkah anggun Syifa mendekati orang orang yang sedang duduk di ruang keluarga.


Sekilas Syifa melihat Kakek,Nenek,Kak Dewi serta Mamah dan yaa tak lupa ada Sandra juga di antara mereka sedang duduk dengan wajah yang sedikit tegang tanpa ada suara.


" Assalamualaikum !! " Ucap Syifa dengan suara bergetar memecah keheningan.


Sontak mereka menatap ke arah Syifa.Seketika tatapan tatapan tajam itu menghujam ke arah Syifa,terkecuali Mamah yang menatap Syifa dengan lembut.


Tak ada yang membalas salam Syifa.Suasana tetap hening.Syifa mendekat ke arah Kakek dan mengulurkan tangannya ingin mencium tangan Kakek.Kakek menatap Syifa dengan dingin tanpa ada niat menyambut tangan Syifa.


Syifa menarik kembali tangannya yang menggantung di udara.Syifa merasa sesak mendapat perlakuan seperti itu.Wajahnua tertunduk menahan rasa malu.Dia tidak berani menatap wajah angkuh di depannya itu.


" Sayang... duduk sini !! " Titah Mamah sambil menepuk ruang kosong di sampingnya.Dia merasa iba menantunya diperlakukan oleh mertuanya seperti itu.

__ADS_1


Syifa beranjak dari tempatnya dan duduk di samping Mamah masih dengan wajah yang tertunduk.Sekilas dia melihat senyum Sandra yang mencibir ke arahnya.


__ADS_2