
Syifa menatap ke arah pantai dengan gelisah.Sudah hampir 4 jam lamanya,Maliq meninggalkannya sendiri di dalam kamar.Dia takut Maliq meninggalkannya di tempat yang asing baginya.
"Ya Allah,kemana sih Kak Maliq..semoga Kak Maliq nggak ninggalin Aku di sini,andai Kak Maliq ninggalin Aku,Aku harus gimana..?"Gumam Syifa panik.Diedarkannya pandangannya menyapu setiap sudut pantai yang bisa dijangkau oleh manik matanya,Dia berharap akan melihat sosok Maliq di sana.Kebetulan jendela kamar yang disewa oleh Maliq berada di posisi ketinggian dari pantai dan menghadap langsung ke pantai,sehingga Syifa dengan mudah dapat melihat keadaan seputar pantai.
Matahari mulai tenggelam,akan kembali ke peraduannya..semburat warna jingga mulai nampak di kaki langit senja,,Syifa yang memang seorang pencinta senja...perlahan beranjak dari tempatnya duduk.Dia berniat akan pergi ke tepi pantai ingin melihat sunset.Sejenak dilupakannya kegelisahannya tentang Maliq,di seretnya langkahnya dengan tertatih sebab keram di perutnya belum sepenuhnya sembuh.
Syifa berdiri di tepi pantai sambil menatap langit jingga di depannya.Dia memejamkan matanya sesaat lalu menarik nafasnya dalam...dilepaskannya beban yang menghimpit dadanya,entah mengapa dari tadi hatinya sangat gelisah..seperti mendapatkan firasat yang tidak baik.
"Hhfff....takdir apa yang ada di depanku nantinya,Aku hanya memasrahkan diriku pada Allah...Aku percaya Allah lebih tahu apa yang terbaik untukku"Gumam Syifa menutupi kegelisahannya.
Syifa beranjak dari tempatnya disusurinya pantai sambil bermain ombak..di acuhkannya orang yang lalu lalang sambil berpasang pasangan.Sayup terdengar ditelinganya orang yang sedang tertawa gembira...
"Suara itu,itukan suara Kak Maliq.."Gumam Syifa sambil mencari cari sumber suara.
__ADS_1
"Benar itu Kak Maliq,tapi siapa gadis yang bersamanya,sepertinya mereka sangat mesra".Monolog Syifa.
Syifa memutuskan menemui Maliq yang duduk tidak jauh dari Syifa.
"Kak Maliq..."Panggil Syifa pada Maliq yang sedang merangkul Linda dengan mesra.
"Deg..."Maliq terkejut melihat kehadiran Syifa yang tak terduga.Dilepaskannya rangkulannya di pinggang Linda dengan pelan.Linda mendongak ke arah Syifa lalu mengernyitkan dahinya dan menatap Maliq penuh tanda tanya.
"Siapa itu sayang..??"Tanya Linda pada Maliq dengan Manja.
"It..it.itu adik sepupuku yang ada di kota X,Dia ikut bersamaku mau ke tempat kita"Jawab Maliq dengan gugup,Dia jadi salah tingkah.dan entah setan apa yang merasukinya hingga Dia mengakui bahwa Syifa adalah Adik sepupunya.
"Deg..Adik??"Hati Syifa terasa sakit mendengar pernyataan Maliq.Dia memang belum mencintai Maliq dan memang Dia tidak tahu jatuh cinta itu seperti apa.Tapi mendengar kata kata Maliq yang tidak mengakuinya,serasa ada sensasi rasa sakit tersendiri yang menusuk hati Syifa yang paling dalam.
__ADS_1
"Oo...Adik sepupu kamu,Imut banget jadi gemes deh,,,"Ujar Linda sambil tersenyum ke arah Syifa.
"Haiii...kenalkan Aku Linda pacar Kakakmu.."Ucap Linda percaya diri sambil menyodorkan tangannya berkenalan dengan Syifa.
"Syifa..."Sambut Syifa dengan datar.Tatapannya dingin menatap Maliq dan Linda.
"Aku duluan Kak,..."Ujar Syifa membalikkan badannya sambil berlalu dari tempat Maliq dan Linda.
"Iya...sebentar lagi Aku naik".Ujar Maliq tanpa ada sedikitpun rasa bersalah.
"Adikmu imut tapi sangat ketus yaa??"Ujar Linda melihat Syifa yang sepertinya tidak menyukainya.
"Nggak usah diambil hati,dia memang sudah begitu.Sela Maliq sambil merangkul bahu Linda untuk mengajaknya balik.
__ADS_1
Syifa berjalan dengan gontai,...kepalanya tertunduk lesu.
"Pernikahan seperti apa yang sedang kujalani Ya Allah...manusia seperti apa yang menjadi suamiku,belum cukup sepekan pernikahanku,sudah ada penghianatan yang sangat nyata di depan mataku.Sakit Ya Allah...tapi Aku bisa apa,Aku bahkan tidak dianggap sama sekali oleh suamiku"Isak Syifa di dalam hati.